Archive Bulanan: Desember 2009

Selamat Tahun Baru

Selamat Tahun Baru 1431 Hijriyah.

Luruskan hati meniti jalan lurus.
Teruskan karya mengalir terus.
Baguskan akhlak menjadi insan bagus.

Salam…

Gunakan Kesempatan dalam Kesempitan

Hari ini aku sulit konek internet. Aku banyak di lantai 3, koneksi internetnya payah. Padahal di lantai 1 koneksi internetnya bagus. Mengapa bisa begitu ya?

Akhirnya aku curi-curi kesempatan dalam kesempitan. Ini penggalan tulisanku yang belum rampung…

…..

Masuk Surga dengan Matematika: Persamaan Garis Lurus

Al bergembira,
“Asyik…aku bisa masuk surga!”
“Bagaimana caranya?” tanya Meti.
“Gampang, aku kan bisa buat garis lurus, ” sahut Al
“Memangnya dengan garis lurus bisa masuk surga?” Geo ikut bertanya.
“Ya memang begitu. Jalan yang lurus adalah jalan menuju surga kata Pak Ustadz, ” jawab Al.
“Lalu…?”
“Aku sudah bisa buat persamaan garis lurus maka aku bisa masuk surga, gitu!” jawab Al dengan mantap.

Persamaan garis lurus adalah sebentuk persamaan paling mudah. Gambarnya juga paling sederhana, hanya garis lurus. Tetapi persamaan garis lurus biasanya ada awal ketidakmengertian orang pada umumnya kepada matematika.

….. …. ….

Bagaimana menurut Anda?
Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Sukses Presentasi dengan Energi 100 Watt

Presentasi merupakan pekerjaan berat. Tidak percaya? Silakan mencobanya sendiri.

Bagaimana agar sukses presentasi?

1. Gunakan kerangka POWER untuk menyampaikan pesan Anda.
2. Gunakan kerangka SUCCESS untuk menyusun pesan Anda.
3. Sampaikan presentasi dengan energi penuh 100 watt.

Bagi pemula, kadang grogi sehingga energinya hanya terpancar 5 watt. Pancarkan energimu sepenuhnya: 100 watt. Jaga kontak mata dengan audiens. Busungkan dada, tegakkan badan, Anda adalah yang terbaik.

Sukses presentasi sangat membahagiakan. Lebih dahsyat dari sukses menyelesaikan tugas lain.

Bersiaplah…
Anda pasti sukses!

Bagaimana menurut Anda?
Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Poster Kalender 2010, 2021, 2027 Matematika Kreatif APIQ

Mohon doa restunya, APIQ akan segera memproduksi poster kalender matematika kreatif APIQ.

Kalender ini adalah kalender istimewa karena berlaku untuk tahun 2010, 2021, dan 2027. Jadi, satu kalender berguna sampai tahun 2027.

Bagi Anda yang berminat memiliki kalender istimewa APIQ ini silakan memesan melalui email:

quantumyes@yahoo.com

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Intuisi Berhitung Cepat dari Babylonia sampai Newton

Matematika sering dipandang sebagai disiplin ilmu yang kaku hanya mengandalkan logika nalar saja. Akibatnya belajar matematika terasa kering dan membosankan. Paman APIQ lebih percaya sebaliknya. Matematika itu kreatif, asyik, dan intuitif.

Paman APIQ dalam berbagai kesempatan mengenalkan matematika sebagai petualangan kreatif. Paman APIQ mendorong para audiens untuk menggunakan intuisi dalam matematika. Hasilnya, matematika makin menyenangkan.

Misal, waktu kecil, Paman APIQ lebih sering menggunakan intuisi untuk menghitung FPB KPK. Hasilnya lebih cepat dan mudah. Meski demikian tidak semua orang mudah memahami intuisi orang lain. Dan saat ini tampaknya Al, Geo, Meti banyak meniru Paman APIQ dalam memanfaatkan intuisi.

Berhitung cepat FPB KPK dengan koprima tegak lurus adalah formalisasi dari intuisi Paman APIQ. Dengan ilustrasi gambar yang menarik membuat anak-anak lebih senang berhitung FPB KPK.

Masalah intuisi, juga sudah ada sejak jaman kuno. Menentukan akar dari suatu bilangan lebih mudah dengan intuisi.

Misal, berapakah akar dari 38?

Secara intuitif kita tahu, akar 38 adalah 6 lebih sedikit.
Tapi berapakah 6 lebih sedikit itu?

Matematikus Babylonia telah membuat formalisasi dari intuisi di atas. Heron adalah tokoh matematika kuno yang memudahkan cara menghitung akar.

Misal kita menebak akar 38 = 6
Maka 38/6 = 6,3

Tebakan selanjutnya adalah rata-rata 6 dan 6,3 yaitu 6,15.

Maka 38/6,15 = 6,18

Tebakan selanjutnya adalah rata-rata 6,15 dan 6,18 yaitu 6,165

Maka 38/6,165 = 6,164

Tebakan selanjutnya adalah rata-rata 6,165 dan 6,164 yaitu 6,1645
Dan seterusnya.

Bandingkan dengan perhitungan pakai kalkulator, akar 38 = 6,164414.

Warisan ribuan tahun yang lalu ternyata sangat hebat. Kelak Isaac Newton menemukan metode yang lebih bagus lagi dikenal sebagai Newton Method. Tentu saja Newton memanfaatkan kalkulus untuk menghitung akar. Tetapi metode Newton lebih luas karena dapat digunakan untuk menghitung akar pangkat n dengan akurat.

Kita perhatikan anak-anak pada umumnya juga dapat menebak dengan intuisinya. Kemudian melakukan koreksi dengan pengujian. Misal, akar 38 adalah:

6 terlalu rendah
6,2 terlalu tinggi
6,15 terlalu tinggi

Dan seterusnya….

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Bertabur Bintang 19 Desember di Bandung

Training APIQ 19 Desember di Bandung akan bertabur bintang. Tentu saja seperti training-training APIQ sebelumnya, 19 Desember juga bertabur inovasi.

Jurus bintang semakin menampakkan kehebatannya dengan bermain kuadrat yang cepat dan akar kuadrat yang dahsyat. Bahkan menghitung cepat FPB KPK juga dapat kita kombinasikan dengan jurus bintang.

Bagaimana kehebatan dan kedahsyatan jurus bintang?

Silakan bergabung dalam training APIQ 19 Desember di Bandung.

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Menolak

Dulu aku belajar menolak
Menolak yang sia-sia
Menolak yang tak berguna

Kini harus belajar lagi menolak
Menolak yang urgen
Demi yang penting

Menolak yang penting
Demi yang lebih penting

Oh… Tuhan
Lindungi kami dari godaan
Kuatkan kami meniti jalan lurusMu

Permainan Jurus Bintang Statis dan Dinamis

Paman APIQ merenungkan jenis permainan berhitung cepat matematika jurus bintang. Saat ini keluarga besar APIQ telah memiliki tool permainan jurus bintang dinamis. Tool ini dapat kita gerak-gerakkan secara dinamis untuk memperagakan jurus bintang.

Karena jurus bintang semakin ampuh untuk menghitung kuadrat dan akar maka Paman APIQ sedang memikirkan tool jurus bintang statis. Sesuai namanya, tool bintang statis tidak harus dapat digerak-gerakkan. Tetapi tool ini dapat dengan mudah menggambarkan jurus bintang 1, bintang 2, bintang 3 dan seterusnya.

Bila anak-anak kita dapat menguasai deret jurus bintang ini maka mereka akan dapat menghitung secara kreatif dan cepat perkalian, pembagian, kuadrat, dan akar.

Mungkin saja tool ini berupa media cetak. Tapi mungkin juga berupa kayu atau benda masif lainnya. Bahkan boleh jadi media digital.

Banyak alternatif untuk berkreasi.
Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Pendekatan Pasti Akar Irasional: Teknik Bintang

Sebelumnya, Paman APIQ telah menulis berbagai macam cara untuk menghitunga akar irasional.

Umumnya metode atau algoritma untuk menghitung akar irasional adalah pendekatan iteratif. Maksudnya, metode tersebut awalnya akan menebak nilai akarnya lalu mengulanginya dengan iterasi. Semakin banyak iterasi maka akan memberikan hasil yang lebih teliti. Sementara, pada iterasi awal masih banyak angka yang salah.

Berbeda dengan pendekatan yang lain, jurus bintang justru memberikan jawaban yang tepat sejak langkah pertama. Hanya saja teknik bintang akan meminta berapa digit jawaban yang diinginkan dari awal.

Misal kita akan menghitung akar 10 = …?

Dengan jurus bintang, kita bertanya berapa digit jawaban yang diinginkan?

1 digit:
Maka kita memperoleh jawaban = 3 (bintang 1)

2 digit:
Akar 10 = 3,1 (bintang 2)

3 digit:
Akar 10 = 3,16 (bintang 3)

4 digit:
Akar 10 = 3,162 (bintang 4)

Kita perhatikan, jurus bintang telah memperoleh jawaban irasional dengan tepat sejak tahap awal. Setelah itu bila dibutuhkan tingkat ketelitian yang lebih tinggi maka kita akan memanfaatkan bintang yang lebih tinggi.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Resep Pertama Sukses

Bangun pagi hari
Sebelum fajar terbit
Berpikir dan bekerja

Berangkat tidur awal
Bangun tidur lebih awal
Mengkonsumsi vitamin
Vitamin hati, pikiran, dan badan

Konsisten sedikit lebih baik
Hari ini lebih baik dari sebelumnya