Archive Bulanan: Juni 2010

Matematika FIFA Piala Dunia 2010 World Cup

Sedang gencar-gencarnya piala dunia 2010, Paman APIQ sekalian saja bermain matematika kreatif.

Setelah pertandingan Argentina lawan Nigeria, 1 – 0, ada sedikit komentar dari komentator tv yang menarik.

“Bagaimana peluang Argentina ke depan?” tanya presenter.
“Menang dua kali sudah aman,” jawab komentator.

Jawaban sang komentator tersebut seperti benar secara pengalaman. Tetapi bisa salah secara metematika. Wah, matematika jadi terlibat dalam FIFA World Cup 2010 nih?

Paman APIQ memberi sedikit wawasan kira-kira begini.

Anggap Argentina menang 2 kali. Argentina – Nigeria (1 – 0), Argentina – Korea (1 – 0), dan kalah lawan Yunani.
Anggap Korena menang 2 kali juga. Korea – Yunani (2 – 0), Korea – Nigeria (2 – 0).
Anggap Yunani menang 2 kali juga. Yunani – Nigeria (2 – 0), Yunani – Argentina (2 – 0).
Nigeria kalah 3 kali.

Siapa yang lolos dari grup B di atas?
Argentina tidak aman meski menang 2 kali. Mungkin saja yang lolos adalah Korea dan Yunani.

Tetapi, pendapat komentator di atas, secara pengalaman sering benar. Biasanya bila sudah menang 2 kali maka akan lolos masuk babak berikutnya. Tetapi dengan matematika kita tahu lebih jelas kapan aman dan kapan masih tidak aman.

Menang 2 kali pasti aman, pasti lolos bila terjadi hasil seri atau pembagian poin yang merata.

Maksudnya?

Mari bermain matematika lagi.

Dalam 1 grup terdiri 4 tim (negara). Pertandingan menggunakan sistem kompetisi (setengah) yaitu setiap negara pernah bertemu tepat 1 kali. Jadi ada berapa pertandingan dalam 1 grup?

Ya. 6 pertandingan. Secara matematis kita dapat menghitungnya dengan rumus kombinasi 2 dari 4 yaitu,

C = 4!/2!(4-2)! = 3.4/2 = 6 (pertandingan).

Seandainya dalam 1 grup terdiri dari 9 negara maka banyaknya pertandingan adalah,

C = 9!/2!(9-2)! = 9.8/2 = 36 pertandingan. Banyak juga ya…?

Mari kembai pada FIFA 2010.

Dalam 1 grup terdiri 4 negara dan terjadi 6 pertandingan. Dari 4 negara ini akan diambil 2 negara yang akan lolos ke babak berikutnya (16 besar). Perolehan poin, asumsikan, mengikuti aturan menang 3, seri 1, dan kalah 0.

Dari 6 pertandingan maka maksimal poin yang diperoleh adalah,

6 x 3 poin = 18 poin.

Menang 2 kali, misal Argentina, maka memperoleh 6 poin.
Sisa 12 poin. Jika 12 poin ini dibagi rata oleh Korea dan Yunani maka mereka masing-masing juga memiliki 6 poin. Jadi, posisi menang 2 kali tidak menjamin aman.

Tetapi jika 12 poin dibagi agak merata oleh 3 negara maka Argentina aman. Misal Korea 6 poin, Yunani 3 poin, Nigeria 3 poin. Argentina dan Korea aman lolos ke babak berikutnya.

Menang 2 kali juga aman bila terjadi pertandingan seri. Jika terjadi seri , misal 1 kali, maka total poin yang diperebutkan menjadi hanya 17 poin.

5 x 3 poin = 15 poin.
1 x 2 poin = 2 poin.

Total 17 poin.

17 poin – 6 poin = 11 poin (tersisa).

11 poin tersisa ini, bagaimana pun caranya dibagi akan tetap membuat argentina aman lolos ke babak 16 besar.

Misal, Korea menang 3 kali maka memborong 9 poin. Argentina lolos sebagai urutan kedua.
Jika 11 poin dibagi agak merata oleh Korea, Yunani, dan Nigeria justru dapat membuat Argentina menduduki klasemen paling atas di grup B.

Jadi, perlu juga bagi kita mengerti matematika agar lebih seru menikmati FIFA World Cup 2010.

Bagaimana menurut Anda?

Oh ya… up date terakhir FIFA 2010 dapat kita akses di:

http://www.fifa.com/worldcup/standings/index.html?cid=google_onebox

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Bintang Matematika Makin Bersinar: Berhitung Cepat Aritmetika dan Aljabar

Hal-hal di luar dugaan sering saja terjadi. Paman APIQ kagum dengan kekuatan teknik Bintang. Sejak awal, teknik bintang aritmetika adalah bentuk geometri matematika yang banyak membantu. Paman APIQ tahu bahwa teknik bintang sangat membantu untuk aritmetika dan aljabar. Tetapi kehebatan bintang lebih dahsyat dari yang diduga!

Bintang aljabar membantu kita lebih mudah dan lebih paham untuk membentuk polinom tingkat tinggi atau pun memfaktorkan polinom tingkat tinggi.

Contoh, bentuklah polinom yang memiliki akar x = {2, 3, 5}

Jawab:
(x – 2)
(x – 3)
————–x
x^2 - 5x + 6
(x – 5)
————–x
x^3 - 10x^2 + 31x  - 30 (Selesai).

Contoh lagi,
Tentukan akar dari polinom

x^3 - 11x^2 + 38x - 40

Jawab:

x^3 - 11x^2 + 38x - 40
x – 5
——————————– :
x^2 - 6x + 8
x – 2
——————————– :
x – 4

Jadi akar-akarnya adalah x = {2, 4, 5} (Selesai).

Masih banyak lagi kehebatan bintang aljabar. Apalagi dengan bantuan multimedia audio visual maka bintang aljabar benar-benar dahsyat.

Saya berencana berbagi kehebatan bintang aljabar mulai di Training APIQ Quantum,

Tanggal: 17 Juni 2010
Hari : Kamis
Waktu : 08.30 sd 17.30 wib
Tempat : APIQ Pondok Gede, Jalan Hankam 58

Investasi: Rp 750.000,- FREE bagi Anda yang sudah pernah mengikuti training APIQ.

Selamat menikmati semangat, gairah, dan indahnya petualangan matematika kreatif.
Selamat datang di Training APIQ Quantum.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Soal Cerita SD Kelas 5: Dasar-dasar Aljabar

Disiplin aljabar sangat penting bagi putra-putri kita. Paman APIQ pernah terbersit, bagaimana jika memasukkan aljabar dalam kurikulum SD? Ah… bukankah kurikulum SD kita sudah sangat tinggi dibanding kurikulum negara maju?

Kenyataannya, keterampilan dasar aljabar sudah diujikan kepada anak-anak SD bahkan sejak kelas 1. Semakin tinggi kelas maka semakin rumit keterampilan aljabar yang dibutuhkan.

Sekedar contoh aljabar yang muncul di SD kelas 1:
(1)
n + 2 = 5
n = …

Contoh aljabar yang kelas 4,
(2)
Jika luas dari suatu persegi panjang adalah 20 cm persegi dan panjang adalah 5 cm maka berapakah keliling persegi panjang tersebut?

Contoh aljabar lagi untuk kelas 5 atau kelas 6,
(3)
Perbandingan kelereng Al dan Geo adalah 3:4. Jika Al memiliki 57 kelereng maka berapakah seluruh kelereng yang dimiliki Al dan Geo?

Contoh-contoh soal di atas memerlukan keterampilan aljabar untuk menyelesaikannya. Dan masih banyak contoh soal cerita untuk SD yang membutuhkan keterampilan aljabar.

Apa yang dilakukan para siswa atau guru untuk menyelesaikan soal-soal di atas?

1. Coba-coba. Cara coba-coba adalah sah dan benar. Khususnya untuk soal sederhana kita dapat dengan mudah mencobanya. Untuk soal nomor (1) di atas kita dapat mencobanya,

n + 2 = 5
coba n = 2 maka 2 + 2 = 4;
coba n = 3 maka 3 + 2 = 5; (benar; selesai).

Sedangkan untuk soal seperti nomor (2) dan (3) cara coba-coba mulai agak sulit.

2. Keterampilan substitusi. Selama ini kita mengajarkan teknik substitusi mulai siswa SMP. Apakah layak substitusi kita ajarkan untuk anak SD?

3. Keterampilan menyederhanakan persamaan. Untuk dapat melakukan substitusi anak-anak perlu memanipulasi persamaan agar lebih sederhana.

n + 2 = 5
n = 5 – 2
n = 3

Bagaimana kita mengajarkan keterampilan tersebut?

Untuk contoh soal nomor (2),

p x l = 20
l = 20/p
l = 20/5
l = 4

Kemudian melakukan substitusi pada persamaan keliling,

K = 2p + 2l
K = 2.5 + 2.4
K = 10 + 8
K = 18 (Selesai)

Nah… bagaimana cara kita mengajarkan keterampilan substitusi dan manipulasi aljabar tersebut?

4. Keterampilan menguji jawaban akhir. Keterampilan menguji jawaban kadang terlewatkan. Padahal menguji jawaban justru menjadi langkah terpenting. Setelah seorang siswa mengerjakan berbagai macam tugas, pertanyaan akhirnya, apakah jawaban ini sesuai dengan yang dibutuhkan?

5. Pemodelan matematika. Membuat model matematika atau lebih sederhananya membuat kalimat matematika adalah dasar untuk menyelesaikan masalah.

Contoh untuk soal nomor (3)
A/G = 3/4
4A = 3G
A = 3/4 G atau G = 4/3 A

A = 57

Maka,

A + G = 57 + G
=57 + 4/3 A
= 57 + 4/3 57
= 57 + 76
= 133 (Selesai)

Tentu saja bagi yang sudah berpengalaman dapat menggunakan logika perbandingan dengan lebih cepat.

3x = 57
7x = … = 7(57/3) = 133 (Selesai).

Jadi, pertanyaan besar yang harus kita cari jawabannya,

“Bagaimana cara mengajarkan aljabar kepada anak-anak kita?”

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Quick Count Quadrat: Berhitung Super Cepat

Keandalan Quick Count telah diakui masyarakat secara luas. Perhitungan pemilu atau pilkada yang memerlukan waktu berhari-hari untuk menyelesaikan secara konvensioanal, dengan quick count hanya satu jam sudah beres.

Bagaimana dengan Quick Count Quadrat?

Pasti hebat. Quick Count (QC) yang asli saja sudah hebat. Apalagi versi kuadratnya pasti semakin hebat. Quick Count Quadrat sedikit berbeda dengan QC yang asli. Bila aslinya QC adalah untuk menghitung cepat data statistik maka QC kuadrat adalah berhitung cepat untuk belajar matematika.

Tampaknya Paman APIQ berniat menyusun buku khusus yang akan membahas QC kuadrat. Beberapa tema penting yang akan dibahas, di antaranya adalah:

1. Kuadrat istimewa; setiap anak menyukai hal-hal istimewa. Demikian juga dalam kuadrat banyak hal istimewa yang sangat menarik bagi anak-anak kita.

2. Bintang aritmetika kuadrat; Jurus Bintang adalah andalan Paman APIQ. Jurus Bintang sangat ampuh untuk menghitung kuadrat. Apalagi saat ini Paman APIQ telah mengembangkan jurus bintang kecil dan bintang gendut.

3. Akar kuadrat dan kubik; Menarik akar seperti tugas yang berat. Tetapi dengan menggunakan metode APIQ, menarik akar akan menjadi hal yang indah.

4. Persamaan Kuadrat menjadi mudah dengan Bintang Aljabar; Rasakan keampuhan bintang aljabar untuk memahami dan menyelesaikan persamaan kuadrat. Siswa SMP dan SMA akan banyak memperoleh manfaat dari Bintang Aljabar.

5. Integral fungsi kuadrat; Integral? Tidak sesulit dulu lagi. Gunakan metode APIQ maka menghitung integral persamaan kuadrat menjadi sangat menyenangkan.

6. Integral kuadrat trigonometri; Sudah integral, trigonometri lagi! Jangan kuatir… Gunakan metode APIQ bikin kita ketagihan mencari soal lagi.

7. Berbagai macam tips menyelesaikan soal UN dan USM. Pasti seru!

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat,
(angger; agus Nggermanto: Pediri APIQ)

Aljabar Persamaan Garis Lurus yang Membedakan

Persamaan garis lurus adalah bentuk aljabar dasar yang sangat penting. Bagi siswa yang menguasai aljabar persamaan garis maka ia akan mudah mempelajari aljabar pada tingkat selanjutnya. Sedangkan siswa yang tidak menguasai aljabar persamaan garis maka akan cukup sulit mempelajari aljabar pada tingkat selanjutnya.

Di saat yang sama, orang tua siswa juga sudah tidak mudah lagi mendampingi anak-anaknya belajar persamaan garis. Mengapa? Karena persamaan garis mulai banyak menggunakan konsep-konsep abstrak seperti variabel, sumbu x, koefisien, gradien, sejajar, tegak lurus, dan lain-lain.

Dengan pertimbangan untuk memudahkan mempelajari aljabar persamaan garis, Paman APIQ membuat berbagai macam pendekatan. Semakin banyak berlatih maka akan semakin mahir.

A. Temukan 3 persamaan garis lurus yang sejajar dengan y = 5x + 1.

B. Temukan 3 persamaan garis lurus yang tegak lurus dengan y = 5x + 1.

C. Temukan 3 persamaan garis lurus yang sejajar dengan 2x + 3y – 5 = 0.

D. Temukan 3 persamaan garis lurus yang tegak lurus dengan 2x + 3y – 5 = 0.

Berikut ini lebih menantang…

1. Tentukan persamaan garis yang sejajar dengan 3y + 4x – 5 = 0 dan melalui titik potong 2x + 3y = 6 dengan 4x + 3y = 12.

2. Tentukan persamaan garis yang tegak lurus dengan 3y + 4x – 5 = 0 dan melalui titik potong 2x + 3y = 6 dengan 4x + 3y = 12.

3. Tentukan persamaan garis yang sejajar dengan 3y + 2x – 5 = 0 dan melalui titik potong 2x + 3y = 6 dengan 4x + 3y = 12.

4. Tentukan persamaan garis yang tegak lurus dengan 3y + 2x – 5 = 0 dan melalui titik potong 2x + 3y = 6 dengan 4x + 3y = 12.

Dapatkah Anda melihat jawabannya hanya dengan sekilas?
Ayo…pasti bisa!

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pediri APIQ)

Berhitung Cepat Bintang Aljabar Semakin Bersinar dengan Konjugasi

Banyak anak cukup terbebani dengan konsep aljabar yang abstrak. Tetapi jangan khawatir. Paman APIQ telah memperkenalkan jurus BINTANG ALJABAR yang menjadikan aljabar lebih jelas.

Bintang aljabar pada awalnya akan memanfaatkan bentuk-bentuk bintang 2:

I X I.

Dengan mengenal bentuk-bentuk konjugasi maka bintang aljabar semakin bersinar. Misal kita mendefinisikan konjugasi dari a + b adalah a – b.

a + b
a – b
———x
a^2 - b^2

Mari kita manfaatkan untuk menghitung segitiga siku-siku (Pythagoras). Diketahui segitiga siku-siku sisi miring 17, sisi yang lain 15. Berapa panjang sisi yang ketiga?

17^2 - 15^2 = x^2

Tentu kita dapat menghitung langsung. Tetapi lebih menarik bagi kita bila kita uraikan mejadi pasangan konjugasi sesuai bintang aljabar.

x^2 = 17^2 - 15^2

= (17 + 15)(17 – 15) = (32)(2)

Jadi kita peroleh x = 8 (Selesai)

Untuk bilangan yang lebih besar akan semakin terasa manfaat bintang aljabar: I X I.

Diketahui segitiga siku-siku sisi miring 122 dan sisi lainnya 120. Tentukan panjang sisi yang ketiga.

x^2 = 122^2 - 120^2

= (122 + 120)(122 – 120)
= (242)(2) = 484

Jadi kita peroleh x = 22 (Selesai).

Sedikit contoh tentang bilangan kompleks konjugasi juga akan menambah bersinarnya bintang aljabar. Mari kita definisikan konjugasi bilangan kompleks a + ib adalah a – ib. Bagaimana hasil kali pasangan konjugasi bilangan kompleks?

a + ib
a – ib
———-x
a^2 - (ib)^2

= a^2 + b^2

Dengan mengenal konsep segitiga ganjil dan segitiga genap maka hasil kali pasangan konjugasi bilangan komplek menjadi lebih asyik.

(5 + 12i)(5 – 12i) = … … … ?

Dengan bintang aljabar kita tahu hasilnya adalah,

c = 5^2 + 12^2

c = 169 (Selesai).

Contoh lagi,

(9 + 40i)(9 – 40i) = …. …. …?

c = 9^2 + 40^2
c = 1681 (Selesai).

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Bertabur Bintang Lagi: Training APIQ 17 Juni 2010

Selamat datang dan selamat bergabung dalam training APIQ,

Hari: Kamis
Tanggal: 17 Juni 2010
Waktu: 08.30 sd 17.30 Wib
Tempat: APIQ Pondok Gede, Jalan Hankam 58, Jakarta

Investasi: Rp 750.000; FREE mengikuti training APIQ selanjutnya

Training APIQ Angkatan 17 ini tampaknya akan bertabur bintang lagi. Karena Paman APIQ dan keluarga besar APIQ banyak berinovasi di teknik Bintang. Baik bintang aritmetika mau pun bintang aljabar.

Bintang aritmetika telah membantu kita untuk berhitung cepat dan mudah. Kini teknik bintang berkembang menjadi bintang kecil dan bintang gendut. Dengan cara itu kita semakin mudah menghitung perkalian, pembagian, kuadrat, dan akar kuadrat dengan teknik bintang. Kita dapat menghitung akar baik rasional mau pun irasional.

Bintang aljabar adalah inovasi lanjutan dari bintang aritmetika. Simbol-simbol aljabar yang tampak abstrak menjadi mudah dengan bintang aljabar.

Misal kita akan dengan mudah memecahkan persamaan kuadrat dengan bintang aritmetika. Baik untuk memfaktorkan dan menemukan akar persamaan kuadrat atau pun untuk membentuk persamaan kuadrat yang dibutuhkan.

Lagi pula Paman APIQ telah menyiapkan permainan Kombi Kamil yang membuat bintang aljabar semakin bersinar.

Dengan bintang aljabar, sifat-sifat konjugasi semakin jelas manfaatnya. Sebelumnya, kita menggunakan istilah konjugasi untuk jurus-jurus Rubik. Kita akan memanfaatkan bintang aljabar untuk menikmati kehebatan pasangan konjugasi semisal bilangan irasional konjugasi atau komplek konjugasi.

Lagi-lagi semua telah tersedia permainannya berupa Kombi Kamil yang seru. Seperti biasa… Algeometi akan tetap setia menemani kita dalam setiap training APIQ Quantum.

Selamat bergabung…!

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Video Heboh Mirip Luna Maya Ariel Peter Pan dan Pembuktian Matematika

Video heboh semakin heboh. Melibatkan artis-artis papan atas seperti Luna Maya dan Ariel Peter Pan.

Lalu apa hubungan video heboh dengan matematika?

Karena akhir-akhir ini saya sedang membahas keterampilan membuktikan dalam matematika maka mari kita gunakan video heboh ini sebagai studi kasus.

Apakah video heboh itu benar-benar Luna Maya dan Ariel Peter Pan?

Mari kita buktikan kebenarannya atau kebohongannya.

Dalam matematika kita banyak membuktikan suatu teorema atau suatu penemuan.

Apakah p adalah bilangan rasional? Buktikan!

Bukan tugas mudah membuktikan bahwa p adalah bilangan rasional atau irasional. Tetapi kadang-kadang kita memperoleh informasi tambahan. Misal 3p adalah bilangan genap.

Selanjutnya dengan logika implikasi atau silogisme kita dapat menarik kesimpulan yang sah.

Jika 3p genap maka p adalah genap.
Jika p genap maka p adalah bilangan bulat.
Jika p adalah bilangan bulat maka p adalah bilangan rasional. (Terbukti)

Mari kembali ke permasalahan awal,

“Apakah video heboh itu asli Luna Maya dan Ariel Peter Pan?”

Bukan tugas mudah untuk membuktikannya. Tetapi Luna dan Ariel memiliki peluang besar untuk membuktikan kebohongan video tersebut. Luna dan Ariel tinggal memberi pernyataan berikut maka selesai sudah permasalahan.

“Saya adalah pemeluk agama yang taat.”

Mengapa selesai? Mari kita gunakan logika implikasi atau silogisme seperti sebelumnya.

Jika pemeluk agama yang taat maka tidak mungkin berzina.
Jika ada isu bahwa pemeluk agama yang taat berzina maka pasti tidak benar.
Jika ada video pezina yang mirip dengan pemeluk agama yang taat maka video tersebut hanya mirip. Pasti bukan pemeluk agama yang taat itu.

Jadi Luna dan Ariel mempunyai kesempatan besar untuk membuktikan kebohongan video heboh itu hanya dengan pernyataan sederhana di atas. Secara logika matematika pembuktian di atas adalah sah.

Bagaimana jika Luna atau Ariel tidak berani menyatakan bahwa diri mereka adalah pemeluk agama yang taat?

Nah… itu urusan yang semakin seru lagi!

Bagaimana menurut Anda?

Menghitung Cepat Perkalian 6

Tentu kita tahu, Algeometi juga tahu, bahwa

6 = 5 + 1.

Sehingga perkalian dengan 6 sama saja perkalian dengan 5 + 1.

42 x 6 = … = 252
44 x 6 = … = 264
82 x 6 = … = 492

Bagaimana caranya?

42 x 5 = 210
42 x 1 = 042
———————+
………. = 252

Jadi tambahkan 1/2 kanannya.
46 x 6 =
Tulis 6 = 6 + 1/2.0
Tulis 7 = 4 + 1/2.6
Tulis 2 = 0 + 1/2.4
Jadi, 276.

482 x 6 = …?
2 = 2 + 1/2.0
9 = 8 + 1/2.2
8 = 4 + 1/2.8
2 = 0 + 1/2.4
Jadi, 2892.

Bagaimana menurut Anda?

Salam…

Menghitung Cepat Perkalian 5

Algeometi bersama Paman APIQ bermain berhitung cepat perkalian 5.

428 x 5 = …?

“2140, ” jawab Al.

442288 x 5 = ….?

“2211440, ” jawab Geo.

8428448 x 5 = …?

“42142240, ” jawab Meti.

Bagaimana caranya?

“Bagi 2 tambahkan 0,” jawab Algeometi serentak.

Bagaimana menurut Anda?