Archive Bulanan: April 2010

Pesona Group of Permutation Kubus Rubik

Misal G = {I, A, B, C} dan H = {I, K, L, M}

Berdasar teori himpunan maka, dengan mudah,

G U H = {I, A, B, C, K, L, M}

Hasil gabungan dari himpunan G dan H adalah himpunan yang lebih besar
dengan banyaknya anggota 7.

Tetapi apa hasil G U H bila kita memandangnya sebagi grup permutasi?
Berapa ukuran dari grup tersebut?
Atau dalam istilah aljabar abstrak, berapa order of group?

Bukan 7, bukan 8, bukan pula 16.

Tetapi order dari grup tersebut lebih dari 100. Bahkan saya tebak
lebih dari 1. 000. Bahkan saya lebih yakin bahwa order dari grup
tersebut lebih dari 1 juta.

Kok bisa?

Bayangkan saja G adalah grup permutasi dari putaran Rubik bidang atas.
Sedangkan H adalah grup permutasi dari putaran Rubik bidang kanan.

Berapa macam putaran yang dapat dihasilkan bidang atas dan kanan?
Ribuan bahkan jutaan.

Tetapi tantangan menjadi lebih ringan bila G adalah bidang atas dan H
adalah bidang bawah.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ

Inovasi Sang Merah Putih Makin Berkibar

Awal berkenalan dengan permainan kubus Rubik memang mengasyikkan. Lebih dekat lebih penasaran. Semakin dekat lagi malah membosankan. Mengapa?

Awalnya Rubik asyik karena menantang logika dan kreativitas. Tetapi ketika kita mendalaminya berubah menjadi menghafal atau memori berbagai macam algoritma. Tentu saja berbeda bobot antara tantangan logika dengan tantangan memori. Meski pun keduanya sama-sama memiliki peran penting.

Orang belajar Rubik biasanya berkenalan dengan metode lapis demi lapis (layer by layer). Bila ingin lebih hebat maka meningkat ke metode CFOP (karya Fridrich) yang perlu menghafal lebih dari 100 algoritma. Bila ingin lebih hebat lagi maka belajar metode ZB yang perlu menghafal 1.000 algoritma lebih.

Seperti biasa, Paman APIQ memiliki ide lain.

“Cobalah kamu belajar dari sudut pandan yang berbeda.”

Benar juga. Kami mulai belajar metode Lars Petrus yang terkenal karena paling intuitif. Saya menyebut metode Petrus menggunakan pendekatan kubus demi kubus.

Metode Ryan Heise juga menarik. Ryan Heise juga mengembangkan metode yang intuitif. Saya menyebut pendekatan Heise menggunakan blok demi blok.

Saya tertarik juga metode “corner first” khususnya dari kelompok Waterman dan kawan-kawan. Metode ini berlawanan dengan pendekatan lapis demi lapis yang juga “edge first”.

Sampai di situ saya bergembira sambil berkecil hati.

“Semua yang perlu ditemukan tentang Rubik telah ditemukan orang,” pikir saya.

Jadi buat apa repot-repot bermain Rubik terus?

Tetapi Paman APIQ memiliki pandangan yang berbeda,

“Selalu ada kesempatan untuk berinovasi!”

Saya kembali mendalami Rubik untuk berinovasi mencoba saran Paman APIQ. Lahirlah inovasi “Sang Merah Putih” yang bebas merdeka terus berlanjut.

Apa saja inovasi metode “Sang Merah Putih”?

1. Secara geometris mengembangkan pendekatan tiang demi tiang.

2. Notasi fungsi yang khas. Misal untuk menulis invers K umumnya digunakan K’ atau Ki. Sang Merah Putih lebih sering menggunakan notasi H.

3. Asli berbahasa Indonesia. Seperti hal biasa: bahasa Indonesia. Tetapi ternyata dampaknya luar biasa. Bahasa Indonesia memiliki berbagai keunggulan berhubungan dengan memori.

4. Menggunakan pendekatan bilangan jam untuk tingkat akhir (LL: last layer). Pendekatan bilangan jam menjanjikan penyelesaian Rubik yang kreatif dan sederhana dengan mengenali pola.

5. Mengenalkan berbagai jurus yang lucu. Misal jurus Kah, Haji, dan Mama. Sekarang berkembang jurus Tante dan Saudara.

Jurus Tante:
(Tan Te Ah Tan Te) A Ah (Tan Te Ah Tan Te)
Tan Te E Tan (Wah Wah Tan Wah Wah) Ah Tan Te

Jurus Saudara Kembar:
K E (U A) H E I (A)

Dan masih banyak inovasi yang lainnya.

Mari terus kibarkan “Sang Merah Putih” dengan inovasi, kreasi, dan prestasi.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Belajar Berpikir Cara Berpikir

Ketika masih muda Paman APIQ senang belajar berpikir cara berpikir. Siang tadi ketika mengikuti suatu diskusi, Paman APIQ jadi ingat dengan suatu kisah tentang cara berpikir.

Seekor kambing di kandang sangat senang ketika pagi tiba. Peternak mengirimkan makanan rumput segar ketiga pagi tiba.

Esok hari, pagi tiba. Si kambing berharap bahwa peternak akan memberinya makanan lagi. Memang benar, peternak memberi makanan kepada kambing.

Sampai akhirnya si kambing mengambil kesimpulan bahwa setiap pagi si peternak akan selalu memberinya makanan rumput.

Berpuluh-puluh hari berlalu. Kesimpulan si kambing memang benar. Beratus-ratus hari berlalu si kambing semakin yakin bahwa ia memang benar.

Suatu hari peternak datang tidak untuk memberi makanan tetapi sudah tiba waktunya bahwa kambing tersebut harus disembelih. Dan disembelihlah sang kambing di pagi itu.

Sang kambing berhasil menunaikan misinya di bumi.

Bagaimana menurut Anda?

Aljabar Persamaan Garis Bilangan Bulat

Paman APIQ menyukai bilangan bulat. Karena bilangan bulat sangat bagus untuk memberi contoh berbagai konsep penting matematika.

Misalnya dalam mengenalkan konsep aljabar persamaan garis lurus, Paman APIQ dengan hati-hati memilih bilangan bulat; titik potong sumbu X, titik potong sumbu Y, titik potong antara garis, dan gradien berupa perbandingan dua bilangan bulat.

Bagaimana cara menemukan bilangan bulat dalam aljabar persamaan garis?

Kita akan memanfaatkan bentuk:

ax + by = k.a.b

1. Bentuk umum di atas sudah menjamin titik potong terhadap sumbu X dan sumbu Y berupa bilangan bulat.

2. Tentukan tiitk potong yang diinginkan. Misal P(1,3).

3. Tentukan titik-titik yang akan membentuk garis-garis lurus yang berpotongan di P(1,3).

4. Tentukan persamaan garis dalam bentuk ax + by = k.ab

5. Minta anak menyelidiki garis-garis tersebut.

Anak-anak akan menyukai petualangan persamaan garis di atas. Bagi anak-anak, persamaan garis seperti di atas adalah cukup mudah. Setiap bilangan yang terlibat adalah bilangan bulat.

Setelah anak memahami konsep aljabar persamaan garis kita dapat melangkah ke persamaan garis yang melibatkan bilangan rasional bahkan irasional.

Meski demikian persamaan garis bilangan bulat banyak berguna dalam keperluan sehari. Dalam program linier kita hampir selalu memanfaatkan bilangan bulat. Misal sebuah usaha akan memproduksi topi dan baju. Kita yakin bahwa banyaknya topi dan baju yang diproduksi tentu berupa bilangan bulatkan?

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Group of Permutation: Awal Petualangan Aljabar Abstrak

Alhamdulilah… akhirnya Paman APIQ berbagi tentang aljabar abstrak: group of permutation atau grup permutasi.

Awalnya, Paman APIQ hanya menyimpan aljabar abstrak sebagai hobi pribadi saja. Tetapi karena hampir setiap anggota keluarga besar APIQ telah akrab dengan permainan kubus Rubik maka sudah semakin dekat dengan aljabar abstrak.

Mari kita mulai diskusi dengan grup permutasi.

Permutasi adalah penyusunan ulang dari anggota suatu kelompok – himpunan.

Misal kita memiliki himpunan A = {1, 2, 3} maka ada 6 macam permutasi yang mungkin

123
132

213
231

312
321

Ada berapa permutasi dari 4 anggota semisal B = {1, 2, 3, 4} ?

Seperti permainan Algeometi sebelumnya, kita dapat menghitung banyaknya permutasi dengan faktorial.

Posisi pertama: 4 pilihan.
Posisi kedua: 3 pilihan.
Posisi ketiga: 2 pilihan.
Posisi keempat: 1 pilihan.

Banyaknya susunan yang mungkin adalah:

4x3x2x1 = 24 = 4!

Mari kita lajutkan dengan group. Apakah yang dimaksud dengan group?

Group adalah suatu himpunan dengan suatu operasi yang memenuhi syarat tertentu.

Syarat tersebut adalah:

1. Tertutup; operasi akan memberikan hasil dalam group itu sendiri.

2. Terdapat anggota identitas.

3. Setiap anggota memiliki invers.

4. Asosiatif

Contoh: Himpunan bilangan bulat dengan operasi penjumlahan adalah group.

Mari kita cek syarat sebagai group.

1. Tertutup; penjumlahan 2 bilangan bulat selalu menghasikan bilangan bulat lagi. Misal 2 + 3 = 5.

2. Memiliki anggota identitas yaitu 0. Bilangan bulat berapa pun ditambah 0 akan tetap menjadi bilangan itu sendiri. Misal 3 + 0 = 3.

3. Memiliki invers; misal 3 + (-3) = 0.
-n adalah invers dari n. -3 adalah invers dari 3.

4. Asosiatif. Jelas dari penjumlahan berlaku asosiatif; (2+3) + 4 = 2 + (3 + 4) = 9

Sedangkan contoh yang bukan group adalah himpunan bilangan bulat dengan operasi pembagian. Misal 3/2 tidak menghasilkan bilangan bulat atau bersifat tidak tertutup.

Lalu apa yang dimaksud dengan grup permutasi (group of permutation)?

Grup permutasi adalah grup yang anggotanya merupakan fungsi permutasi.

Permainan kubus Rubik adalah contoh dari suatu grup permutasi.

Mari sedikit mengambil contoh grup permutasi.

I: 123 menjadi 123
A: 123 menjadi 312
B: 123 menjadi 231

G = {I, A, B} adalah contoh grup permutasi dengan operasi komposisi.

Mari kita cek…kita dapat membayangkan 123 adalah sudut-sudut dari suatu segitiga sama sisi. Fungsi A adalah memutar searah jarum jam 1/3 putaran. Fungsi B adalah memutar berlawanan arah jarum jam 1/3 putaran. Dan tentu I adalah 0 putaran.

Dengan membayangkan sudut-sudut segitiga sama sisi dan operasi perputaran atau rotasi maka

1. Tertutup; A + B = I; A + A = B; B + B = A
2. Identitas: I
3. Invers A = B
4. Asosiatif; cek (A + B) + A = I + A = A = A + I = A + (B + A)

Jadi G = {I, A, B} adalah grup permutasi.

Apa gunanya mempelajari grup permutasi?

“Hahahaha….. pertanyaan yang menarik!” sahut Paman APIQ.

Banyak sekali manfaat mempelajari grup permutasi. Minimal kita dapat lebih memahami filosofi kubus Rubik.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Bersiap Training APIQ 2010

Ayo bergabung dalam training APIQ…

22 Mei 2010 di Jakarta
26 Juni 2010 di Pulau Jawa
24 Juli 2010 di Bandung Kota APIQ

Ayo terus berkreasi dan berinovasi…

Berhitung Cepat Teknik Bintang Semakin Bersinar: Bintang Kecil dan Bintang Gendut

Teknik berhitung cepat semakin banyak diminati orang. Teknik Bintang adalah teknik berhitung cepat yang menawan persembahan dari APIQ. Teknik Bintang membekali kita untuk berhitung cepat perkalian, kuadrat, pembagian, bahkan sampai akar. Teknik Bintang juga dapat kita gunakan untuk perkalian sampai ribuan, jutaan atau berapa pun yang kita perlukan. Atau dengan kata lain teknik bintang dapat kita gunakan untuk menghitung 1 digit, 2 digit, 3 digit atau berapa pun sesusai kebutuhan kita.

Telah lama Paman APIQ memperkenalkan teknik Bintang ini. Pada kesempatan ini Paman APIQ akan berbagi teknik Bintang yang lebih menantang lagi: Bintang Gendut. Teknik yang telah Paman APIQ bagi pada tulisan-tulisan terdahulu kita kelompokkan sebagai Bintang Kecil. Sedangkan Bintang Gendut adalah inovasi terbaru dari keluarga besar APIQ.

Mari berpetualang…

31
21x

……

Tentu kita dapat menghitung dengan mudah.
3×2 = 6
(3×1) + (2×1) = 5
1×1 = 1

Jadi,
31×21 = 651 (Selesai)

Cara di atas adalah teknik Bintang Kecil.

211
311x
—–
………

Tentu kita dapat menyelesaikan soal di atas dengan jurus Bintang 3 karena 3 digit x 3 digit. Tetapi dengan pendekatan Bintang Gendut maka kita cukup hanya menggunakan Bintang 2 saja.

2×3 = 6
(2×11)+(3×11) = 55
11×11 = (1)21

Jadi, 211 x 311 = 65621.

Seperti biasa… dalam kenyataannya Algeometi dapat menghitung soal semacam di atas tanpa coretan. Anak-anak atau kita dapat langsung berhitung perkalian sekali hitung. Begitu soal muncul maka kita langsung dapat menyelesaikannya.

Sedang uraian tulisan di atas adalah sekedar penjelasan saja agar dapat kita pelajari.

Bintang Gendut 3 akan lebih menarik lagi…

2.011
3.011x
——-
…………

2×3 = 6
(2×11)+(3×11) = (0)55
11×11 = 121

Jadi, 2011 x 3011 = 6.055.121

Mari berlatih dengan Bintang 3 Gendut…

2021
2021x
———-
……….

3011
3012x
———–
………..

5011
5011x
———–
………..

(Jawaban: 25.110.121; 9.069.121; 4.084.441)

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Pengenalan Konsep Permutasi dengan Permainan Matematika Kreatif

Geo dan Meti sedang bermain peran.

“Aku jadi presiden dan kamu wapres,” kata Geo kepada Meti.
“Oke. Mengapa tidak aku saja yang jadi presiden? Kamu wapresnya,” Meti usul.

“Betul juga ya… jadi ada 2 pilihan ya!”

“Aku jadi apa dong!?” Al muncul tiba-tiba.
“Kamu jadi perdana menteri saja,” usul Geo.

Al, Geo, Meti terus melanjutkan permainan peran presiden, wapres, dan perdana menteri. Paman APIQ datang dengan semangat memperhatikan Algeometi bermain. Kemudian Paman APIQ menjelaskan beberapa konsep matematika yang dimainkan oleh Algeometi.

Algeometi menerapkan konsep permutasi untuk bermaian peran. Konsep permutasi digunakan secara luas dalam terapan matematika mau pun dalam matematika teoritis. Secara sederhana purmutasi adalah penyusunan ulang anggota – dari suatu himpunan.

Baik mari kita perhatikan ketika hanya ada Geo dan Meti yang bermain peran presiden dan wapres. Hanya ada 2 macam susunan yang mungkin. Yaitu:

Presiden: Geo
Wapres: Meti

Atau

Presiden: Meti
Wapres: Geo

Secara logika intuitif kita dapat menebak susunan permutasinya adalah:

Presiden ada 2 pilihan Geo atau Meti
Wapres hanya ada 1 pilihan. Tergantung kepada siapa presidennya. Jika Geo presiden maka pilihan wapres hanya 1 yaitu Meti. Begitu pula sebailknya.

Jadi, banyaknya susunan permutasi adalah 2×1 = 2.

Secara matematis kita dapat menggunakan rumus 2! = 2.1 = 2. (2! kita baca sebagai 2 faktorial).

Permainan menjadi lebih seru ketika Al datang dan terbuka lowongan baru sebagai perdana menteri. Susunan permutasi yang mungkin menjadi lebih banyak lagi.

Presiden: 3 pilihan yaitu Al, Geo, atau Meti.
Wapres: 2 pilihan tergantung siapa presidennya.
Perdana: 1 pilihan tergantung siapa presiden dan wapresnya.

Sehingga banyaknya susunan permutasi yang mungkin adalah:

3x2x1 = 6.

Secara matematis kita dapat menghitungnya sebagai:

3! = 3.2.1 = 6.

Permainan Rubik Sang Merah Putih juga dapat melatih permainan permutasi yang seru. Misal kita hanya akan memperhatikan 1 keping sisi merah putih dan 1 keping pojok merah putih biru. Ada berapa cara menyusun sisi merah putih dan pojok merah putih biru secara berdampingan?

Tentu kita dapat mencoba-coba dengan kubus Rubik kita sambil main-main.

Posisi sisi: 2 pilihan yaitu merah putih atau putih merah
Posisi pojok: 3 pilihan yaitu merah putih biru atau putih biru merah atau biru merah putih

Maka banyaknya susunan permutasi adalah

2×3 = 6.

Selamat berpetualang…

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Permainan-permainan Matematika Kreatif Semakin Seru

Dari Training APIQ 24 April 2010, Paman APIQ mencatat beberapa poin penting.

1. Terima kasih kepada seluruh rekan-rekan yang telah mendukung suksesnya Training APIQ. Terima kasih kepada tim APIQ yang telah bekerja keras menyiapkan berbagai macam materi dan permainan matematika kreatif. Terima kasih kepada seluruh peserta yang berpartisipasi dengan penuh semangat. Terima kasih kepada utusan dari berbagai kota.

2. Permainan matematika kreatif semakin seru karena APIQ menampilkan permainan dengan ukuran besar. Bermodal pengalaman-pengalaman sebelumnya, keluarga APIQ memainkan banyak permainan beregu dan estafet. Super Marble semakin mendebarkan, Kombi makin hebat. Khususnya Kombi FPB benar-benar mendebarkan untuk setiap peserta.

3. Paman APIQ bermaksud mengembangkan Kombi Kamil lebih luas lagi. Di antaranya sudah menjadi catatan Paman APIQ adalah Kombi Kamil: gradien, titik potong, dan limit.

Dan masih banyak inovasi-inovasi matematika kreatif yang lebih seru lagi.

O ya… untuk super marble Paman APIQ punya ide, “Bagaimana jika kantongnya transparan tetapi pemain memakai penutup mata?”

Tujuannya adalah agar anggota tim dapat memberi petujuk kiri, kanan, atas, bawah. Waktu pengambilan dibatasi maksimal 3 sampai 5 detik misalnya.

Semakin seru….!

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Selamat Datang di Bandung Kota APIQ

Kami keluarga besar APIQ mengucapkan selamat datang di Bandung Kota APIQ.
Selamat mengikuti Training APIQ Quantum…

Hari: Sabtu
Tanggal: 24 April 2010
Waktu: 08.00 sd 17.00
Tempat: Hotel Isola Resort (UPI Jalan Setiabudi Bandung)

Keluarga besar APIQ telah menyiapkan segala sesuatunya untuk mensukseskan Training APIQ ini. Mulai dari persiapan teknis. Materi-materi matematika kreatif dengan inovasi terbaru. Dan beragam jenis permainan matematika kreatif yang asyik.

Selamat berpetualang bersama APIQ…

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)