Archive Bulanan: Oktober 2010

Cara Kreatif Belajar Mengajar Matematika Segala Tema: Platform Matematika Kreatif

Cita-cita Paman APIQ sudah semakin dekat untuk tercapai. Salah satu cita-cita Paman APIQ adalah menciptakan permainan asyik untuk mengajar segala tema matematika. Permainan matematika ini sudah mulai terwujud berupa platform permainan matematika kreatif. Bahkan Paman APIQ telah berhasil mengumpulkan lebih dari satu platform permainan matematika kreatif.

1. Kombi Milenium

Papan Kombi standar terdiri dari papan yang bertuliskan bilangan 1 sampai 36. Agar lebih seru, kombi berhiaskan gambar-gambar tokoh matematika kreatif seperti Al, Geo, Meti dan tentu Paman APIQ.

Tantangan kita adalah menciptakan soal matematika yang jawabannya selalu antara 1 sampai dengan 36. Tentu hal ini bukan tugas ringan. Jika soal kita tentang aritmetika dasar memang tidak teslalu sulit.

Tetapi Paman APIQ membuat soal geometri luas atau keliling lingkaran. Luas permukaan balok, persamaan kuadrat, fungsi eksponen logaritma, kalkulus integral dan lain-lain, semua dapat kita mainkan dengan kombi milenium.

Karena sifat dari kombi ini adalah permainan abadi maka kita dapat memainkannya bersama anak-anak kita berulang-ulang dengan asyik. Seperti permainan sepak bola atau catur meski kita mainkan berulang-ulang maka tetap asyik.

Memang Paman APIQ dan keluarga besar APIQ juga memikirkan untuk memperluas papan kombi menjadi 1 sampai dengan 100 misalnya. Bahkan menambahkan bilangan pecahan di dalamnya. Atau menyusun seperti papan jam. Hal itu akan menjadi inovasi-inovasi yang menarik.

Jadi, dengan Kombi Milenium kita dapat mengajarkan segala tema matematika dengan permainan kreatif. Tantangan kita adalah menciptakan permainan yang asyik ini.

2. Kartu Milenium Ular Angka

Kamil Ular Angka sangat menarik. Permainan matematika kreatif abadi ini dapat dimainkan oleh 4 orang, 3 orang orang bahkan 1 orang sendirian.

Paman APIQ telah membuat Kamil Ular Angka untuk aritmetika terpenting. Penjumlahan, perkalian, kuadrat dan lain-lain telah siap kita mainkan. Paman APIQ bahkan telah menyiapkan Ular Angka perhitungan FPB KPK dasar sampai tingkat lanjut.

Dengan memanfaatkan bentuk matrik 3 x 3, 4 x 4, dan 5 x 5, kita menjadi lebih mudah memproduksi beragam permainan kamil ular angka. Meski mudah tetapi tidak ringan. Kita butuh ketekunan untuk membuatnya.

Jadi, dengan Kamil Ular Angka kita dapat mengajarkan seluruh tema matematika dengan permainan asyik.

3. Kartu Milenium Orisinil

Kartu Milenium Orisinil kita sebut sebagai Kamil atau Kamil-kamil. Permainan Kamil ini tampak lebih sederhana cara membuatnya. Hanya saja kita membutuhkan dua macam kartu. Kartu standar yang akan dipegang oleh masing-masing pemain dan kartu bersama yang ukuran lebih besar.

Kamil ini dapat kita mainkan dengan cara antrian agar lebih tenang. Dapat juga kita mainkan dengan sistem kompetisi balapan agar lebih ramai.

Bahkan Kamil ini dapat kita perluas tidak hanya untuk permainan matematika. Tetapi dapat juga kita mainkan untuk belajar bahasa inggris, IPA, IPS, dan lain-lain. Karena itu kita sering membutuhkan ukuran kartu yang lebih besar dari biasanya.

Tantangan kita adalah bagaimana membuat kartu bersama yang cukup sederhana. Kartu bersama dapat berisi tiga soal tantangan. 2 soal atau 1 soal berupa irisan dari kartu bersama yang lain.

Dengan Kamil ini kita juga dapat mengajarkan seluruh tema matematika dengan permainan yang asyik.

4. Roda Milenium Romi

(Bersambung…)

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Pecundang Punya Alasan, Juara Punya Pelajaran

“Wah tidak mungkin kita dapat menjual barang itu,” seru anak muda.
“Mengapa?” tanya sang kawan.

“Barang yang sama telah dijual di sini. Tetapi tak seorang pun yang membelinya.”
“Wah justru itu kesempatan. Semua orang di sini berpotensi untuk membeli barang dari kita,” jawab sang kawan.

Anak muda akhirnya tidak berhasil menjual apa pun. Sedangkan sang kawan berhasil meraih sukses di tempat yang sama.

Pecundang punya alasan, juara punya pelajaran.

“Wah di sini kita tidak akan berhasil menjual barang ini,” seru anak muda.
“Mengapa?” tanya sang kawan.

“Karena hampir semua orang di sini sudah pernah membeli barang serupa sebelumnya.”
“Wah itu justru bagus. Orang di sini pasti membutuhkannya. Kita tinggal menawarkannya dengan lebih baik.”

Anak muda tidak berhasil menjual apa pun, lagi. Sang kawan kembali menikmati sukses yang luar biasa.

Pecundang punya alasan, juara punya pelajaran. Hal yang sama dapat menjadi alasan untuk gagal. Hal yang sama pula dapat menjadi inspirasi dan pelajaran untuk meraih sukses.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…

Asyik dan Mudah Belajar FPB KPK dengan Power Point APIQe seri 51 – 60

Paman APIQ kembali berinovasi dengan meluncurkan APIQe ppt seri terbaru yaitu seri 51 sampai dengan 60. Sepuluh judul power point ini khusus membahas tema menghitung cepat FPB KPK yang asyik dan kreatif.

Anda dapat memesan file APIQe ppt ini melalui email:

quantumyes@yahoo.com

Harga 1 judul file adalah Rp 40.000,-
Dapatkan harga diskon yang menarik selama masa promosi.

51 s.d 54

Seri ini membahas konsep dasar FPB dan KPK sampai anak-anak kita paham. Bahkan Paman APIQ pernah mengujikan seri ini kepada Al, bocah berumur 5 tahun. Al ternyata dapat memahami konsep FPB dan KPK meski baru berumur 5 tahun. Bahkan Al berulang-ulang meminta untuk memainkan power point ini lagi.

Seri ini menekankan kepada pemahaman FPB KPK. Anak-anak dapat mudah memahami secara intuisi dan dapat bermain tebak-tebakan.

55

Seri 55 memperkenalkan metode cepat berhitung FPB KPK yang mudah. Metode asyik ini diberi nama metode Tegak Lurus Koprima. Kita akan dengan mudah dan cepat dapat menyelesaikan persoalan FPB KPK.

56

Seri 56 mengenalkan cara menghitung FPB KPK yang agak jarang dikenal orang. Bagian ini kita akan menentukan FPB hanya dengan pengurangan saja. Tentu anak-anak akan dengan senang hati menikmatinya.

57

Seri 57 membahas metode yang paling terkenal sudah sejak puluhan tahun yang lalu: faktorisasi prima dengan pohon akar. Metode ini banyak dikuasai oleh guru-guru kita yang senior. Tentu saja kita juga dapat menikmati faktorisasi prima dengan gaya animasi power point yang khas.

58

Seri 58 membahas metode menghitung FPB KPK yang paling populer akhir-akhir ini: faktorisasi prima bersama atau metode sisir atau metode pisang. Metode sisir ini kita pandang sebagai penyempurnaan dari faktorisasi prima. Karena metode sisir ini langsung memfaktorkan 2 bilangan maka anak-anak kita memperoleh berbagai macam keuntungan.

59

Seri 59 khusus membahas metode berhitung cepat FPB KPK tingkat mahir. Paman APIQ menyajikan versi tegak lurus yang lebih canggih dengan kombinasi metode coret. Bukan hanya dapat menghitung FPB KPK dari pasangan 2 bilangan tetapi kita dapat menghitung cepat FPB KPK dari 3 bilangan secara langsung. Siswa yang menguasai seri 59 ini dijamin mahir berhitung cepat FPB KPK.

60

Khusus membahas soal cerita yang berhubungan dengan FPB KPK. Belajar FPB KPK menjadi asyik karena ada soal cerita yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Apalagi tersedia cara penyelesaian yang mudah dan asyik.

Semoga memberi manfaat yang besar bagi kita bersama…!

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Rumus Matematika SD Lengkap

Hari ini paling banyak pengunjung blog APIQ menggunakan kata kunci di search engine,

“rumus matematika sd lengkap.”

Bagi Paman APIQ rumus matematika sd lengkap itu tidak mudah dicari. Mengapa? Karena matematika kreatif.

Ketika saat ini kita telah memiliki rumus lengkap misalnya. Dua jam kemudian Algeometi menemukan rumus baru untuk SD. Maka rumus lengkap tersebut perlu diperbarui lagi. Jika tidak maka rumus lengkap itu tidak lengkap lagi.

Meski untuk anak SD, rumus matematika masih terus bertumbuh semakin kreatif. Misalnya Paman APIQ beberapa waktu terakhir ini sedang mengembangkan rumus kantong ajaib aljabar yang sangat memudahkan bagi anak-anak kita belajar konsep perbandingan.

Kemudian kantong ajaib aljabar ini berkolaborasi dengan onde milenium dimensi 2 jadilah petualangan matematika yang asyik penuh gambar-gambar visual. Bahkan gambar-gambar visual ini sekaligus dapat melatih motorik halus bagi anak-anak kita.

Terakhir, kantong ajaib aljabar berkolaborasi dengan kubus milenium menjadikan konsep aljabar lebih kongkrit lagi. Anak-anak dapat memegang dan memainkan kubus tersebut sehingga konsep aljabar begitu nyata.

Contoh lagi, Paman APIQ baru saja memadukan teknik berhitung cepat FPB KPK tegak lurus dengan metode coret. Saat ini, Paman APIQ, yakin metode tegak lurus coret ini adalah cara paling pas bagi anak-anak kita mempelajari FPB KPK. Tegak lurus coret membantu anak-anak yang lebih cenderung kepada metode prosedural seperti Meti. Sedangkan anak yang lebih intuitif, seperti Al, juga dapat memanfaatkan tegak lurus coret.

Bagaimana dengan Geo yang visual? Sesuai namanya, tegak lurus tampil secara visual sesuai yang disukai Geo.

Berikut ini contoh sederhana latihan soal FPB KPK yang sering diujikan pada UASBN SD tahun 2010, 2009,…dan lain-lain.

Tentukan KPK dari 48, 72, 96.

Jawab:

Cara intuitif:
Coret 48.
72 = 3 x 24
96 = 4 x 24

KPK = 3×4 x 24 = 288 (Selesai)

Cara tegak lurus:
48 | 72 | 96 (:24)
.2. | .3.| .4. (:1)

FPB = 24
KPK = 24 x (3×4) = 288 (Selesai. Coret 2 ya…)

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Resmi Belajar Matematika Kreatif Sejak Usia 2 Tahun

Paman APIQ merumuskan metode pembelajaran matematika kreatif yang cocok untuk bayi sampai orang dewasa. Tetapi Paman APIQ tidak mengira bakal ada siswa kursus matematika kreatif APIQ yang masih berumur 2 tahun.

Meti kecil yang masih berumur 2 tahun bergembira belajar di kelas kursus APIQ. Meti belajar menulis – atau mencoret-coret – angka dengan bergembira.

“Satu tambah satu …?” tanya Tante Pi sang guru kursus.
“Uwa…!” jawab Meti yang masih berumur 2 tahun.

“Dua tambah dua …?” tanya Tante Pi lagi.
“Empat…!” jawab Meti lagi bergembira.

Paman APIQ semakin kagum dengan Meti. Bagi Meti sendiri ia hanya merasa bermain-main ketika belajar matematika kreatif. Meti bermain onde milenium, bermain kartu ular angka, dan tentu saja bergembira bermain tepuk matematika.

Yang terpenting bagi anak-anak adalah dunia bermain. Bermain mengasah keterampilan dan kematangan anak-anak. Paman APIQ memang menyediakan berbagai macam sarana bermain yang asyik dan berbonus pemahaman matematika kareatif.

Matematika kreatif memang asyik kita mainkan untuk anak-anak usia dini sampai orang dewasa.

Sedikit berbeda lagi pengalaman Al yang berumur 5 tahun. Karena Al hampir tiap hari bermain bersama Paman APIQ maka Paman APIQ tidak begitu jelas melihat pertumbuhan Al. Sampai suatu ketika Paman APIQ kedatangan tamu jauh yang membawa anaknya berumur sekitar 9 tahun, kelas 3 SD.

Tamu tersebut tertarik untuk bermain matematika kreatif kartu ular angka. Anaknya yang kelas 3 SD sedang mulai belajar konsep perkalian dasar. Sekalian saja anak tersebut diajak bermain bersama kombi milenium matematika kreatif yang asyik sambil bermain perkalian.

Kelas 3 SD belajar konsep perkalian adalah wajar. Sedangkan Al yang berumur 5 tahun sudah mahir perkalian dasar. Itu pun Al memahami konsep perkalian plus hafal. Mengapa? Tentu saja. Karena dengan bermain kombi seorang anak tentu menjadi mahir perkalian meski baru berumur 5 tahun seperti Al.

Lebih mengagetkan Paman APIQ lagi pertanyaan Al yang umur 5 tahun itu.

“Tak terhingga dibagi 2 berapa?” tanya Al.

Paman APIQ berpikir sejenak,

“Ya…setengah tak terhingga.”

“Setengah tak terhingga itu berapa?” tanya Al mengejar.

“Setengah tak terhingga itu ya… tak terhingga juga,” jawab Paman APIQ.

“Mengapa begitu?” Al penasaran.

“Bayangkan Kamu punya sekarung besar beras. Ada berapa butir dalam sekarung beras?”
“Tak terhingga,” jawab Al yang sudah terbiasa dengan ilustrasi sekarung beras.

“Lalu satu karung itu dibagi 2, menjadi berapa?”
“Masing-masing setengah karung,” jawab Al.

“Nah, dalam setengah karung tersebut terdapat berapa butir beras?”
“Tak terhingga juga…” jawab Al.

“Itulah… setengah tak terhingga itu masih tak terhingga juga…”

Al tampak masih mikir-mikir.

“Jadi, jika satu karung dibagi 4 menjadi seperempat karung. Masih tak terhingga juga ya…?”

Paman APIQ semakin kagum saja. Anak usia 5 tahun mengajak diskusi tentang limit tak terhingga.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat….
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Melejitkan Inovasi Matematika Kreatif dengan Platform Kreatif

Algeometi menikmati beragam inovasi matematika kreatif bersama Paman APIQ. Algeometi bergembira bermain kartu ular angka perkalian, kartu ular angka FPB KPK dan lain-lain. Yang jelas Paman APIQ telah menemukan cara yang lebih mudah dan murah, tentunya kreatif, untuk memproduksi kartu ular angka.

Cara kreatif ini adalah dengan memanfaatkan platform. Ide kreatif memang memerlukan platform kreatif. Dengan platform maka ide-ide kreatif tersebut dapat kita implementasikan dengan murah dan mudah. Sedangkan tanpa platform, kita membutuhkan usaha keras dan biaya besar untuk merealisasikan ide kreatif.

Papan Super Kombi Milenium merupakan salah satu platform kreatif dari APIQ. Papan kombi ini hanya perlu dana puluhan ribu rupiah untuk memproduksinya. Tetapi kita dapat memanfaatkan untuk inovasi matematika kreatif hampir tanpa batas.

a. Kombi aritmetika dasar: kabataku
b. Kombi aljabar persamaan kuadrat
c. Kombi geometri lingkaran
d. Kombi geometri bangun ruang balok
e. Kombi aljabar geometri integral kalkulus
f. dan lain-lain.

Kartu ular angka juga merupakan kreativitas tanpa batas. Tetapi untuk memproduksi kartu ular angka kita perlu dana yang cukup besar. Karena kartu ini dicetak maka perlu produksi massal dalam jumlah ribuan. Meski biaya produksi hanya 5 ribu per unit misalnya bila dikali seribu maka total biaya dapat mencapai 5 juta.

Sedangkan bila kita cetak dengan printer kita dapat mencetak dengan unit satuan. Tetapi harganya melambung tinggi mencapai 50 ribu per unit. Harga yang tidak terjangkau.

Setelah cukup lama bereksplorasi, Paman APIQ berhasil menemukan platform kreatif yaitu dengan menggunakan kartu nama kosong – blangko. Dengan kartu nama ini kita dapat dengan mudah dan murah memproduksi kartu ular angka.

Langkah selanjutnya adalah memproduksi platform kreatif yang lebih keren dari blangko kartu nama. Platform ini tentu biayanya cukup murah, menarik bagi anak-anak, tercermin kekhasan APIQ matematika kreatif.

Penciptaan platform kreatif ini juga meluas ke arah produksi lembar kerja APIQ yang semakin keren.

Dengan berbagai macam batasan, kita tetap dapat kreatif dan inovatif. Apalagi bila kita dapat menembus batasan-batasan maka lebih kreatif tanpa batas.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Training APIQ Matematika Kreatif: 27 November & 18 Desember 2010

Kami merencanakan Training APIQ Quantum berikutnya adalah 27 November di Bandung sedangkan 18 Desember di Jakarta.

Lagi-lagi kita akan berpetualang dengan matematika kreatif yang sangat seru. Beberapa tema inovasi yang sedang dipersiapkan Paman APIQ adalah Kombi Aljabar Perbandingan, Game Konversi Satuan, Game Kantong Ajaib Aljabar, dan lain-lain.

Selamat bergabung dalam Training APIQ Angkatan 22,

Hari: Sabtu
Tanggal: 27 November 2010
Waktu: 08.30 sd 17.30 wib
Tempat: Hotel Isola Resort, UPI, Bandung

Selamat bergabung dalam Training APIQ Angkatan 23,

Hari: Sabtu
Tanggal: 18 Desember 2010
Waktu: 08.30 sd 20.30
Tempat: APIQ Jakarta

Investasi: FREE bagi Anda yang sudah mengikuti training APIQ sebelumnya (excluded lunch).
Rp 750.000 bagi peserta baru dan FREE mengikuti training APIQ selanjutnya (excluded lunch).

Selamat menikmati petualangan inovasi pembelajaran matematika kreatif bersama APIQ.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Kantong Ajaib Aljabar Mengelaborasi Persamaan Parametrik

Memang persamaan parametrik biasanya baru dikenalkan pada level perguruan tinggi. Tetapi Paman APIQ melihat berbagai kemudahan dan keunggulan persamaan parametrik bila kita gunakan untuk mempelajari konsep perbadingan bagi anak SD, SMP, dan SMA.

Karena itu Paman APIQ menggunakan istilah Kantong Ajaib Aljabar agar lebih menarik bagi anak-anak kita.

Saat ini Paman APIQ terus mengelaborasi lebih jauh kekuatan kantong ajaib dengan memanfaatkan geometri dan permainan tool fisik. Secara geometris kita dapat memadukan kantong ajaib dengan onde dimensi dua. Hasilnya sangat menakjubkan.

Bahkan secara geometris kita juga dapat menampilkan kantong ajaib secara vertikal atau horisontal. Masing-masing memiliki keunggulan tersendiri. Para siswa dapat memilih tampilan yang paling sesuai untuk dirinya.

Contoh soal:

Uang Al dengan uang Geo berbbanding 2 : 3. Sedangkan uang Geo dengan uang Meti berbanding 5 : 2. Berapakah perbandingan uang Al : Geo : Meti?

Jawab:

A : 2
G : 3 ; 5
M :…; 2

Maka,

A : 10
G : 15
M : 6

Jadi, perbandingan uang Al: Geo : Meti = 10 : 15 : 6 (Selesai).

Contoh soal,

Jika a/g = g/m = m/a
Maka hitunglah (a + 2g + 3m)/( a – 2g + 3m) = … … …

Jawab:
Penggunaan teknik substitusi dan eliminasi biasa akan memunculkan banyak persoalan. Tetapi pemahaman persamaan parametrik akan banyak membantu. Paman APIQ sendiri juga suka memanfaatkan logika matematika diskrit.

Mari kita gunakan kantong ajaib.

a/g = g/m = m/a = k

maka
a = kg = k(km) = k(k(ka)
a = k.k.k a
1 = k.k.k
1 = k

Sehingga,
a = g = m

Maka
(a + 2g + 3m)/(a – 2g + 3m) = (a + 2a + 3a)/(a – 2a + 3a) = 6/2 = 3 (Selesai).

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Selamat Datang dan Selamat Berbagi di Training APIQ

Kami mengucapkan,

Selamat datang dan selamat berbagi dalam Training APIQ hari ini.

Selemat berkreasi… Selamat berinovasi dengan matematika kreatif.

Dalam training APIQ ini inovasi Kantong Ajaib Aljabar akan berkolaborasi dengan inovasi Onde Milenium 2 Dimensi. Begitu juga inovasi KoPrima Tegak Lurus akan berkolaborasi dengan Noko dan Coret.

Pasti seru…!

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pediri APIQ)

Pendekatan Pembelajaran Matematika dengan Kreatif dan Disiplin

Cita-cita Paman APIQ adalah menghadirkan matematika yang kreatif. Tentu saja matematika selalu menuntut disiplin. Bagaimana pun matematika adalah disiplin ilmu pasti yang rapi.

Dengan menggunakan pemikiran terbuka mari kita pertimbangkan 4 alternatif pembelajaran matematika kreatif.

1. Matematika Kreatif dan Disiplin

Kreatif dan disiplin adalah dambaan Paman APIQ. Anak-anak kita belajar matematika dengan kreatif. Suasana kreatif membantu anak-anak lebih tertantang terhadap matematika. Bahkan anak-anak juga dapat memunculkan ide-ide baru dalam matematika.

Sedangkan disiplin membantu anak-anak kita mendalami dan mengungkapkan ilmu matematika dengan rapi dan dapat dipahami. Disiplin memang menuntut ketekunan. Tetapi memang begitulah kehidupan nyata. Disiplin tampak membosankan bagi orang luar. Sedangkan bagi yang menjalaninya sendiri, disiplin juga merupakan petualangan yang mengasyikkan. Apalagi bila sebelumnya sudah mengenal sisi kreatif.

Mari sedikit latihan. Tersedia 9 koin yang masing-masing bertuliskan angka 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9. Susunlah koin-koin tersebut membentuk segitiga sama sisi sedemikian hingga jumlah angka (bilangan) pada masing-masing sisi bernilai sama.

Hanya dengan petunjuk seperti di atas, tidak mudah bagi kita menyelesaikan tantangan. Baik, mari kita tambah lagi sedikit petunjuk.

a. Tempatkan 1, 2, dan 3 pada sudut-sudut lingkaran.

Nah… sampai di sini mulai menjadi tantangan yang asyik dan kreatif. Bagaimana pun masih membutuhkan disiplin untuk menyelesaikannya. Tentu akan lebih mudah lagi bila tersedia petunjuk tambahan.

b. Jumlah masing-masing sisi adalah sama dengan 17.

Tantangan berikutnya lebih menuntut kreatif dan disiplin lagi: buatlah segitiga yang jumlah masing-masing sisi adalah sama tetapi bukan = 17.

2. Matematika Tidak Kreatif dan Tidak Disiplin

Tentu saja kita tidak menginginkan matematika yang tidak kreatif dan tidak disiplin. Runyamnya banyak sekolah kita yang tampaknya berada pada kondisi ini. Guru-guru di sekolah kita jarang yang memperoleh pembekalan secukupnya untuk disiplin matematika. Apalagi pembekalan matematika kreatif, pasti semakin jarang.

Tentu saja pemerintah ikut bertanggung jawab untuk membekali para pendidik – dan peserta didik – dengan matematika yang kreatif dan disiplin.

Wahai Pak Presiden, wahai Pak Menteri, mari kita bangun negeri ini dengan menyebarkan matematika kreatif dan disiplin.

3. Matematika Disiplin Tetapi Tidak Kreatif

Pilihan ini biasanya disukai oleh orang tua tetapi sering dibenci anak-anak. Dari kaca mata orang tua tampaknya keren melihat anaknya terpaksa harus menyelesaikan PR matematika setiap hari yang bertumpuk-tumpuk. Tetapi bagi anak sendiri? Mungkin saja setuju. Tetapi banyak anak yang tampaknya kurang setuju.

4. Matematika Kreatif Tetapi Tidak Disiplin

Pendekatan ini biasanya sangat asyik di awal. Tetapi di akhirnya, kok hanya bergitu?

Pendekatan ini menampilkan matematika bagian-bagian khusus yang magic nya saja. Atau bagian yang mempesonanya saja. Tentu saja hal ini menarik. Tapi tidak cukup untuk membekali anak kita belajar matematika. Pendekatan ini harus berlanjut dengan matematika disiplin.

Sesuai saran Paman APIQ, mari kita kembangkan matematika dengan kreatif dan disiplin!

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)