Archive Bulanan: April 2010

Jenis-jenis Permainan Matematika Kreatif APIQ

Paman APIQ membagi permainan APIQ menjadi dua bagian. Tetapi setelah seiiring waktu, Paman APIQ mengelompokkan permainan matematika kreatif menjadi 3 macam.

A. Abadi
Permainan matematika kreatif yang bersifat abadi. Maksudnya permainan ini dapat kita lakukan secara berulang-ulang dan tetap asyik. Contohnya seperti kombi milenium.

Dalam kehidupan sehari-hari, sepak bola adalah contoh permainan abadi. Meski seseorang sudah berkali-kali main bola tetap saja kita menyukainya.

B. Berbasis Pengetahuan
Jenis ini adalah permainan seru. Menjadi lebih seru lagi karena ketidakseimbangan ilmu pengetahuan. Maksudnya beberapa orang telah menguasai ilmunya sementara sebagian yang lain belum menguasainya.

Ilmu pengetahuan dalam permainan ini biasanya ilmu logika, matematika dan sains. Contoh permainan ini adalah Pangeran Aritmetika, menebak pikiran orang, berhitung cepat deret Fibonaci, dan lain-lain.

C. Cara Trik
Namanya saja trik. Permainan jenis ini memanfaatkan trik-trik khusus. Para pesulap banyak memanfaatkan cara trik. Bila kita kombinasikan dengan ilmu pengetahuan maka cara trik akan tampil mempesona.

Contoh permainan trik adalah menebak angka yang dicintai, berhitung cepat pasangan, dan lain-lain.

Ayo… terus bermain matematika kreatif. Makin seru…!

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Model Sistem Menggeser Beban: Solusi Matematika Kreatif APIQ

Kira-kira 10 tahun yang lalu saya terpesona dengan buku Learning Organisation (Five Disciplines) karya Peter Senge. Saya sendiri selalu tertarik dengan beragam tema pembelajaran. Peter Senge dengan bagus membahas pembelajaran dalam konteks organisasi.

Salah satu topik yang menarik buat saya adalah Peter Senge memanfaatkan model-model sistem untuk menjelaskan suatu fenomena. Model “menggeser beban” sering kita jumpai dalam dunia nyata. Sesuai namanya, model “menggeser beban” tampak seperti menguntungkan. Karena bebannya telah digeser. Tetapi dalam jangka panjang, beban yang digeser tersebut dapat menjadi beban yang lebih berat.

Maksudnya?

Marilah kita ambil contoh beberapa proses belajar matematika. Paman APIQ mengamati bahwa proses belajar matematika dengan cara konvensional penuh beban. Tentu saja anak-anak merasa terbebani dengan cara belajar konvensional dan memaksa siswa harus memahami matematika.

Tetapi anak-anak memiliki cara kreatifnya sendiri untuk menangani beban belajar matematika ini. Salah satu cara cerdik untuk mengatasi beban belajar matematika adalah dengan menghafal matematika.

Proses menghafal atau memori lebih ringan dari proses memahami konsep matematika. Anak yang cerdik menghafal matematika tersebut akhirnya berhasil masuk perguruan tinggi favorit di Indonesia, sebutlah ITB. Masalah mulai muncul…

Ketika anak itu kuliah di ITB belajar kalkulus maka ia terbebani berat. Karena belajar matematika kalkulus di ITB tidak dapat hanya dengan dihafal. Tetapi membutuhkan pemahaman konsep yang baik.

Anak di atas adalah contoh “menggeser beban”.

Sementara siswa lain yang ketika SMA belajar matematika dengan cara pemahaman kreatif maka ketika belajar kuliah kalkulus di ITB justru berkembang pesat. Paman APIQ senantiasa terus berinovasi untuk menemukan cara-cara kreatif agar anak-anak lebih mudah belajar dan memahami matematika.

Contoh menggeser beban tidak hanya berlaku untuk usia SMA. Bahkan usia anak-anak TK atau SD pun juga terjadi. Misal anak-anak, awal SD, cukup sulit memahami penjumlahan belasan. Maka jalan pintas menggeser beban banyak menjadi alternatif. Suruh saja anak-anak sekedar untuk menghafalnya. Beban akan muncul kembali kelak di kelas 4 atau 5 SD.

Paman APIQ juga sering memperhatikan tema geometri. Mengapa luas segitiga adalah setengah alas kali tinggi?
“Ya memang begitu rumusnya!”
Contoh menggeser beban lagi.

Untuk dua contoh di atas Paman APIQ telah menyiapkan beragam media untuk meringankan beban anak belajar memahami konsep matematika. Misal untuk penjumlahan belasan, Paman APIQ telah menyiapkan onde milenium dan kartu milenium yang membantu anak-anak menguasai konsep matematika dengan menyenangkan.

Sedangkan untuk geometri segitiga, Paman APIQ juga telah banyak menyediakan mainan dan lembar belajar yang meringankan anak-anak menguasai konsep geometri matematika.

Paman APIQ tidak berusaha untuk menggeser beban. Tetapi berusaha untuk meringankan beban. Lebih tepatnya meningkatkan daya angkat siswa sehingga siswa merasa lebih ringan. Berbagai inovasi pembelajaran matematika kreatif APIQ bertujuan meningkatkan daya angkat siswa terhadap beban tugas siswa.

Laksana mesin dapat membantu kita memindahkan beban yang berat. Bukan ukuran beban yang lebih ringan. Tetapi kemampuan daya angkat kita yang meningkat dengan memanfaatkan mesin. Mungkin saja malahan beban lebih berat tetapi terasa ringan karena daya angkat telah meningkat.

Akhir-akhir ini Paman APIQ menekuni permainan kubus Rubik. Hasilnya?

Mainan Rubik dapat kita gunakan untuk mengajarkan konsep aljabar abstrak yang biasanya menjadi materi kuliah tingkat S2 atau tingkat akhir. Dengan Rubik yang sudah diinovasi Paman APIQ konsep aljabar abstrak bahkan dapat dipelajari oleh anak-anak usia SD. Asyik kan…?

Jadi, saran Paman APIQ,

“Berhati-hatilah dengan situasi menggeser beban. Lebih baik tingkatkan daya angkat kita.”

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

900 Kecurangan di UN 2010, Termasuk Bocoran: Bagaimana UN 2011?

Mau log in ke yahoo… e ada berita:

Ditemukan 900 Kecurangan di UN 2010

Liputan6.com, Bandung: Kementerian Pendidikan Nasional RI menemukan 900 temuan kecurangan selama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk tingkat sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah pertama (SMP) 2010. Sekitar 200 di antaranya adalah temuan mengenai bocoran kunci jawaban.

Silakan baca selengkapnya di yahoo.

Bagaimana menurut Anda?
Bagaimana dengan UN 2011?

Saya telah lama menuliskan peringatan keras tentang hal ini.

Kecerdasan Tertinggi Manusia: Membedakan Evaluasi dengan Observasi

Dalam Learning Day kemarin saya mengangkat isu evaluasi dan observasi. Paman APIQ sudah jauh-jauh hari mengingatkan bahwa keterampilan observasi tanpa mencampuradukkan dengan evaluasi adalah keterampilan penting untuk hidup bahagia. Kenyataannya, dalam kehidupan profesional pun keterampilan ini sama pentingnya.

Kemarin saya belajar dalam dua sesi. Sesi pertama saya membimbing dan belajar bersama para konsultan muda – usia. Dalam sesi ini saya meminta para konsultan untuk bekerja dalam beberapa kelompok. Kemudian kelompok tersebut memberikan presentasi di depan. Sedangkan kelompok lain mengikuti presentasi dengan seksama dan bertugas untuk siap-siap memberikan feedback.

Pada sesi kedua saya membimbing dan belajar bersama para konsultan senior. Kali ini saya meminta para konsultan senior untuk bekerja secara individu. Lalu seorang konsultan akan maju ke depan memberikan presentasi. Sementara itu konsultan lain mengamati dan bersiap untuk memberi feedback.

Di situlah letak serunya belajar memberi feedback. Saya menekankan bahwa semua orang bebas memberi feedback dengan syarat bahwa feedback tersebut adalah observasi bukan evaluasi.

Kami belajar banyak… perlu usaha keras untuk benar-benar dapat mengamati dan tanpa menilai.

Paman APIQ sendiri sering mengingatkan bahwa banyak orang dapat terjebak mengevaluasi anak-anak dengan buru-buru. Ada seorang anak yang dinilai tidak berbakat matematika misalnya. Tetapi Paman APIQ justru lebih yakin dengan teorinya bahwa semua anak adalah cerdas. Termasuk setiap anak cerdas matematika.

Ketika Paman APIQ menemui seorang anak yang dianggap lemah matematika maka Paman APIQ akan meminta agar semua bersabar untuk tidak buru-buru memberi penilaian final kepada anak. Keluarga besar APIQ kemudian mengajak anak tersebut bermain onde milenium, super marble, kombi milenium, sulap matematika dan lain-lain.

Hasilnya?

Setelah beberapa minggu beberapa orang mulai ragu dengan penilaian semula. Mereka mulai melihat bahwa anak itu menunjukkan bakat matematika. Dengan keyakinan penuh, kita dapat mendukung anak tersebut akhirnya menunjukkan bakatnya dalam matematika dengan gayanya sendiri.

“Tugas kita adalah mengamati untuk kemudian mendukung anak kita. Bukan mengevaluasi lalu melampiaskan kekesalan,” kata Paman APIQ.

Seorang bijak dari India pernah mengatakan, “Kemampuan mengamati tanpa menilai adalah bentuk kecerdasan tertinggi manusia.”

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Perlukah Menulis Buku Tentang Aljabar Abstrak?

Saya memang suka menulis. Saya beruntung ada teknologi blog sehingga menulis menjadi sangat mudah. Di dalam blog saya ini telah terdapat lebih dari 1.234 artikel. Saya sendiri heran betapa banyaknya artikel yang telah saya tulis.

Empat buku saya juga sudah berada di pasaran. Dan hampir semua buku saya pernah menjadi best seller. Terima kasih kepada rakyat Indonesia. Saat ini 2 naskah buku saya sedang dalam proses penerbitan – semua tentang inovasi pembelajaran matematika kreatif APIQ. Sedangkan di komputer saya terdapat puluhan naskah buku yang sedang saya garap. Mohon doanya…

Ketika bermain-main dengan Al, Geo, Meti, Paman APIQ terpikir, “Perlukah saya menulis buku tentang Aljabar Abstrak?”

Mengapa?

Karena Paman APIQ telah menemukan media permainan untuk memperkenalkan aljabar abstrak. Permainan ini sederhana dan ada hampir di seluruh kota. Permainan ini bernama kubus Rubik!

Paman dan keluarga besar APIQ telah berinovasi mengembangkan aturan-aturan main tertentu yang asyik yang sekaligus mengajarkan konsep-konsep penting aljabar abstrak.

Tetapi buku aljabar abstrak akan ditujukan untuk siapa?

Selama ini aljabar abstrak hanya diajarkan untuk mahasiswa tingkat pasca sarjana. Atau setidaknya hanya diajarkan kepada mahasiswa tingkat akhir saja.

Bagaimana menurut Anda bila tersedia buku aljabar abstrak yang asyik dengan permainan?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ

Inovasi Permainan Matematika Beregu untuk Training 24 April 2010 di Bandung

Berbagai macam inovasi telah kami siapkan untuk trainig APIQ Quantum Angkatan 15,

Hari: Sabtu
Tanggal: 24 April 2010
Tempat: Bandung Kota APIQ

Salah satu inovasi paling seru adalah modifikasi terakhir permainan matematika super marble, kombi milenium dan tepuk matematika. Selama ini kita memainkan beragam permainan matematika kreatif tersebut secara perorangan. Kini keluarga besar APIQ telah menginovasi permainan matematika tersebut menjadi permainan beregu.

Permainan beregu mirip kejuaraan Piala Thomas dan Uber dalam badminton. Pasti sangat seru memainkan super marble dan kombi secara beregu!

Tepuk matematika beregu akan berlangsung secara bertahap. Tantagan awal cukup ringan: tepuk kelipatan 3. Berikutnya mulai menantang tepuk selisih 3 atau selisih 4. Dan tantangan terakhir adalah tepuk bilangan prima atau tepuk bilangan kompo. Makin seru!

Permainan kubus Rubik juga telah kami inovasi menjadi permainan beregu yang seru. Karena Paman APIQ telah mengenalkan konsep bilangan jam 3an untuk Rubik maka sangat cocok Rubik dimainkan sebagai kejuaraan beregu.

Dan masih banyak inovasi-inovasi matematika kreatif lainnya yang sangat asyik.

Selamat berpartisipasi dalam Training APIQ Quantun Angkatan 15 di Bandung.

Info dan pendaftaran silakan hubungi:
quantumyes@yahoo.com

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Kibarkan Prestasi Sang Merah Putih dengan Produktif

Paman APIQ sangat perhatian agar hidup kita produktif. Jangan bangga bila hidup hanya konsumtif. Tetapi mari dengan bangga kita ciptakan Indonesia sebagai negara produktif.

APIQ sendiri adalah karya produktif dari anak bangsa Indonesia.

Solusi Rubik metode Sang Merah Putih juga karya produktif anak bangsa Indonesia. Metode ini dengan kreatif menyusun Rubik menjadi berwarna merah putih sesuai warna bendera kita.

Sang Merah Putih menerapkan teori bilangan jam yang merupakan subgroup dari group of all permutation. Bilangan jam menerapkan permutasi simetri putar tetapi meninggalkan permutasi simetri lipat.

Dengan mengambil tokoh Al, Geo, Meti maka permutasi bilangan jam menjadi lebih seru.

Karya produktif lainnya lagi adalah Super Marble dan Kombi Milenium. Kemarin, keluarga besar APIQ bekerja sama dengan Sekolah Attaqwa membuka lomba Super Marble dan Kombi Milenium. Lomba ini berlangsung dengan meriah, seru, dan asyik!.

Satu misi telah dicapai oleh super marble dan kombi milenium: berhasil memperkenalkan matematika sebagai petualangan kreatif yang asyik. Selama ini matematika selalu dianggap hanya serius. Hanya cocok bagi mereka yang berotak cemerlang.Tetapi super marble dan kombi berhasil meyakinkan bahwa matematika itu cocok untuk setiap orang. Matematika cocok untuk Anda dan anak Anda.

Paman APIQ sendiri terus berinovasi memperbaiki tampilan super marble dan kombi. Pemanfaatan post-it note terbukti efektif. Kantong atau botol transparan juga menjadi inovasi baru sebagai tempat menyimpan super marble.

Ayo… Kibarkan Sang Merah Putih dengan prestasi…!

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Teori-teori yang Membantu Praktek Matematika

Teori sangat penting.Tetapi kadang teori terasa abstrak melangit. “Ah… teori…” kata sebuah iklan yang tidak menghargai teori.

Praktek, di sisi lain mendapat benyak kehormatan. Tetapi apa arti sebuah praktek tanpa teori. “Bagai berlayar tanpa kompas,” kata seorang tokoh menggambar praktek tanpa teori.

Paman APIQ memang menekankan pentingnya teori dan praktek. Khususnya teori harus mendapat perhatian khusus. “Kita harus mengemas teori agar menarik bagi putra-putri kita,” kata Paman APIQ.

Group of permutation adalah teori penting menurut Paman APIQ. Tetapi baru kali ini Paman APIQ menemukan permainan yang asyik untuk mengenalkan teori aljabar abstrak: group of permutation.