Selamat hari Raya Idul Fitri 1431 H.
Minal aidin walfaizin.
Mohon maaf lahir batin.
Kel Besar APIQ & agus Nggermanto
Selamat hari Raya Idul Fitri 1431 H.
Minal aidin walfaizin.
Mohon maaf lahir batin.
Kel Besar APIQ & agus Nggermanto
Kita sedang di akhir bulan Ramadhan. Sudahkah kita berhasil meraih takwa? Bagaimanakah agar takwa itu menghiasi diri sepanjang sisa hayat? Apakah kemenangan fitri itu juga kita raih?
Apakah tanda-tandanya?
Paman APIQ menyusun pernyataan logika implikasi yang bernilai benar.
“Jika bertakwa maka (pasti) berkarya.”
Tetapi konvers nya tidak selalu benar.
“Jika berkarya maka (pasti) bertakwa.”
Jadi, berkarya adalah syarat perlu untuk menjadi bertakwa tapi bukan syarat cukup. Syarat apa lagi yang diperlukan agar sebuah karya menjadi ungkapan takwa?
1. Ikhlas. Sang pelaku harus berkarya dengan tulus ikhlas, bersih, suci. Tanpa dikotori tuntutan nafsu. Pun tanpa menuntut balasan pihak lain.
2. Ridho Allah. Tujuan sang pelaku dalam berkarya adalah untuk mendapat ridho Allah semata. Bukan pujian sesama. Bukan meraih kekuasaan. Apalagi mengumpulkan kekayaan. Hanya ridho Allah yang jadi tujuan.
3. Amr Allah. Sang pelaku berkarya karena memang mendapat amr (perintah) Allah.
Puasa Ramadhan sudah jelas adalah perintah Allah melalui Alquran. Secara eksplisit Alquran menyatakan tujuan puasa adalah agar kalian menjadi bertakwa.
Bertakwa yuk…
Berkarya yuk…
Bagaimana menurut Anda?
Salam hangat,
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)
Apakah penghujung akhir ramadhan?
Kita sedang berada di akhir ramadhan. Apakah akhir ramadhan itu?
Akhir ramadhan adalah awal idul fitri. Selamat idul fitri, minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin.
Akhir ramadhan adalah la’alakum tattaquun, agar kalian bertakwa. Yuk tingkatkan takwa kita setelah berlatih sebulan penuh.
Akhir ramadhan adalah kemuliaan. Orang yang paling mulia adalah kalian yang paling bertakwa.
Bagaimana menurut Anda?
Salam hangat,
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)
Keluarga besar APIQ menyampaikan terima kasih kepada tabloid Kontan yang telah memuat liputan artikel tentang APIQ.
Saya yakin liputan APIQ oleh Kontan tersebut sangat berguna bagi masyarakat Indonesia.
Kemarin saya search google dengan kata kunci,
“APIQ Kontan tabloid”
maka artikel APIQ tersebut langsung muncul di halaman pertama.
Selamat mencoba…!
Bagaimana menurut Anda?
Salam hangat,
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)
Berhitung cepat pecahan desimal sebenarnya mudah. Tentu saja syaratnya, menurut Paman APIQ, anak-anak perlu menguasai berhitung cepat bilangan bulat.
Untuk penjumlahan luruskan tanda koma. Untuk perkalian hitung banyaknya angka di belakang koma.
Contoh:
3,11
2,11x
——–
Dengan Bintang Gendut, hasilnya = 65621
Banyaknya angka di belakn koma, 2 + 2 = 4
Hasil akhir = 6,5621 (Selesai).
Prosedur Bintang Gendut adalah,
Bintang 1: 11 x 11 = (1)21
Bintang 2: (3 x 11) + (2 x 11) = 55
Bintang 1: 3 x 2 = 6
Jadi = 65621
Contoh lagi,
4,01
3,12x
——–
???
7,21
3,02x
——-
???
Jawab: 12,5112; 21,7742
Seru kan?
Bagaimana menurut Anda?
Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)
Posted in APIQ
Tagged APIQ, berhitung cepat, berhitung cepat pecahan, matematika kreatif
Akhirnya diskusi Paman APIQ dengan teman-teman doktor ITB membawa wacana batas-batas logika (matematika).
Di manakah batas-batas kita tidak dapat menerapkan logika?
1. Logika tidak dapat menilai diri sendiri.
“Saya adalah pembohong.”
Apakah pernyataan di atas benar atau salah?
Jika benar maka berbohong. Karena berbohong maka tidak benar.
Jika salah maka bukan pembohong. Karena bukan pembohong maka pernyataannya benar.
2. Logika tidak dapat untuk menilai perasaan.
Kita sudah akrab dengan ungkapan, “Cinta tak kenal logika.”
3. Logika tidak dapat untuk menilai panggilan spiritual.
Misal, ketika Nabi Ibrahim mendapat perintah untuk menyembelih putranya maka logika tidak mampu menilainya. Begitu pula kisah Nabi Musa dengan Nabi Khidir.
Namun demikian, meski logika memiliki keterbatasan, logika tetap sangat berguna. Justru karena kita tahu batas-batasnya maka kita dapat memanfaatkan logika dengan bijak. Misalnya logika dapat tetap kita gunakan untuk menganalis 3 perkara di atas dengan “jarak” tertentu.
Karena raket badminton saya tidak dapat saya pakai untuk tenis bukan berarti tidak berguna. Justru karena saya tahu batas-batas raket badminton maka saya dapat memanfaatkannya dengan baik.
Bagaimana menurut Anda?
Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)
Idul Fitri 2010 tampaknya akan jatuh pada hari Jumat 10 September 2010. Metode hisab (perhitungan) Muhammadiyah memastikan 1 Syawal adalah Jumat bertepatan dengan 10 September 2010.
Sedangkan metode pengamatan langsung, ru’yah, yang dipakai NU masih menunggu beberapa hari lagi. Memang masih ada kemungkinan dari pengamatan langsung menghasilkan 1 Syawal adalah hari Kamis 9 September 2010. Bila ini terjadi maka Ramadhan tahun ini adalah 29 hari.
Tentu saja hasil ru’yah dapat saja sama dengan hasil hisab yakni idul fitri bersama-sama 10 September 2010.
Keputusan resmi Pemerintah akan diumumkan malam hari menjelang berakhir Ramadhan.
Mari pererat silaturahim menyambut idul fitri.
Selamat Idul Fitri 1431 H.
Minal aidin walfaizin.
Mohon maaf lahir dan batin.
Salam hangat…
Keluarga Besar APIQ
Posted in Inspirasi
Tagged Idul fitri 2010, penentuan 1 syawal 2010, penentuan idul fitri
Khususnya logika implikasi, logika matematika menyediakan banyak paradoks yang tidak intuitif.
“Jika manusia berkaki 5 maka 2 + 2 = 7.”
Pernyataan di atas bernilai benar tetapi penuh paradoks.
Paman APIQ menyarankan agar kita menghindari atau setidaknya berhati-hati ketika menerapkan logika matematika untuk fenomena alam. Tetapi kita memiliki banyak keleluasaan ketika menerapkan logika matematika untuk kepentingan rekayasa. Misal rekayasa sistem digital, perangkat lunak atau lainnya.
Bagaimana menurut Anda?
Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)
Ketika dalam perjalanan saya mendengarkan radio. Pengisi acara menceritakan tentang sebuah kisah tragis.
“Seorang pengusaha kaya sedang naik pesawat dengan membawa koper. Pada ketinggian lebih dari seribu kaki, ia terkena serangan jantung. Tampaknya serangan jantung itu sangat parah. Bahkan tim medis yang ada di pesawat tidak dapat membantu banyak.
Sang pengusaha bersiap menemui ajal di atas pesawat dengan penuh cemas. Seorang pemuda yang duduk di dekatnya membisikkan kalimat toyibah: Laailaahaillallaah…. ‘Uangku…koperku…” pengusaha itu malah mendekap erat kopernya.
Kembali sang pemuda itu membisikkan kalimat toyibah ke telinga pengusaha. Terulang lagi sang pengusaha menyebut uang dan hartanya. Akhirnya sang pengusaha meninggal dengan melantunkan uang dan harta kekayaan.”
Sang pembawa acara radio menggarisbawahi pentingnya menyiapkan diri untuk menghadapi akhir hayat dengan khusnul khatimah.
Bagi saya sendiri, kisah di atas adalah ironis. Mengapa pekerjaan sehari-hari menjauhkan seseorang dari kehidupan spiritual?
Bukankah pekerjaan adalah jalan kita untuk mengabdi kepada masyarakat yang hakikatnya mengabdi kepada Allah?
Bukankah pekerjaan adalah jalan untuk takwa? Semestinya, semakin rajin kita bekerja sama maknanya dengan kita semakin rajin bertakwa. Dan orang yang paling bertakwa adalah orang yang paling mulia.
Tetapi godaan nafsu dan bisikan setan tidak akan berhenti. Pekerjaan yang mestinya menjadi jalan takwa dapat melenceng menjadi sarana mengumpulkan kekayaan atau pemenuhan hasrat nafsu.
Bagaimana pun kita harus berlindung dari godaan setan atau jeratan nafsu. Mari kita jaga pekerjaan kita agar tetap menjadi jalan mengabdi, jalan takwa. Mari kita jaga bisnis kita agar menjadi sarana bertakwa. Mari kita jaga jabatan kita untuk mengabdi kepada rakyat yang hakikatnya mengabdi ke Allah jua.
Mari memilih menjadi orang mulia dengan jalan takwa.
Ayo…rajin bekerja dan berkarya.
Bagaimana menurut Anda?
Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)
Siapakah orang paling mulia?
Orang paling mulia di sisi Allah adalah di antara kamu yang paling bertakwa.
Setiap orang beriman wajib berpuasa agar bertakwa.
Siapakah orang yang bertakwa itu?
Yaitu orang yang beriman kepada yang ghoib dan mendirikan sholat dan dari sebagian rejeki yang (Kami) karuniakan mereka berinfaq. Dan orang-orang yang beriman kepada apa-apa yang diturunkan kepada Kamu (Muhammad) dan apa-apa yang diturunkan sebelum Kamu. Dan dengan akhirat mereka yakin.
Yang demikian itu mereka mendapat petunjuk dari Tuhannya.
Dan yang demikian itu mereka adalah orang-orang yang beruntung.
Pertanyaan selanjutnya: Apakah yang dimaksud dengan takwa?
Mari tingkatkan terus takwa kita…!
Bagaimana menurut Anda?
Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)