Archive Bulanan: September 2010

Contoh Soal Logika Terbalik Pengurangan

1. Kran Al dapat mengisi penuh kolam dalam waktu 12 menit. Kran Meti dapat mengisi penuh kolam dalam waktu 3 menit. Sedangkan penyedot Geo dapat mengosongkan kolam (dari keadaan penuh) dalam waktu 6 menit. Jika kran Al, kran Meti, dan penyedot Geo dipasang bersama-sama pada kolam maka apa yang akan terjadi?

Apakah kolam akan menjadi kosong? Ataukah kolam akan terisi penuh? Pada menit ke berapa?

Jawab:
Mari kita coba menghitungnya dengan kantong ajaib dari Paman APIQ.

k/12 + k/3 – k/6 = k/w

24/12 + 24/3 – 24/6 = 24/w

2 + 8 – 4 = 24/w
6 = 24/w

w = 4 (Selesai)

Coba pilih k = 12,

12/12 + 12/3 – 12/6 = 12/w

1 + 4 – 2 = 12/w
3 = 12/w
w = 4

Jadi, kolam akan penuh dalam waktu 4 menit.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Logika Berpikiran Terbuka: Implikasi, Korelasi, Sebab Akibat

Bagaimana pun kita tetap sering memanfaatkan logika. Sedangkan berpikiran terbuka lebih penting lagi.

“Jika rajin bekerja maka menjadi kaya.”

Apakah pernyataan di atas bernilai benar?

Tidak mudah membuktikannya. Tetapi teman saya, seorang dosen ITB, menyarankan menggunakan logika kontingensi. Bila kita lengkapi dengan survey maka logika kontingensi ini lebih berguna lagi.

Bagi Paman APIQ logika kontingensi ini membantu kita untuk berpikiran terbuka. Logika ini juga membantu kita memahami logika implikasi, korelasi mau pun sebab akibat.

Mari kita coba menerapkan logika kontingensi untuk menyelidiki hubungan

“rajin kerja dan kaya.”

Logika kontingensi membuka pikiran untuk melengkapi menjadi 4 kasus. Misal,

“rajin kerja dan kaya” = 30%
“rajin kerja dan TIDAK kaya” = 15%
“TIDAK rajin kerja dan kaya” = 5%
“TIDAK rajin kerja dan TIDAK kaya” = 50%

Dengan data di atas kita lebih terbuka menarik kesimpulan.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Kantong Ajaib Aljabar untuk Rumus Logika Aljabar Terbalik

Kantong Ajaib semakin menunjukkan kehebatannya. Kali ini Paman APIQ menggunakan kantong ajaib k untuk persamaan aljabar logika terbalik.

Contoh soal:
Kran Meti dapat mengisi kolam sampai penuh dalam waktu 6 jam. Kran Al dapat mengisi kolam sampai penuh dalam waktu 12 jam. Bila kran Meti dan kran Al digunakan bersama-sama untuk mengisi kolam maka akan penuh dalam ….jam.

Jawab:

k/6 + k/12 = k/w; k = 12

12/6 + 12/12 = 12/w

2 + 1 = 12/w; maka w = 4 (selesai).

Misal pilih k = 24

24/6 + 24/12 = 24/w

4 + 2 = 24/w ; maka w = 4 (selesai)

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Kesaktian Jurus Bintang APIQ untuk Logika Terbalik

Dalam forum training APIQ kemarin saya sempat diskusi dengan Mr. Y tentang aljabar logika terbalik. Tentu saja Mr. Y selalu berpikir bagaimana membantu anak-anak memahami konsep matematika melalui gambar atau permainan. Terima kasih kepada Mr. Y atas berbagai macam idenya.

(a) (b)
….X….
(c) (d)

Dengan gambar Bintang APIQ anak-anak sudah biasa mengalikan, X,

ad + bc

Untuk logika aljabar terbalik, kita akan menggunakan tanda sama dengan, =,

ad = bc.

Contoh soal:

1. Sebuah pekerjaan dapat dilesaikan dalam waktu 12 jam oleh 6 mesin. Jika mesin ditambah menjadi 9 maka pekerjaan dapat diselesaikan … jam.

Jawab:

(12) (b)
…..X….
(9) (6)

b.9 = 12.6
b = 8 jam (Selesai).

2. Sebuah pekerjaan dapat dilesaikan dalam waktu 12 jam oleh 6 mesin. Jika 2 mesin rusak maka pekerjaan dapat diselesaikan … jam.

Jawab:

(12) (b)
…..X….
(4) (6)

4.b = 12.6
b = 18 jam (Selesai).

3. Untuk menyelesaikan suatu pekerjaan selama 72 hari diperlukan pekerja sebanyak 24 orang.
Setelah dikerjakan 30 hari, pekerjaan dihentikan selama 6 hari.
Jika kemampuan bekerja setiap orang sama dan agar pekerjaan tersebut selesai sesuai jadwal semula, maka banyak pekerja tambahan yang diperlukan adalah …

Jawab:
Sisa pekerjaan adalah (72 – 30) hari = 42 hari.

(42) (36)
…..X…..
(c) (24)

c.36 = 42.24
c = 7.4 = 28

Jadi, diperlukan tambahan pekerja 28 – 24 = 4 pekerja (Selesai).

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Training APIQ 30 Oktober 2010: Inovasi Berlanjut

Puji syukur Training APIQ Quantum Angkatan 20 kemarin sukses luar biasa. Training APIQ Angkatan 21 akan kami selenggarakan,

Hari: Sabtu
Tanggal: 30 Oktober 2010
Waktu: 08.30 s.d 20.30 wib
Tempat: Jakarta (Jabodetabek)

Investasi: FREE bagi Anda yang sudah mengikuti training APIQ sebelumnya.Rp 750 ribu bagi peserta baru dan FREE mengikuti training APIQ berikutnya. (Excluded lunch).

Berbagai macam inovasi terbaru matematika kreatif telah kami siapkan untuk Training APIQ Angkatan 21.

1. Permainan Romi (roda milenium) yang telah memukau pada angkatan 20 akan lebih kami sempurnakan di angkatan 21. Permainan sederhana yang seru dan melatih operasi perkalian, penjumlahan, dan pengurangan ini akan bertambah hebat. Paman APIQ sendiri berpikir mungkinkah mengembangkan Romi untuk aljabar atau geometri?

2. Aritmetika berhitung cepat pecahan desimal. Perkalian, kuadrat, akar, kubik dan lain-lain untuk pecahan desimal tampak sulit. Tapi dengan inovasi APIQ kita akan merasakan mudah dan asyiknya pecahan desimal.

3. Bintang Aljabar – Aritmetika Terbalik. Beberapa waktu lalu Paman APIQ telah menulis tentang logika persamaan aljabar terbalik. Kali ini kita akan menikmati persoalan aljabar atau aritmetika logika terbalik dengan jurus Bintang yang asyik.

4. Kantong Ajaib Aljabar Tingkat Lanjut. Kantong Ajaib dasar telah kita perkenalkan. Kantong Ajaib tingkat lanjut akan kita hajar habis pada training angkatan 21 ini.

5. Kombi Tingkat Lanjut. Angkatan 20 telah merasakan asyiknya belajar integral tingkat lanjut dengan bermain-main. Angkatan 21 juga akan merasakan asyiknya belajar matematika tingkat lanjut dengan bermain-main Kombi Milenium. Berbagai macam tema masih terbuka: limit, diferensial, logaritma, statistik, dan lain-lain.

Informasi lebih lengkap, email:

quantumyes@yahoo.com

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Training APIQ 25 September & 01 Oktober 2010

Hari ini, 25 September 2010, APIQ menyelenggarakan Training APIQ Quantum Angkatan ke-20 di APIQ Pondok Gede, Jalan Raya Hankam 58, Bekasi, Jakarta Timur.

Pekan depan APIQ juga akan menyeleggarakan Training APIQ Disiplin Level Menengah.

Program: Training APIQ Disiplin Level Menengah (FGHIJK)
Hari: Jumat
Tanggal: 1 Oktober 2010
Waktu: 08.30 wib – selesai
Tempat: APIQ Centre, Jalan Picung 109 Bandung
Biaya Training: FREE

Persyaratan peserta:

1. Perwakilan dari salah satu Cabang atau Master APIQ
2. Telah mengikuti Training Instruktur APIQ Quantum
3. Telah mengikuti Training APIQ Disiplin Level Dasar
4. Biaya transportasi akomodasi ditanggung masing-masing
5. Berpikiran terbuka

Berbagai macam inovasi terbaru matematika kreatif tetap menjadi catatan kita:

1. Kombi milenium pecahan, lingkaran, dan matematika lanjut
2. Sulap kartu Kiyosaki
3. Kalender meja Komik APIQ
4. Forum InnovU
5. Dan lain-lain

Info lengkap: quantumyes@yahoo.com

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Selamat Datang di Training APIQ Angkatan 20

Dengan syukur dan kerendahan hati kami mengucapkan,

“Selamat datang, selamat berpartisipasi, selamat berkreasi di Training APIQ Angkatan 20.”

Training APIQ akan kita selenggarakan satu hari penuh.

Hari: Sabtu
Tanggal: 25 September 2010
Waktu: 08.30 s.d 20.30 wib
Tempat: APIQ Pondok Gede, Jalan Hankam 58 Pondok Gede

Berbagai macam inovasi matematika kreatif terbaru akan kita bagi bersama dalam forum Training APIQ ini.

Info lengkap: quantumyes@yahoo.com

Terima kasih atas kerja samanya.

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Belajar Memahami Logika Permutasi dan Kombinasi: Test Masuk Perguruan Tinggi

Mari berlatih lagi. Berikut adalah kiriman soal test masuk UI. (Terima kasih kepada Pak Hussain atas soalnya).

2). A dan B pergi menonton konser musik di suatu Stadion yang mempunyai 8 pintu. A dan B masuk dari pintu yang sama, tetapi keluar dari pintu yang berbeda. Berapa banyak cara yang dapat mereka lakukan untuk keluar dari Stadion ini ? (dikutip dari test masuk UI thn 2010 (kode 308).

Jawab:
Banyak cara untuk keluar = 8×7 = 56 (Selesai).

Catatan:
Soal di atas menantang siswa untuk memahami konsep permutasi dan kombinasi. Bagi yang memahami rumus permutasi mereka dapat menghitung dengan,

8P2 = 8!/(8-2)! = 8!/6! = 8.7 = 56 (Selesai).

Tetapi memahami rumus permutasi dan kombinasi tidaklah selalu mudah. Seorang siswa perlu memahami berbagai macam situasi dengan tepat.

Logika permutasi dan kombinasi justru dapat membantu siswa pada tahap ini.

Misal 8 pintu stadion kita beri tanda sebagai pintu 8, 7, …. 1.
A dan B harus keluar dari pintu yang berbeda. (Pintu yang digunakan A berbeda dengan B; Penafsiran lain adalah pintu keluar berbeda dengan pintu masuk)

Misal,
A keluar dari pintu 8 maka B memiliki 7 pilihan pintu yaitu pintu 7, 6,…1. (7 cara)
A keluar dari pintu 7 maka B memiliki 6 pilihan pintu yaitu pintu 6, 5,…1. (6 cara)

Dan seterusnya.
Banyaknya cara adalah = 7 + 6 + 5 + 4 + 3 + 2 + 1 = 28

Mari kita hitung kebalikannya,
B keluar dari pintu 8 maka A memiliki 7 pilihan pintu yaitu pintu 7, 6,…1. (7 cara)
B keluar dari pintu 7 maka A memiliki 6 pilihan pintu yaitu pintu 6, 5,…1. (6 cara)

Dan seterusnya.
Banyaknya cara adalah = 7 + 6 + 5 + 4 + 3 + 2 + 1 = 28

Sehingga banyak cara seluruhnya = 28 + 28 = 56 (Selesai).

Logika berpikir yang baru kita pakai ini cukup menantang akal. Bahkan siswa tidak perlu bingung dengan konsep permutasi atau kombinasi. Logika ini juga sangat bagus bila kita sinergi kan dengan logika deret.

Mari kita coba,

8 = n
7 = n-1

7 + 6 + … + 1 = (n-1) + (n-2) + …+1 = [(n-1) + 1](n-1)/2 = n(n-1)/2

Karena kita menghitung 2 kali, kebalikannya juga maka

[n(n-1)/2] x 2 = n(n-1)

Rumus terakhir ini konsisten dengan rumus permutasi nP2 = n!/(n-2)! = n(n-1).

Bagaimana dengan kombinasi?

Tentu banyaknya kombinasi kurang (lebih sedikit) dari banyaknya permutasi. Misal untuk pertandingan catur adalah kombinasi. A bertanding B sama artinya dengan B bertanding A. Kita hitung sebagai 1 kombinasi. Jadi kita tidak perlu menghitung kebalikannya.

(n-1) + (n-2) + … + 1 = n(n-1)/2

Rumus di atas juga konsisten dengan rumus kombinasi

nC2 = n!/[(n-2)!2!] = n(n-1)/2

Sesuai saran Paman APIQ, mari berlatih lagi. Kembali ke contoh soal test masuk UI di atas.

a) Berapa banyak cara masuk?

Jawab: 8

Karena A dan B harus masuk dengan pintu yang sama maka mereka dapat kita anggap sebagai 1 tim. Pilihan cara mereka masuk adalah melalui pintu 8 atau 7 atau….1 = 8 cara (Selesai).

Kita juga dapat menghitung dengan rumus permutasi atau kombinasi,

8P1 = 8!/(8-1)! = 8!/7! = 8 (Selesai).

b) Berapa banyak cara masuk dan keluar?

Jawab: 8 x 56 = 448

Karena banyak cara masuk = 8
banyak cara keluar = 56

Maka banyak cara masuk dan keluar adalah 8 x 56 = 448.
Cara memasangkan dengan mengalikan seperti di atas kita kenal sebagai Cartesian Product.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Tugas Akhir, Skripsi, Tentang Matematika Kreatif APIQ

Kami bersyukur bahwa APIQ dapat membantu beberapa teman-teman menyelesaikan kuliah. Kami senang karena penelitian tentang APIQ terus berkembang. Banyak penelitian ini merupakan tugas akhir skripsi untuk sarjana.

Saya ingat skripsi pertama tentang APIQ adalah penelitian tentang metode Bintang Aritmetika. Skripsi ini berhasil mengantarkan sang mahasiswa meraih gelar sarjana.

Kemudian para mahasiswa dan peneliti terus mengkaji tentang APIQ.

Beberapa hari kemarin kami menerima sms ucapan terima kasih dari seorang mahasiswa yang telah berhasil meraih gelar sarjana. Skripsi beliau adalah tentang berhitung cepat FPB dan KPK dengan metode APIQ. Selamat…!

Masih banyak tema-tema dari APIQ yang dapat terus kita kembangkan.

Mari terus berkarya…!

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Menebak atau Menghitung Nilai Peluang

Terdapat berbagai macam cara menebak atau meghitung nilai suatu peluang. Paman APIQ mengelompokkan menjadi 2 cara.

1. Cara teoritis.

Cara teoritis banyak kita gunakan ketika belajar peluang dalam matematika. Misal dalam sebuah kantong terdapat 1 kelereng berwarna merah dan 4 kelereng berwarna putih. Meti mengambil 1 kelereng secara acak. Berapa peluang terambil kelereng berwarna merah?

1 kelereng merah di antara total 5 kelereng.

Peluang terambil merah = P (Merah) = 1 dari 5 = 1/5 = 20% (Selesai).

2. Cara Praktis.

Sesuai namanya, cara praktis, mudah kita gunakan secara intuitif sehari-hari. Misal Geo mengambil 1 kelereng dari kantong tertutup kemudian mengembalikan kelereng tersebut ke dalam kantong. Geo mengulang mengambil kelereng sebanyak 100 kali (capek gak ya?) dan dipereoleh hasil:

kelereng merah terambil: 20 kali
kelereng putih terambil: 80 kali

Berapa peluang terambil kelereng merah?

P (merah) = 20 kali dari 100 kali = 20/100 = 20% = 1/5 (Selesai).

Dua cara di atas memiliki keunggulan dan keterbatasan masing-masing. Misal cara teoritis memberi hasil yang tampak lebih meyakinkan. Sedangkan cara praktis tampak lebih mudah mencobanya.

Tetapi dua cara di atas dapat saling melengkapi.

Dari suatu kubus rubik yang diacak-acak, berapakah peluang kubus rubik tersebut solved (tertata penuh)?

Cara praktis tampaknya menjadi tidak praktis. Karena ketika kita mengacak rubik 10 kali hampir pasti rubik pada kondisi tetap acak. Kemudian kita acak 100 kali kondisi rubik tetap acak. Lanjutkan mengacak 10.000 kali, hasilnya? Tetap acak.

Dengan cara praktis di atas kita menyimpulkan bahwa peluang rubik solved,

P (solved) = 0.

Karena kita tidak pernah menemukan rubik pada kondisi solved maka P (solved) = 0. Hasil ini tentu salah. Tetapi sudah mendekati benar.

Cara teoritis akan memberi hasil yang meyakinkan. Dengan menggunakan teori permutasi kita dapat menghitung bahwa kondisi solved adalah 1 kondisi dari jutaan permutasi yang mungkin. Banyaknya permutasi rubik yang mungkin adalah mendekatai 43 juta trilyun.

Jadi, P (solved) = 1/(43 juta trilyun)

Pada kondisi lain, cara praktis banyak membantu kita. Misal dari suatu kantong tertutup kita hanya dapat mengambil 1 kelereng dan kemudian mengembalikannya. Berapakah peluang terambil kelereng putih?

Cara teoritis tampaknya tidak dapat membantu banyak pada situasi ini. Mari kita gunakan cara praktis. Misal kita minta Al untuk mengambil 1 kelereng kemudian mengembalikannya secara berulang-ulang.

Karena Al senang mengambil kelereng, maka Al melakukan pengambilan sampai 1.000 kali (Al memang kurang kerjaan nih…)

Hasilnya:

kelereng putih terambil 20 kali
kelereng merah terambil 80 kali
kelereng biru terambil 900 kali

Jadi, peluang terambil kelereng putih:

P (putih) = 20 dari 1000 = 20/1000 = 2/100 = 2% (Selesai)

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)