Archive Bulanan: Januari 2010

Cara Mudah Menyelesaikan Soal UN 2010, SNMPTN dengan Pemahaman

“Mudah bagi yang sudah paham. Susah bagi yang belum paham,” kata Paman APIQ.

Dalam soal UN matematika mau pun tes masuk perguruan tinggi banyak soal yang mudah tapi susah. Kunci untuk menyelesaikan soal semacam itu adalah pemahaman.

Contoh soal:

Jika
f(x) = 5^{[2x - 3]}

dan

f^{-1} (a) = 3

Maka nilai a adalah…

Dengan pemahaman maka kita langsung dapat menentukan bahwa a = 5^3 = 125. (Selesai).

Tetapi jika pemahaman kurang mantap maka seorang siswa akan melakukan prosedur perhitungan yang rumit.

Pertama tentukan fungsi invers.
Ini bukan proses sederhana. Karena fungsi asli berbentuk eksponen maka invers akan melibatkan bentuk logaritma.

Kedua substitusi a pada variabel x sedemikian hingga nilai fungsi invers = 3. Lagi-lagi ini juga bukan tugas ringan.

Ketiga lakukan semua proses di atas dengan teliti. Sehingga tidak salah hitung. Semoga berhasil…!

Dengan pemahaman, kita tidak perlu melakukan prosedur panjang di atas. Kita hanya perlu paham bahwa bila fungsi memetakan x ke y maka fungsi invers memetakan y ke x.

Maka

a = 5^{[2.3 - 3]} = 125 (Selesai).

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto : Pendiri APIQ)

APIQ Street Smart Program

Ikatlah ilmu dengan mencatatnya.

Saya sedang memikir beberapa ide. Paman APIQ menyarankan agar saya menuliskan ide-ide itu. Tulisan akan lebih bermanfaat baik bagi diri saya atau bagi orang lain.

Berikut ini beberapa ide yang sedang saya pikirkan.

1. APIQ Street Smart Program
Telah lama kami memikirkan bagaimana cara efektif agar APIQ juga dapat berperan menebarkan pendidikan matematika kreatif bagi saudara-saudara kita di jalanan.

Kami yakin mereka juga anak-anak yang cerdas. Dengan pendekatan pembelajaran matematika kreatif APIQ, saya optimis, saudara-saudara kita di jalanan akan memperoleh banyak manfaat.

2. APIQ akan menerbitkan buletin.
Apa nama paling mantap untuk buletin APIQ?

Beberapa ide sudah saya tuliskan. Tapi saya belum mengambil keputusan.

Vitamin Math
Vitamath
APIQ.word
APIQWay
APIQStory

3. Sulap Pythagoras
Saya baru dapat kiriman email permainan sulap Pythagoras dari keluarga besar APIQ. Nah… saya jadi ikut ngulik sulap Pythagoras tersebut. Seru…!

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Pembuktian Menghitung FPB KPK dengan Teori Himpunan

Teori himpunan telah berkembang pesat dewasa ini. Namun demikian operasi paling dasar dari himpunan adalah hanya irisan, gabungan, dan sedikit himpunan bagian.

Paman APIQ menyarankan agar kita memanfaatkan teori himpunan untuk memudahkan menghitung FPB KPK.

Mari kita berpetualang dengan ide saran Paman APIQ.

Teorema dasar aritmetika menyatakan bahwa setiap bilangan asli yang lebih dari 1 selalu dapat dinyatakan oleh perkalian bilangan prima.

Contoh:

6 = 2 x 3
8 = 2 x 2 x 2
15 = 3 x 5
40 = 2 x 2 x 2 x 5
123 = 3 x 41

Dan sebagainya.

“Buktikan bahwa FPB adalah himpunan irisan dan KPK adalah himpunan gabungan.”

Misal kita akan menentukan FPB KPK dari bilangan a dan b.

Dan

a = p x q
b = p x r

A = {p, q}
B = {p, r}

Maka

A ^ B = {p} ; adalah FPB; irisan; (Terbukti).
A U B = {p, q, r}; adalah KPK; gabungan; (Terbukti).

“Semakin banyak berlatih maka semakin mahir,” saran Paman APIQ secara konsisten.

Tentukan FPB KPK dari bilangan 32 dan 40.

Jawab:
32 = {8, 4}
40 = {8, 5}

FPB = 32 ^ 40 = 8
KPK = 32 U 40 = {8, 4, 5} = 160 (Selesai).

Dengan memanfaatkan diagram Venn akan banyak membantu visualisasi. Paman APIQ sendiri telah mengembangkan metode visualisasi Tegak Lurus yang asyik.

Sedikit tambahan konsep himpunan bagian maka akan menjadikan teori himpunan lebih dahsyat lagi.

Tentukan FPB KPK dari 32, 40, dan 64.

Jawab:
Jelas 32 adalah himpunan bagian dari 64.

Maka FPB adalah 8. Cukup perhatikan 32 dan 40.

KPK cukup perhatikan 40 dan 64 adalah…
40 = {8, 5}
64 = {8, 8}

40 U 64 = {8, 5, 8} = 320.

KPK = 320 (Selesai).

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Belajar Matematika dari Ali Bin Abi Thalib: Menghitung KPK dengan Teori Himpunan

Tulisan ini melanjutkan tulisan saya sebelumnya yang mengisahkan cerdasnya Imam Ali Bin Abi Thalib dalam bidang matematika.

Berikut saya kutipkan kisah sebelumnya untuk kita diskusikan lebih lanjut.

Suatu ketika seorang yang penasaran datang ke sahabat Nabi yang paling cerdas: Ali Bin Abi Thalib. Tamu ini datang secara tiba-tiba kepada Ali. Tamu ini ingin menguji kecerdasan Nabi. Tapi tentu saja Nabi sangat cerdas. Maka dari itu sang tamu memilih sahabat Nabi yang mungkin tidak akan mampu menjawab pertanyaannya yang sulit sekali.

“Berapakah angka yang dapat dibagi oleh semua angka?” tanya sang tamu dengan tiba-tiba.
Ali dengan tenang menjawab,
“Ada berapa hari dalam satu pekan?”
“7 hari,” jawab sang tamu.

“Ada berapa hari dalam satu bulan?”
“30 hari,” jawab sang tamu lagi.

“Ada berapa bulan dalam satu tahun?”
“12 bulan,” sahut sang tamu.

“Kalikan semua bilangan tersebut,” perintah Ali.

Tamu tersebut bingung dan mohon ijin untuk pulang.

Butuh berhari-hari untuk menyelesaikan tugas yang diberikan Ali kepada sang tamu. Saat itu belum ada kalkulator. Jadi tidak selalu mudah menghitung perkalian 7 x 30 x 12 = …

Setelah beberapa pekan tamu tersebut menghadap kepada Ali,
“Tuan memang cerdas luar biasa. Ijinkan saya mengikuti agama Tuan.”

Mari sedikit kita diskusikan proses berhitung di atas. Tentu kita dapat menghitung bahwa:

7 x 30 x 12 = 2520

Memang benar bilangan 2520 ini dapat dibagi oleh bilangan apa pun (antara 1 sampai 10).

Misal,

2520/6 = 420 (Benar)
2520/9 = 280 (Benar)
2520/7 = 360 (Benar)

Dan seterusnya…

Banyak hal menarik dari jawaban Imam Ali di atas. Imam Ali menjawab pertanyaan dengan pertanyaan lagi yang membuat sang penanya menjadi berpikir lebih baik.

Imam Ali menjawab pertanyaan pelik dengan ilustrasi yang sangat sederhana. Banyaknya hari dalam sepekan, hari dalam sebulan, dan bulan dalam setahun.

Imam Ali menjawab pertanyaan dengan efisien dan efektif. Jawaban Imam Ali ini merupakan KPK – bukan sekedar perkalian dari bilangan biasa.

Tentu saja kita dapat menjawab bahwa bilangan yang dapat dibagi 1 sampai dengan 10 adalah 10!. Maksudnya, perkalian dari:

1.2.3.4.5.6.7.8.9.10 = …..

Bilangan di atas juga benar dapat dibagi oleh semua bilangan dari 1 sampai 10. Tetapi jawaban di atas tidak efisien, tidak efektif dan terlalu besar.

Jawaban paling tepat adalah jawaban Imam Ali di atas yang merupakan KPK dari seluruh bilangan:

1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10.

Bagaimana kita dapat menghitung KPK dari 10 bilangan dengan cepat?

Dengan metode pohon faktor dan sisir akan cukup menyulitkan.

Di sinilah kita perlu memanfaatkan teori himpunan (set theory). KPK adalah himpunan gabungan. Sedangkan FPB adalah himpunan irisan.

Dengan logika himpunan, kita dapat menyederhanakan soal di atas menjadi:

9 mewakili 3×3
8 mewakili 4×2
7 mewakili 7
5 mewakili 5

Sedangkan bilangan yang kita abaikan adalah

10 diwakili 5×8
6 diwakili 9×8
4 diwakili 8
3 diwakili 9
2 diwakili 8
1 diwakili berapa pun.

Jadi, kita tinggal menghitung KPK dari
9, 8, 7, 5.

Karena bilangan di atas adalah pasangan koprima maka KPK adalah hasil kalinya, yaitu:

9x8x7x5
= 7 x (3×3) x (4×2) x 5
= 7 x (3x2x5) x (3×4)
= 7 x 30 x 12 = 2520
= 7 (hari) x 30 (hari) x 12 (bulan)

Salut untuk Imam Ali.

Pertanyaan dapat kita lanjutkan,
“Berapakah bilangan yang dapat dibagi oleh semua bilangan antara 1 sampai dengan 20?”

“Tahukah kamu bilangan prima antara 10 sampai 20?” tanya Paman APIQ.
“Ya. 11, 13, 17, 19.”
“Kalikan.”

“Tahukah kamu bilangan kuadrat antara 10 sampai 20?” tanya Paman APIQ.
“Ya. 16.”
“Temukan asalnya, kalikan.”

Dengan menghitung cara di atas, kita telah menemukan KPK bilangan 1,2,3….20.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Kemukjizatan Angka: Petualangan Kreativitas

Sore ini saya akan siaran di sebuah radio di Bandung. Siaran radio ini akan membahas tentang kemukjizatan angka. Tentu saya sangat senang dengna tema kemukjizatan angka. Setiap hari saya mengalami kemukjizatan angka.

Angka memang memiliki mukjizat, pesona, dan mengagumkan.

Paman APIQ mengingatkan beberapa mukjizat angka.

1. Suatu ketika seorang yang penasaran datang ke sahabat Nabi yang paling cerdas: Ali Bin Abi Thalib. Tamu ini datang secara tiba-tiba kepada Ali. Tamu ini ingin menguji kecerdasan Nabi. Tapi tentu saja Nabi sangat cerdas. Maka dari itu sang tamu memilih sahabat Nabi yang mungkin tidak akan mampu menjawab pertanyaannya yang sulit sekali.

“Berapakah angka yang dapat dibagi oleh semua angka?” tanya sang tamu dengan tiba-tiba.
Ali dengan tenang menjawab,
“Ada berapa hari dalam satu pekan?”
“7 hari,” jawab sang tamu.

“Ada berapa hari dalam satu bulan?”
“30 hari,” jawab sang tamu lagi.

“Ada berapa bulan dalam satu tahun?”
“12 bulan,” sahut sang tamu.

“Kalikan semua bilangan tersebut,” perintah Ali.

Tamu tersebut bingung dan mohon ijin untuk pulang.

Butuh berhari-hari untuk menyelesaikan tugas yang diberikan Ali kepada sang tamu. Saat itu belum ada kalkulator. Jadi tidak selalu mudah menghitung perkalian 7 x 30 x 12 = …

Setelah beberapa pekan tamu tersebut menghadap kepada Ali,
“Tuan memang cerdas luar biasa. Ijinkan saya mengikuti agama Tuan.”

2. Kisah berikut dikisahkan kembali oleh peraih Nobel Perdamaian asal Bangladesh: Muhammad Yunus.

Pada jaman dahulu kala ada seorang ahli matematika yang dijatuhi hukuman mati. Sebagaimana orang yang akan dihukum mati maka ia diberikan kesempatan untuk menyampaikan permintaan terakhir.

“Tolong siapkan papan catur. Kemudian isilah kotak pertama dengan sebutir beras. Kotak berikutnya 2 butir beras. Kotak berikutnya 4 butir, 8 butir, dan seterusnya.”
“Permintaan terakhir akan segera dilaksanakan,” sahut sang penuntut.

Papan catur disiapkan. Sebagaimana layaknya papan catur, terdapat 64 kotak padanya.”

Kotak 1 = 1 butir beras.
Kotak 2 = 2 butir beras.
Kotak 3 = 8 butir beras.
Kotak 4 = 16 butir beras.

Kotak 10 = 1.000 butir beras.(Sekitar)
Kotak 20 = 1.000.000 butir beras.(Sekitar)
Kotak 40 = 1 trilyun beras. (Sekitar)

Permintaan terakhir tersebut tidak berhasil diselesaikan. Hukuman mati ditunda. Dengan berjalannya waktu terbukti bahwa sang ahli matematika tidak bersalah. Justru pihak penuntut terbukti membuat fitnah tuduhan palsu.

3. Di hadapan saya terhampar buku ENSIKLOPEDIA Mukjizat Alquran dan Hadis.

Sebuah buku ensklopedi yang sangat menarik bagi saya. Buku ini membahas dengan panjang lebar tentang mukjizat Alquran dan Hadis dari sisi angka. Penulis sangat terpesona dengan mukjizat angka 7.

Pembahasan dimulai dari keajaiban angka tujuh, pola kemukjizatan angka, pembahasan ayat pertama, sampai rahasia Al-Asma’Al-Husna.

Alquran menyebut tentang penciptaan 7 langit dan 7 bumi. Surat pertama Alquran, AlFatihah, juga terdiri dari 7 ayat.Dalam Hadis juga dikisahkan Nabi beristighfar sebanyak 70 kali.

Nabi Yusuf berhasil menafsirkan mimpi tentang 7 ekor sapi betina gemuk dimakan 7 ekor sapi betina kurus; 7 tangkai gandum yang hijau serta 7 tangkai kering.

Dan masih banyak lagi kemukjizatan Alquran dan Hadis yang dikaji dan dihimpun dalam buku ini. Saya kagum kepada penulis dan editor buku setebal hampir 357 halaman. 357 = 7 x 51.

Kemukjizatan angka adalah sebuah petualangan kreativitas.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ).

Teori Himpunan untuk Menghitung Cepat dan Mudah FPB KPK

FPB adalah hasil kali dari irisan.
KPK adalah hasil kali dari gabungan.

1. Tentukan FPB KPK dari 6 dan 12
FPB = 6
KPK = 12

2. Dari 6, 18, 24
FPB = 6
KPK = 72

Bagaimana pembuktiannya?

Matematika dalam Kehidupan Sehari-hari, Apa Gunanya?

Konsep matematika adalah konsep abstrak. Bahkan matematika murni adalah pemikiran ideal yang tidak ada hubungannya dengan realita, kata salah satu tokoh matematika.

Jadi, apa gunanya matematika?

Misalnya, ketika matematika membicarakan segitiga siku-siku maksudnya adalah ide tentang segitiga siku-siku. Bukan segitiga siku-siku yang ada dalam dunia nyata. Bagaimana mungkin kita membuat segitiga siku-siku yang panjang sisi miringnya adalah akar 2?

Bukankah akar 2 tidak pernah selesai dihitung? Bahkan meskipun dengan komputer tercanggih di dunia, kita tidak dapat menghitung akar 2 dengan eksak. Saat ini memang telah ditemukan sampai ribuan atau jutaan digit di belakang koma. Tetapi itu masih belum tepat sebagai akar 2.

Jadi bagaimana mungkin kita membuat panjang akar 2 di dunia nyata? Akar 2 adalah bilangan irasional.

Apalagi bila kita memikirkan bilangan imajiner. Namanya saja imajiner. Dalam bahasa Indonesia kita mengenalnya sebagai bilangan khayal sebagai lawan bilangan nyata.

Bagaimana mungkin bilangan imajiner khayal ada di dunia nyata?

Jadi, apa gunanya matematika?

Meski akar 2 irasional tetapi sangat berguna. Meski bilangan imajiner adalah khayal, mereka berguna secara nyata. Dunia teknologi seperti komputer kita banyak memanfaatkan bilangan imajiner mau pun irasional.

Di sisi lain, matematika berguna untuk kehidupan sehari-hari seperti untuk perdagangan. Jual-beli sejak dari jaman dahulu memerlukan matematika khususnya ilmu hitung aritmetika.

Karena jelas bahwa aritmetika sangat berguna untuk kehidupan sehari-hari, seorang pendidik menetapkan syarat bahwa mengajarkan matematika harus ada penerapannya dalam kehidupan sehari-har.

Dengan syarat seperti di atas, pendidik tersebut repot dengan dirinya sendiri. Apalagi bila ia harus mengajarkan bilangan imajiner, bagaimana caranya?

Paman APIQ menyarankan jalan tengah. Jalan pinggir juga boleh, menurut Paman APIQ.

“Semakin banyak jalan maka semakin kreatif,” ungkap Paman APIQ.

Jika kehidupan sehari-hari memang membantu proses belajar matematika maka manfaatkanlah. Tetapi bila contoh kehidupan sehari-hari justru mempersulit belajar matematika maka sikapilah dengan bijak.

Jika materi matematika benar-benar abstrak tidak ada realitasnya maka buatkan ilustrasi yang membantu. Ilustrasi permainan matematika sangat membantu dalam proses ini. Dari sudut pandang ini kita dapat memahami mengapa Paman APIQ semangat berinovasi menciptakan ragam permainan matematika kreatif.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Logika Berhitung Perkalian dalam Pertidaksamaan

Mari latihan pertidaksamaan….

Contoh soal:
1. Tentukan penyelesaiaan

1/x < 1

Pembahasan:

Perkalian silang cukup menggoda:

1/x < 1

1 < x (selesai).

Tetapi jawaban di atas adalah salah. Mengapa?

Coba saja cek x = 1/2,
1/x < 1
1/(1/2) < 1
2 … 1

Berikut juga soal yang cukup menantang,

1/x > 1

Mari kita coba perkalian silang,

1/x > 1
1 > x

Apakah jawaban kita di atas sudah benar?

Mari kita cek x = 1/2
1/(1/2) > 1
2 > 1 (benar).

Mari kita cek x = -1,

1/(-1) > 1
-1 > 1 (Salah).

Jadi yang benar bagaimana?

Selamat mencoba-coba…

Salam hangat…
(angger; agus Nggermant: Pendiri APIQ)

Pertanyaan Terbalik untuk Berhitung FPB KPK

Paman APIQ mengusulkan, “Bagaimana jika pertanyaannya dibalik?”
“Maksudnya?”
“Diketahui FPB dan KPK, lalu kita diminta menentukan pasangan bilangannya.”

Kita sudah biasa dengan pertanyaan:

Tentukan FPB dan KPK dari 36 dan 48.

Jawab:
36 = 12 x 3
48 = 12 x 4

Maka FPB = 12
KPK = 12 x 3 x 4 = 144 (selesai).

Bagaimana jika pertanyaannya dibalik?

Tentukan bilangan asli a dan b yang memiliki FPB = 12 dan KPK = 144.

Bagaimana menurut Anda?
Pasti kita sudah tahu jawabannya. Yaitu a = 36 dan b = 48. Tapi bagaimana cara menemukannya?

Baik mari kita ganti pertanyaannya.

Tentukan bilangan asli a dan b yang memiliki FPB = 24 dan KPK = 288.

Selamat berpetualang…!

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Contoh Berhitung Cepat Mudah FPB KPK dengan Noko Tegak Lurus

“Banyak berlatih akan membuat kita mahir,” saran Paman APIQ kepada Al, Geo, Meti.

Tetapi bukan sekedar latihan. Paman APIQ telah menyusun latihan spesial yang akan membuat anak-anak kita semakin mahir matematika kreatif.

Mari berlatih FPB KPK bersama Paman APIQ…!

1. Tentukan FPB KPK dari 24, 32, 56.

Pembahasan.

Sederhanakan dengan koprima.
24 = 8 x 3
32 = 8 x 4
56 = 8 x 7

Maka FPB = 8 (Selesai).

KPK ?

KPK = 8 x (3 x 4 x 7) = 672 (Selesai).

Mengapa begitu mudah?
Karena 3, 4, 7 adalah koprima. Begitu juga 3,4; 4,7; dan 3,7 masing-masing adalah koprima.

2. Tentukan FPB KPK dari 48, 64, 56.

Pembahasan:

Sederhanakan dengan koprima
48 = 8 x 6
64 = 8 x 8
56 = 8 x 7

Maka FPB = 8 (Selesai).

KPK ?

KPK = 8 x (6 x 8 x 7); Salah!
Mengapa?

6, 8, 7 memang pasangan koprima.
Tapi, 6 dan 8 bukan pasangan koprima alias Noko.

Maka sederhanakan dengan koprima.
6 = 2 x 3
8 = 2 x 4
7 = 7

Maka KPK = 8 x (2 x 3 x 4) x 7 = 1344. (Selesai).

Gunakan visualisasi Noko Tegak Lurus untuk memudahkan anak-anak belajar FPB KPK.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)