Archive Bulanan: November 2009

Kamil: Bonus Calistung Matematika Kreatif APIQ

Bagi anak-anak TK yang belajar matematika kreatif APIQ sering dapat bonus bisa membaca dan menulis. Level-level awal di APIQ memfasilitasi siswa belajar berhitung dan menulis. Kemudian bertahap masuk ke level soal cerita, anak sekaligus belajar membaca.

Kemarin sore, Al kecil asyik bermain Kamil: kata-kata milenium. Sambil bermain-main, Al belajar membaca dengan asyik. Bahkan Geo dan Meti yang sudah lancar membaca juga menyukai permainan kamil.

Kamil seakan menjadi bonus bagi para siswa APIQ belajar calistung.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Belajar Mudah Matematika Memahami Limit Bentuk Tak Tentu

Tante Lim dan Paman APIQ berdiskusi bentuk tak tentu apa yang perlu dikenalkan kepada anak-anak pada tahap awal. Umumnya, para penulis matematika akan mulai mengenalkan bentuk 0/0 baru ke bentuk lain.

Sedangkan Paman APIQ memikirkan beberapa alternatif lain. Bentuk ~/~ menjadi kandidat utama.

“Berapakah ~/~ ?”
” Ya 1 lah…” sahut Meti.

“Berapakah 6 karung / 3 karung ?”
“Ya 2 lah…” sahut Meti lagi.
“Berarti ~/~ = 2 ?” Geo menimpali.

Paman APIQ melanjutkan,

“Berapakah 10 karung / 2 karung ?”
“Pasti 5,” Al menebak.

Jadi….

~/~ = tak tentu.

Mungkin saja ~/~ bernilai 1, bernilai 2, bernilai 10 atau lainnya. Itulah tak tentu. Dengan teori limit kita dapat menentukan berapakah tepatnya ~/~ tersebut.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Kata-kata Milenium, Smart Words

Mata
Bola
Kaki
Kuda
Dada
Sapi
Lima
Tiga
Satu
Cuci
Pipi
Gigi
Biru
Meja
Tamu
Kaca
Foto
Baca
Buku
Baju
Kayu

Tiga kata satu beda,
Sisa sama
123, 234, 345, …. 20,1,2

Makan
Minum
Tidur
Lapar
Merah
Hitam
Gajah
Teman
Taman
Rumah
Paman
Kuman
Ramah
Wajah
Pohon
….
Bebas…

Membalas

Membalas kebaikan dengan yang lebih baik
Membalas keburukan dengan yang lebih baik

Atau setidaknya
Membalas keburukan dengan keadilan

Memberi maaf adalah kebaikan
Baginya
Bagi kita

Memberi Menerima

Berikan yang terbaik
Niscaya Anda akan menerima yang terbaik

Memberi bukan untuk menerima
Tetapi hukum semesta memastikan
Siapa memberi
Ia menerima

Berikan yang terbaik
Niscaya Anda akan menerima yang terbaik

Bagaimana menurut Anda?

Dilema UN 2010, Bocoran, dan Mendiknas yang Bodoh

UN 2010 tetap menghadirkan pro kontra. Kabarnya, jadwal UN dimajukan menjadi Maret 2010, makin ramai saja.

Keputusan pengadilan yang memenangkan penggugat (siswa dan orang tua) atas ketidakadilan penyelenggaraan UN pun tampaknya tidak mendapat cukup pertimbangan.

Gosip dan realitas di depan mata bahwa UN bocor tahun demi tahun juga tak dihiraukan. Saya telah menulis berkali-kali bahwa dari beragam sudut pandang, UN pasti bocor, tidak mungkin mengamankan UN 100%. Bahkan tahun 2009 kemarin, dikabarkan, UN sempat bocor 100%. Tentu pihak berwenang buru-buru menyangkalnya.

Mengapa tampak begitu semrawut dunia pendidikan kita?
Apakah karena kita memiliki Mendiknas, Menteri Pendidikan Nasional, yang bodoh?

Mendiknas kita saat ini adalah M Nuh. Sebelumnya adalah Bambang S. Apakah Mendiknas kita bodoh?

Justru di situ masalahnya!

Saya yakin Mendiknas kita adalah orang cerdas. Karena itu mereka menganggap UN itu mudah bagi setiap orang. Hanya orang bodoh saja yang tidak lulus UN. Masa meraih nilai 6 saja tidak mampu? Pantaslah anak-anak bodoh itu diganjar tidak lulus sekolah.

Saya juga yakin anak-anak kita juga tidak bodoh. Mungkin mereka tidak berbakat menyelesaikan soal-soal UN. Tetapi mereka cerdas dalam seni, olah raga, teknologi dan lain-lain.

Seandainya kita memiliki Mendiknas yang bodoh, mungkin akan lain persoalannya.

Bagaimana menurut Anda?
Salam…

Bisnis Dunia Akhirat

“Sejelek-jeleknya manusia adalah yang menjual akhiratnya demi dunianya. Tetapi yang lebih jelek lagi adalah yang menjual akhiratnya demi dunianya orang lain.”

Terencana + Tertulis + Heijunka = Sukses + Bahagia

Langkah-langkah sederhana untuk meraih bahagia dan sukses, siapkah Anda?

1. Terencana
Gagal merencanakan sepadan dengan merencanakan kegagalan. Menyusun jadwal adalah hanya bagian kecil dari perencanaan. Sudahkah Anda memiliki rencana hari ini? Minggu ini? Bulan ini? Tahun ini?

Beberapa orang tidak mau menyusun rencana. Hidup menjadi monoton bila direncanakan, tidak ada spontanitas katanya.

Yang benar justru sebaliknya. Perencanaan yang bagus membuat kita bekerja dengan efektif dan efisien. Membuat kita memiliki lebih banyak waktu luang, lebih spontan, lebih proaktif. Bukan pekerjaan yang mengatur kita tetapi kita lah yang mengatur pekerjaan melalui perencanaan.

2. Tertulis.
Baik untuk diri sendiri mau pun tim tulisan sangat membantu. Tulisan membantu kita lebih fokus dan ringan menangani suatu hal. Komunikasi tulisan yang terlatih jauh lebih efektif dibanding hanya komunkasi lisan.

3. Heijunka
Meratakan beban tanggung jawab. Menciptakan dan menjaga kondisi stabil. Heijunka adalah prinsip dasar dari manajemen.

Pemborosan dan kerugian terbesar sering diakibatkan tidak terpenuhinya heijunka. Yaitu kadang-kadang beban kerja terlalu berat, di saat lain tidak ada beban kerja. Heijunka adalah proses meratakan beban sepanjang waktu.

Di atas heijunka inilah kita berpetualang dengan inovasi dan kreasi. Ide-ide cemerlang kita gunakan untuk meningkatkan kinerja dari setiap lini.

Perencanaan, tertulis, dan heijunka adalah kondisi awal untuk meraih sukses dan bahagia.

Bagaimana menurut Anda?

Salam…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

APIQ Share Lagi 20 November 2009

Setelah sukses dengan APIQ Share perdana sore tadi, APIQ akan meluncurkan lagi APIQ Share minggu depan 20 November 2009. Masih seperti yang perdana APIQ Share memungut biaya 0 rupiah alias gratis. Karena itu mohon mendaftarkan diri Anda dulu sebelum hari pelaksanaan.

Saatnya yang muda tampil itulah tema APIQ Share bulan ini. Bukan hanya Paman APIQ yang tampil tetapi seluruh anggota keluarga besar APIQ ikut tampil: Te APIQ, Kang APIQ, Mas APIQ, dan lain-lain.

Selamat bergabung dengan APIQ Share…
Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Permainan Memahami Konsep Limit (bag.2)

Paman APIQ merasa senang melihat Al, Geo, Meti dapat memahami konsep 0 dan tak hingga (~) dalam limit. Tante Lim banyak membantu dalam proses belajar limit ini.

Al, Geo, Meti sudah paham bahwa

7/~ = 0
5/0 = ~.

Kini mereka akan berpetualang ke tahap berikutnya.

“Ini satu karung beras. Tahukah kamu ada berapa butir beras dalam satu karung ini?” tanya Tante Lim.

“Hehehe… ada-ada saja Tante Lim ini,” sahut Geo.
“Di mana-mana menghitung beras itu ya pakai kilogram,” tambah Meti.
“Pasti Tante Lim mau main-main ya…?” Al ikut nimbrung.

“Tante tahu kok, ada berapa butir beras dalam satu karung tersebut, ” kata Tante Lim.
“Sulit dipercaya…!!!”

“Berapa ayo…?” tanya Al.
“Ditanya kok balik bertanya!?” Sahut Tante Lim

“Bertanyalah kepada ahlinya,” tambah Meti.
“Baik…baik…baik… Tante kasih tahu ya… Dalam satu karung beras terdapat tak hingga butir beras.”

“Maksudnya 1 juta butir beras?”
“Mengapa 1 juta?”
“Kemarin Tante bilang 1 juta orang penduduk dapat kita sebut sebagai tak hingga kan?” kata Al.

“Oke, Tante tahu maksudnya!”

Tante Lim mulai menjelaskan konsep tak hingga.

Tak hingga adalah bilangan yang besar sekali. 1 juta memang dapat kita anggap sebagai tak hingga. 2 juta juga dapat sebagai tak hingga. Bahkan 1.000 mungkin saja sebagai tak hingga.

Mari 1 karung beras kita anggap sebagai tak hingga. Maka 2 karung beras adalah 2 x tak hingga yang berarti bilangan besar sekali. Menjadi tak hingga lagi. Jadi tak hingga yang satu mungkin saja berbeda dengan tak hingga lain.

Misal 1 karung = ~ butir.

Berapakah…

~ + 5 = ?

“Aku tahu…. ” sahut Al cepat, ” ya… 1 karung tambah 5 butir.”
“Aku tahu, tetap saja 1 karung,” kata Meti.
“Sudah semakin dekat…!” tambah Tante Lim.

“O…ya

~ + 5 = ~

betul kan?” kali ini Geo berpendapat.

“Ya, betul!”

~ + 7 = ….?
~ – 10 = ….?
~ + 9 = ….?

Jawabannya adalah tetap ~, tak hingga.

Tante Lim menyebut konsep ini sebagai konsep pengabaian. Abaikan saja pengurangan atau penjumlahan terhadap tak hingga.

Dengan konsep abaikan saja maka kita akan lebih mudah menghitung limit.

Contoh:

\lim_{x \rightarrow \infty} \frac{{(4x + 3)}^3}{{(2x - 3)}^3}

Lumayan menakutkan juga soal di atas. Apalagi jika kita harus menghitung pangkat 3 dari 4x + 3 dan pangkat 3 dari 2x – 3. Cukup melelahkan pasti.

Tetapi dengan konsep abaikan saja akan menjadi mudah.

4x + 3 = 4x (abaikan 3)
2x – 3 = 2x (abaikan -3)

Sehingga soal di atas dapat kita pandang sebagai:

\lim_{x \rightarrow \infty} \frac{{(4x)}^3}{{(2x)}^3}

= (4/2)^3
= 8 (Selesai)

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)