Arsip Bulanan: Desember 2009

Selamat Tahun Baru 2010, 2021, dan 2027: Poster Kalender dari APIQ

Selamat tahun baru 2010, 2021, 2027.

Bahagia dan sukses senantiasa menyertai kita semua. Amin.

Mengapa tahun baru 2010, 2021, 2027?

Karena APIQ memproduksi poster kalender unik. Satu kalender berlaku untuk 3 tahun yaitu tahun 2010, 2021, dan 2027.

Bagi yang berminat silakan pesan ke email:

quantumyes@yahoo.com

Salam tahun baru…!

(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Logika Aljabar Persamaan Linier 3 Variabel dan Berbanding Terbalik

Pagi, maaf mas Agus Nggermanto ada soal persamaan yang saya kemukakan belum terjawab, yakni saya ulangi lagi : ada suatu perkerjaaan yang dikerjakan oleh A, B dan C; kalau hanya dikerjakan oleh A dan B selesai dalam 4 hari, kalau oleh A dan C selesai dalam 3 hari, kalau oleh B dan C selesai dalam 2,4 (dua koma empat) hari; Nah kalau pekerjaan ini hanya dilaksanakan oleh satu orang (A atau B atau C saja), berapa hari akan selesai ?Trima Kasih, Wass.

Menurut saya, ini adalah pertanyaan yang menarik dan berbobot. Lalu saya menjawab seperti di bawah ini.

Salam Pak Hussain,
Terima kasih remindernya.

Waktu itu sudah saya bahas secara singkat.

Kira-kira intinya adalah:
Kecepatan per hari adalah

A + B = 1/4
A + C = 1/3
B + C = 1/(2,4)

Maka

A + B + C = 1/2 (1/4 + 1/3 + 1/2,4) = 1/2

Jadi, C = 1/2 – 1/4 = 1/4

Pekerjaan akan diselesaikan C dalam waktu 1/C = 1/(1/4) = 4 hari

Oleh B: 6 hari,
oleh A: 12 hari.

Salam….

Masalah di atas memang agak jarang-jarang muncul dalam sistem persamaan di sekolah-sekolah kita. Apalagi soal di atas melibatkan tiga variabel yang belum diketahui A, B, dan C. Dan satuan yang diketahui berbanding terbalik dengan logika persamaan linier pada umumnya.

Semakin panjang waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan maka semakin kecil kecepatan orang tersebut menyelesaikan pekerjaan. Semakin panjang waktu bukan semakin besar kecepatannya.

Mari sedikit kita ilustrasikan lagi dengan yang agak ringan.

Al memiliki pompa air yang mampu mengisi bak sampai penuh dalam waktu 2 jam.
Geo memiliki pompa air yang mampu mengisi bak sampai penuh dalam waktu 1,5 jam.
Meti memiliki pompa air yang mampu mengisi bak sampai penuh dalam waktu 1,2 jam.

Berapa waktu yang diperlukan untuk mengisi bak sampai penuh bila menggunakan pompa air milik Al, Geo, Meti secara bersamaan?

Jawaban 2 + 1,5 + 1,2 = 4,7 jam pasti salah. Tidak mungkin memerlukan waktu yang lebih lama bila menggunakan 3 pompa air bersamaan kan?

Mari sekarang kita perhatikan kecepatan bila waktu yang digunakan adalah 1 jam.

Pompa Al mengisi 1/2 bak. (Karena untuk memenuhi bak butuh 2 jam.)
Pompa Geo mengisi 1/(1,5) bak. (Karena untuk memenuhi bak butuh 1,5 jam)
Pompa Meti mengisi 1/(1,2) bak. (Karena untuk memenuhi bak butuh 1,2 jam)

Maka bila digunakan bersama-sama, dalam 1 jam,

Al + Geo + Meti = 1/2 + 1/(1,5) + 1/(1,2) bak
= 1/6 (6/2 + 6/(1,5) + 6/(1,2) ) bak
= 1/6 (3 + 4 + 5) = 2 bak

Dalam 1 jam dapat mengisi 2 bak.

Maka untuk mengisi penuh 1 bak dibutuhkan waktu 1/2 jam. (Selesai).

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

UN 2010: Apakah Anda Siap? (Contoh Soal Latihan dan Kunci Jawaban)

Siap…..!!!

Begitulah jawaban seharusnya.

Apapun yang akan terjadi, bagi Anda yang duduk di kelas 6, 9, dan 12 harus siap UN. Orang lain boleh pro kontra terhadap UN. Tetapi siswa yang harus berhadapan dengan UN harus mempersiapkan diri.

Semoga sukses untuk kita semua!

Berikut ini sekedar contoh soal latihan UN 2010 matematika SMP (mungkin juga bisa untuk SMA) beserta kunci jawaban pembahasan.

Soal:
1. Dari 18 peserta tes matematika, nilai rata-rata 65. Setelah nilai 2 orang yang ikut susulan dimasukkan, nilai rata-ratanya menjadi 67. Nilai rata-rata kedua anak itu adalah ….

A. 69
B. 85
C. 90
D. 95

Pembahasan.

Cara umum yang dipakai adalah:
total nilai = rata-rata x anggota

Total nilai dari 18 peserta adalah:
T(18) = 65×18
= 130×9 = 1170

Total nilai dari 20 peserta adalah:
T(20) = 67×20
= 1340

Penambahan nilai yang disebabkan 2 peserta susulan adalah:
T(2) = T(20) – T(18)
= 1340 – 1170
= 170

Rata-rata dari 2 peserta adalah:

x = T(2)/2
= 170/2
= 85 (Selesai)

Kunci jawaban: B. 85

Adakah cara lain?
“Pasti ada,” sahut Paman APIQ.

Matematika kreatif APIQ selalu menganjurkan banyak cara untuk melihat dan menyelesaikan suatu persoalan. Mempunyai banyak cara pandang adalah salah satu tanda orang kreatif.

Apakah Anda kreatif?
Mari makin kreatif bersama APIQ!

Berikut ini alternatif pembahasannya.

Bila kita memahami inti ceritanya, maka soal di atas dapat kita selesaikan hanya dengan imajinasi kreatif kita saja. Tanpa harus menghitung di atas kertas.

Misal 2 peserta susulan adalah Meti dan Al. Nilai rata-rata bersama 18 siswa menjadi naik 2 poin dari 65 menjadi 67.

Meti menyumbang 2 poin kepada 9 siswa, total menyumbang 18 poin. (Begitu juga Al, menyumbang 18 poin.)

Jadi nilai asli Meti adalah 18 + 67 = 85 (Selesai).

Bagaimana menurut Anda?
Semoga sukses selalu bersama kita…!

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Angka-angka Cantik Semakin Menarik

Tentu saja angka cantik sangat menarik.
Istri cantik juga menarik.
Matematika cantik pasti menarik.

Bagi matematikawan dan guru matematika, angka adalah hal yang tampak sepele. Tetapi bagi pelajar, siswa, dan murid angka adalah segalanya.

Banyak orang pandai mengatakan bahwa yang terpenting adalah paham konsepnya. Sedangkan angka bisa berapa saja, katanya.

Paman APIQ memang setuju bahwa pemahaman konsep adalah penting. Tetapi Paman APIQ menegaskan bahwa angka cantik lebih penting lagi. Mengapa? Karena angka cantik sangat membantu siswa memahami konsep.

21^2 = ....
41^2 = ....
61^2 = ....

Itu adalalah beberapa angka cantik untuk memperkenalkan konsep kuadrat.

Beberapa angka berikut juga bagus dan akrab untuk kuadrat.

11^2 = ....
12^2 = ....
13^2 = ....

Tetapi angka yang di bawah ini kurang cantik untuk memperkenalkan konsep kuadrat.

14^2 = ....
22^2 = ....
16^2 = ....

Mengapa? Silakan menebaknya.

Untuk mengenalkan konsep penjumlahan, terdapat banyak angka cantik juga.

2 + 2 = ….
3 + 3 = ….
5 + 2 = ….
6 + 6 = ….

Bahkan Paman APIQ telah memproduksi secara khusus kartu milenium ular angka untuk memperkenalkan konsep penjumlahan yang asyik. (Bagi yang memerlukan silakan pesan melalui email quantumyes@yahoo.com).

Segitiga siku-siku Pythagoras juga memperkenalkan banyak angka cantik. Paman APIQ telah merumuskan segitiga paling terkenal (karena sangat cantik), segitiga ganjil, dan segitiga genap. Bahkan saat ini keluarga besar APIQ sedang mendalami pola-pola terbaru dari segitiga siku-siku. Pasti akan menemukan yang cantik-cantik.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Logika Persamaan Linier dan Berbanding Terbalik

Test masuk ITB tentu saja sulit.

Saya pernah menemukan soal test masuk ITB atau universitas ternama di Indonesia yang tampak sederhana tapi menarik.

Mesin pemanas A dapat mendidihkan 10 liter air dalam waktu 5 menit.
Mesin pemanas B bersama-sama pemanas A dapat mendidihkan 10 liter air dalam waktu 3 menit.
Berapa menitkah waktu yang diperlukan oleh pemanas B untuk mendidihkan 10 liter air?

Bagaimana menurut Anda?
2 menit?
Tidak mungkin!

Model matematika persamaan linear secara langsung tidak akan menyelesaikan masalah.

A = 5
A + B = 3

B = -2 (tidak masuk akal).

Mari sedikit kita balik cara kita berpikir.
Dalam 1 menit, kecepatan mendidihkan air adalah:

A = 1/5
A + B = 1/3

B = 1/3 – 1/5 = 2/15

Jadi, B dapat mendidihkan air dalam waktu 15/2 = 7,5 menit. (selesai.)

Pengertian Pembagian Matematika: Kata Kunci Paling Top

Dalam beberapa hari terakhir ini pengunjung blog APIQ sangat banyak yang menggunakan kata kunci “pengertian pembagian matematika” dalam search engine seperti google atau yahoo.

Ada apakah dengan pengertian pembagian?

Saya sendiri menyarankan agar tim APIQ dan masyarakat luas memahami konsep pembagian secara kreatif. Yakni terdapat lebih dari satu cara mendefinisikan pembagian. Berikut ini adalah beberapa definisi pembagian matematika.

1. Pembagian sebagai kebalikan perkalian alamiah.

Orang dewasa pada umumnya sering menganggap pembagian sebagai kebalikan perkalian begitu saja. Tentu saja hal ini benar dan sah.

Contoh:

2.000 x 3 = 6.000

Maka

6.000 : 3 = 2.000

Pengertiannya adalah terdapat kuantitas 6.000 dibagikan kepada 3 penerima maka masing-masing penerima memperoleh bagian 2.000.

Misal, seorang ayah memilki uang Rp 6.000,- dibagikan kepada 3 anaknya secara merata maka masing-masing anak akan menerima bagian Rp 2.000,-.

2. Pengertian pembagian sebagai pengurangan berulang.

Orang dewasa pada umumnya jarang memahami pembagian sebagai pengurangan berulang. Pemahaman ini memang kurang alamiah bagi manusia pada umumnya. Tetapi konsep ini tampaknya lebih memudahkan untuk pemrograman mesin hitung semisal komputer.

Tentu saja, pemahaman ini adalah benar dan sah. Bahkan buku-buku matematika banyak yang mendefinisikan pembagian sebagai pengurangan berulang.

6.000 : 2.000 = 3

Maksudnya,

6.000 – 2.000 = 4.000 (1)
4.000 – 2.000 = 2.000 (2)
2.000 – 2.000 = 0 (3)

Misal, seorang Ayah memiliki uang Rp 6.000,- dan ingin membagikan kepada anak yatim sama rata masing-masing Rp 2.000,-. Berapa anak yatimkah yang akan menerima pembagian uang Ayah?

6.000 : 2.000 = 3 (anak yatim).

3. Pembagian sebagai pengali.

Ini adalah definisi pembagian yang ingin saya kembangkan terus. Tetapi saat ini saya belum merampungkan dengan tuntas definisi pembagian sebagai pengali.

Maksudnya, sesuatu semakin dibagi maka semakin bertambah. Bukan berkurang tetapi justru semakin bertambah. Meski pembaginya adalah bilangan asli yang lebih besar dari 1.

Contoh: Seorang guru memiliki memiliki ilmu geometri. Lalu ia membagikan ilmu geometri kepada 30 orang muridnya. Berapa ilmu geometri yang diterima masing-masing murid?

Jawab:
Masing-masing murid menerima secara utuh 1 ilmu geometri. Karena terdapat 30 murid maka banyaknya ilmu geometri menjadi 30 ilmu geometri.

Sedangkan gurunya sendiri tetap memiliki 1 ilmu geometri, meski telah membaginya kepada 30 murid.

Jadi, setelah proses pembagian, banyaknya ilmu geometri menjadi 31.

Nah… bagaimana menurut Anda?

Saya sendiri terus melakukan penelitian dan pengkajian untuk pengertian pembagian versi 3 tersebut. Untuk kajian itu saya terus membaca berbagai macam literatur tentang matematika aljabar abstrak.

Saat ini terdapat contoh yang lebih nyata lagi.

Seorang guru memiliki ilmu berhitung cepat kuadrat cara APIQ berupa file power point. Kemudian guru tersebut membagikan file power point kepada 40 siswa dengan meng-copy-kan masing-masing siswa ke dalam USB (flash disk).

Berapa file power point yang diterima masing-masing siswa?

Jawab:
Masing-masing siswa menerima 1 file power point ilmu berhitung cepat kuadrat cara APIQ. Terdapat 40 siswa.

Dan guru tersebut tetap memiliki 1 file power point.

Jadi, setelah proses pembagian, terdapat 41 file power point berhitung cepat kuadrat cara APIQ.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Segitiga Pythagoras: Pola-pola Lebih Mendalam

Ribuan tahun yang lalu Pythagoras (Phytagoras) memperkenalkan teorema tentang segitiga siku-siku yang sangat terkenal. Dalam segitiga siku-siku berlaku:

c^2 = a^2 + b^2

Rumus sederhana yang sangat berguna.

Tidak lama dari waktu itu, salah seorang murid Pythagoras yang cerdas bernama Hippasus menemukan keberadaan bilangan irasional. Guru Pythagoras tidak senang dengan keberadaan bilangan irasional. Tetapi sejarah membuktikan bahwa Hippasus sang murid adalah benar. Bilangan irasional itu ada.

Bahkan di antara bilangan irasional juga terdapat bilangan istimewa yaitu bilangan transenden seperti e dan pi.

Rumusan Pythagoras menjadi mudah bila kita mengijinkan sisi segitiga siku-siku merupakan bilangan rasional atau irasional. Tetapi tantangan menarik bila kita hanya mengijinkan sisi-sisi segitiga berupa bilangan rasional. Atau lebih tegas lagi harus berupa bilangan bulat.

Sebelumnya, Paman APIQ telah memperkenalkan pola segitiga Pythagoras dengan salah satu sisi bilangan ganjil atau genap. Kali ini Paman APIQ akan mengajak kita berpetualang lebih dalam lagi dengan pola segitiga siku-siku.

a = 6; b = 2,5; c = 6,5
a = 12; b = 5; c = 13

Seperti kita ketahui sebelumnya, mereka adalah segitiga sebangun yang sudah kita bahas.

a = 8; b = 6; c = 10

Kita sudah akrab dengan bentuk di atas.

a = 10; b = 10,5; c = 14,5
a = 20; b = 21; c = 29

Bilangan 20, 21, 29 adalah koprima. Jadi segitiga di atas tidak sebangun dengan segitiga genap atau ganjil sebelumnya.

a = 12; b = 16; c = 20

Kita sudah akrab banget dengan yang di atas.

a = 14; b = 22,5; c = 26,5
a = 28; b = 45; c = 53 (koprima)

a = 16; b = 30; c = 34 (sebangun)

a = 18; b = 38,5; c = 42,5
a = 36; b = 77; c = 85 (koprima)

Bila kita melanjutkan dengan pola-pola yang lebih dalam maka kita akan menemukan pola-pola yang lebih mengagumkan lagi.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Matematika Kreatif APIQ: Memudahkan yang Sulit dalam Belajar Aljabar

Sudah keseribu kali atau lebih, Paman APIQ mengingatkan bahwa memudahkan hal-hal yang sulit adalah tanda jenius. Sebaliknya, mempersulit hal-hal yang mudah adalah tanda horor.

Apakah matematika itu mudah?
Apakah matematika itu sulit?
Ataukah kadang-kadang sulit kadang-kadang mudah?

“Kami menghendaki kemudahan bukan kesulitan.”
“Sesungguhnya beserta kesulitan itu kemudahan. Maka sesungguhnya beserta kesulitan itu kemudahan.”

Belajar aljabar misalnya, banyak siswa mengalami kesulitan. Lalu banyak guru mengulang cara yang sama kepada siswa-siswanya. Siswa-siswa mengalami kesulitan lagi. Dan begitu seterusnya.

Bagi seorang guru, mengajar aljabar dengan cara biasa adalah mudah. Bagi murid, belajar aljabar dengan cara biasa adalah sulit. Mudah bagi guru, sulit bagi murid.

Paman APIQ memberi suatu challenge, ” Dapatkah kita membalik situasinya?”
“Maksudnya?”
“Mudah bagi murid, sulit bagi guru.”
“Guru mana yang mau begitu?”
“Bagaimana jika mudah bagi guru, mudah bagi murid?”

Tetapi kenyataannya tidak ada jalan mudah yang terbentang begitu saja. Saya harus menempuh jalan berhari-hari untuk membuat program aljabar yang mudah. Untuk meraih jalan mudah itu kita harus melewati berbagai kesulitan dulu. “Sungguh beserta kesulitan itu adalah kemudahan.”

Lalu saya mencoba program aljabar yang saya siapkan berhari-hari tersebut kepada siswa SMP. Awalnya, siswa SMP itu mengalami kesulitan belajar aljabar.

“Silakan coba aja yang ini dulu,” saran saya.

Siswa itu mau mencobanya… dan …”Aljabar itu mudah ya…” kata siswa SMP itu.

Seperti biasa, saya juga mencoba program aljabar tersebut kepada bocah kecil Al, Geo, Meti. Tentu saja Al, Geo, Meti belum pernah belajar aljabar di sekolahnya. Mereka baru duduk di bangku SD.

“Al, coba kamu isi yang ini…” kata saya.
“Baik…” jawab Al.

Al tampak kadang berpikir, kadang tersenyum.

“Seru juga ya soal semacam ini,” komentar Al.

Ternyata anak SD pun dapat belajar matematika aljabar dengan menyenangkan!

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Keunggulan dan Keunikan Usaha Bisnis Franchise Kursus Matematika Kreatif

Menjelang tahun baru 2010 ini saya mencoba mencatat beberapa keunggulan dan keunikan usaha bisnis franchise kursus matematika kreatif APIQ. Keunggulan dan keunikan APIQ ini juga senantiasa tumbuh sepanjang waktu.

Terima kasih saya sampaikan kepada segenap masyarakat Indonesia yang senantiasa mendukung matematika kreatif APIQ.

Berikut ini adalah keunggulan dan keunikan usaha bisnis franchise kursus matematika kreatif APIQ.

1. Inovasi Kreatif berkelanjutan.
2. Telah teruji lebih dari 10 cabang APIQ.
3. Sehat dan meraih profit dalam waktu singkat.
4. Sedang dalam masa pertumbuhan.
5. Memberi value nyata yang besar kepada end customer.

Mari sedikit kita diskusikan keunggulan APIQ di atas.

1. Inovasi Kreatif berkelanjutan. Continuous improvement adalah budaya APIQ. Kita dapat melihat inovasi-inovasi terbaru dan terbaik dari APIQ melalui weblog APIQ. Setiap bulan selalu ada inovasi baru dari APIQ. Bahkan kadang setiap minggu telah lahir inovasi-inovasi terbaik.

Bila kita lihat dari sisi bisnis, inovasi adalah keunggulan kompetisi sejati. Dengan inovasi, APIQ menjadi lebih baik setiap hari. Dalam lautan kompetisi, APIQ menjadi terdepan dengan inovasi. Tidak mudah bagi para pesaing untuk mengejar inovasi kreatif ini.

2. Telah teruji lebih dari 10 cabang APIQ. Sebagai bisnis franchise, APIQ tidak lagi sekedar ide seperti 8 tahun yang lampau. Tetapi APIQ telah menjadi bisnis model yang teruji dan menghasilkan profit.

Tahun 2008 dan 2009 adalah tahun pertumbuhan APIQ. Berawal dari Bandung, kini cabang APIQ telah menyebar ke Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Anda juga dapat mengikuti pertumbuhan cabang APIQ melalui weblog APIQ.

3. Sehat dan meraih profit dalam waktu singkat. Investasi bisnis franchise APIQ relative ringan. Plus dalam waktu relative singkat telah meraih profit.

Model keuangan APIQ menganut sistem cashflow (arus kas) sehat. Yakni memulai bisnis dengan pengeluaran terkendali dan pendapatan terencana. Pendekatan ini terbukti memberikan dampak positif bagi bisnis franchise APIQ. Hanya dalam waktu beberapa bulan beberapa cabang APIQ telah berhasil meraih profit.

4. Sedang dalam masa pertumbuhan. Potensi market kursus matematika kreatif masih terbuka lebar di Indonesia. Meski APIQ telah memiliki puluhan cabang tetapi potensi pertumbuhan masih sangat tinggi. APIQ berpotensi membuka ratusan cabang di wilayah negara Indonesia tercinta.

Dari tahun 2000 sampai tahun 2008 APIQ fokus kepada riset matematika kreatif yang berpusat di Bandung. Mulai 2008, 2009 APIQ mulai fokus kepada pertumbuhan jaringan bisnis franchise APIQ. Saat ini APIQ banyak menawarkan program-program promosi untuk pembukaan cabang-cabang baru.

5. Memberi value nyata yang besar kepada end customer. Value nyata justru menjadi fokus utama bagi APIQ. Customer akhir APIQ adalah para siswa. APIQ memastikan para siswa memperoleh value yang mereka perlukan.

APIQ membantu para siswa belajar matematika dengan mudah, menyenangkan, dan kreatif. APIQ juga memberi pembelajaran matematika sejati yang utuh: aritmetika, geometri, dan aljabar. Bandingkan dengan beberapa kursus lain yang hanya mengajarkan sedikit aritmetika saja yaitu sekedar berhitung.

Karena matematika sejati yang utuh adalah kebutuhan abadi bagi siswa – dan peradaban manusia – maka potensi market untuk APIQ selalu terbuka sepanjang jaman, sepanjang peradaban manusia masih ada.

Hal ini berbeda dengan kebutuhan mesin hitung. Mesin hitung di masa lampau adalah abakus (sempoa atau jari). Kemudian mesin sempoa mulai tergantikan oleh mesin kalkulator. Selanjutnya kalkulator mulai kalah oleh komputer. Saat ini mesin komputer mulai bersaing (atau bersanding) dengan mesin handphone cerdas.

Jenis mesin hitung dapat berganti-ganti dari sempoa sampai komputer. Tetapi filosofi matematika sejati selalu dibutuhkan melebihi sekedar mesin hitung. Itulah, matematika sejati, fokus utama APIQ.

Selamat bergabung dalam jaringan bisnis franchise APIQ…!

Info lebih lengkap silakan email ke:

quantumyes@yahoo.com

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Kompetisi (Olimpiade) Matematika Kreatif yang Asyik untuk Semua Orang

Telah lama sekali saya memikirkan untuk membuat kompetisi matematika kreatif yang asyik. Kompetisi matematika ini berbeda dengan kompetisi-kompetisi sebelumnya yang selalu bersifat serius. Kompetisi matematika kreatif bersifat kreatif, fun, dan serius juga.

Paman APIQ mengusulkan agar kita memanfaatkan beragam permainan matematika kreatif yang sudah kita miliki. Super marble, kombi milenium, tepuk matematika, dan lain-lainnya.

Tentu kita sudah tahu bahwa bentuk kompetisi matematika paling terkenal adalah olimpiade matematika. Seperti kita ketahui juga olimpiade matematika diikuti khusus oleh para siswa yang berbakat di matematika saja. Sedangkan kompetisi matematika kreatif yang saya gagas dapat diikuti semua siswa: berbakat matematika atau biasa-biasa saja.

Pemenangnya pun bisa seorang anak yang berbakat matematika atau sekedar seorang anak pecinta matematika. Jadi, siapa saja dapat menjadi pemenangnya. Anak Anda dapat menjadi pemenangnya juga. Ayo…bergabung.

Beberapa bentuk kompetisi matematika kreatif ini adalah sebagai berikut.

1. Kompetisi super marble.
2. Kompetisi kombi milenium: adu cepat dan adu nasib.
3. Tepuk matematika kreatif (beregu): bilangan prima, kompo, romawi.
4. Kompetisi menghitung kuadrat sampai 10.000 atau 1.000.000.
5. Kompetisi menghitung akar rasional atau irasional.
6. Kompetisi olimpiade matematika.
7. Dan lain-lain.

Seorang anak dapat saja mengikuti seluruh cabang kompetisi matematika di atas. Atau dapat juga memilih beberapa cabang yang mereka sukai. Bahkan seorang anak memiliki kesempatan untuk mengikuti suatu cabang kompetisi secara berulang-ulang.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)