Archive Bulanan: Agustus 2009

Menerima Warisan Jembatan Emas

Apa yang akan Anda lakukan bila menerima warisan jembatan emas?

Tentu riang gembira.

Berapa kilo gram emas? Atau berapa ton emas?

Para pendahulu kita, Soekarno Hatta dan para pahlawan tercinta, telah mewariskan jembatan emas kepada kita.

Apa yang telah kita lakukan terhadap jembatan emas itu?

Tentu…jembatan emas kemerdekaan.

Para pejuang kita berhasil meraih jembatan emas tidak dengan mudah.

Mereka berkorban.
Meneteskan darah.
Menyerahkan jiwa raga.
Menanggung biaya perang.
Membayar ganti rugi jutaan gulden…

Demi mewariskan jembatan emas itu.

Apa yang kini telah kita lakukan terhadap jembatan emas itu?

Agenda Bulan Suci: Karya Suci Menanti

Sesaat lagi bulan suci menghampiri. Sudahkah Anda siap menjalani?

Saya ingin membuat catatan agenda pribadi…

1. Lebih fokus di tempat tinggal sendiri yaitu Bandung. Saya berusaha membatasi acara keluar kota. APIQ Bandung akan fokus di Bandung. Demikian juga APIQ Jakarta dan Jawa Timur.

2. Lebih banyak menulis. Merampungkan buku APIQ 2 (permainan matematika kreatif), memulai buku APIQ 3 (kalkulus kreatif degan otak kanan), berbagi ilmu melalui blog.

3. Lebih banyak membuat program APIQe ppt. Saat ini baru tersedia 25+1 judul APIQe power point. Semoga saya bisa segera menambahnya minimal menjadi 50 judul.

4. Belajar lagi mengkaji kitab suci. Dulu ketika remaja, aktivitas ini serasa biasa-biasa saja. Kini ketika sudah mulai tua terasa berbeda.

5. Ternyata kuliah di kampus tercinta ITB juga sudah mulai lagi… Siap belajar lagi dan lagi.

Bagaimana dengan Anda?
Mari semakin berprestasi di bulan suci…!

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Soal UN / UASBN SD FPB KPK Itu Mudah Sekali

Siswa menganggap FPB dan KPK adalah soal yang susah.
Guru menganggap FPB dan KPK adalah soal yang sulit diajarkan.
Orang tua menjadi bingung karena soal FPB dan KPK.

Pada gilirannya, saya juga terbawa bingung.

Paman APIQ mengingatkan. Langkah pertama untuk belajar matematika adalah memahami masalahnya.

Itu dia ….selesai sudah!

Bila kita telah paham masalahnya…FPB dan KPK langsung selesai dengan sendirinya. Awalnya, FPB KPK menjadi soal paling menyulitkan, akhirnya, FPB KPK menjadi soal bonus dalam UN / UASBN SD.

Ikuti saran Paman APIQ: memahami masalahnya!

Kita tahu bahwa soal UN / UASBN SD adalah berupa pilihan ganda. FPB KPK langsung tersedia di depan mata.

Contoh: UASBN SD 2008

10. FPB dari 24 dan 36 adalah…
A. 8
B. 12
C. 24
D. 27

Jawab:
B. 12
(Selesai. Karena 12 dapat membagi 24 atau 36)

UASBN SD 2009
13. Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari 12, 24, dan 36 adalah…

A. 6
B. 12
C. 24
D. 36

Jawab:
B. 12
(Selesai. Karena 12 dapat membagi 12, 24, atau 36.)

11. Kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dari 12, 30, dan 40 adalah…

A. 40
B. 60
C. 120
D. 160

Jawab:
C. 120
(Selesai. Karena 120 dapat dibagi 12, 30, atau 40.)

Dan lain-lain.

Dengan cara di atas, kita telah berhasil mengubah soal FPB KPK yang sangat sulit menjadi tebak-tebakan yang lebih menyenangkan.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat….
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Semakin Kreatif dengan Alat yang Sederhana: Bahasa

Tentu kita sudah tahu bahwa manfaat bahasa adalah untuk komunikasi. Hal tersebut sangat penting bagi peradaban manusia.

Tetapi Paman APIQ selalu mengingatkan bahwa bahasa bukan hanya media komunikasi. Bahasa adalah alat utama untuk menjadi kreatif. Bahasa adalah alat utama untuk berpikir.

Semakin baik kita menguasai bahasa maka akan semakin baik kita berpikir. Pada gilirannya kita akan semakin baik bertindak.

Misal orang yang paham bahwa matematika itu memiliki 3 anak kandung yaitu aljabar, geometri dan aritmetika akan lebih baik dengan orang yang hanya memahami bahwa matematika itu setara dengan aritmetika (aritmatika) belaka.

Jika matematika memiliki 3 anak kandung, apakah matematika memiliki cucu dan cicit?

Hmmm…. pertanyaan yang bagus!

Di antaranya kita sudah mengenal statistik, fungsi, persamaan kuadrat, polinomial, probabilitas, matrik, logaritma, eksponen, kalkulus, dan lain-lain. Itulah cucu dan kerabat matematika.

Mari sedikit berbicara istilah dalam matematika dasar – siswa SD.

Misal siswa diminta menentukan FPB dan KPK dari 15 dan 20.

Apa itu FPB?
Faktor Persekutuan terBesar.

Itu dia…istilah terbesar ini sering membingungkan anak kita.

FPB nya kan 5. Bukankah 5 adalah kecil dibandung 15 atau 20?

Tentu kita dapat berargumen bahwa yang kita cari adalah faktor. Tetapi argumen ini tidak mudah dipahami.

Apa itu KPK?
Kelipatan Persekutuan terKecil.

Bukankah KPK nya adalah 60. Kita tahu 60 adalah lebih besar dibanding dengan 15 atau 20. Mengapa disebut terkecil?

Tentu, kita dapat berargumen bahwa kita mencari kelipatannya. Percayalah…argumen semacam ini tidak mudah diterima oleh kebanyakan siswa.

Saya sendiri sedang memikirkan untuk mengganti istilah terBesar dan terKecil di atas dengan terDekat.

FPB berubah menjadi FPD.
KPK berubah menjadi KPD.

Saya belum berhasil mendapatkan persetujuan dari Paman APIQ. Tampaknya Paman APIQ masih menimbang-nimbang berbagai aspek. Tentu saja, Paman APIQ akan mencoba berdiskusi dengan Al, Geo, Meti.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Mudah dan Asyik Menentukan KPK dan FPB dengan Inovasi Pembelajaran Matematika Kreatif APIQ

Hampir dalam setiap seminar, para guru dan orang tua selalu menanyakan,

“Bagaimana cara mudah menghitung KPK dan FPB?”

Seperti biasanya, saya merespon dengan biasa-biasa saja. Sampai suatu saat Paman APIQ menegur saya.

“Masalah KPK dan FPB bukanlah masalah biasa. Itu adalah masalah serius!” kata Paman APIQ.

“Lalu…?” saya bertanya.

Paman APIQ diam saja. Saya mulai memahami maksud Paman APIQ. Pasti Paman APIQ menginginkan agar saya menulis tentang cara menentukan FPB dan KPK yang mudah dan asyik.

Ilmu semakin kita bagi maka akan semakin berkembang. APIQ memegang prinsip untuk terus berbagi ilmu. Mari kita cerdaskan kehidupan berbangsa dengan berbagi ilmu.

Untuk dapat menulis FPB dan KPK yang asyik tentu saya perlu bertemu dulu dengan Al, Geo, Meti. Mereka adalah anak-anak lucu yang kreatif dan banyak ide.

Khususnya bagi Al yang masih kecil, tentu tidak mudah mengenalkan FPB KPK dengan pendekatan faktorisasi prima. Saya perlu berinovasi untuk mencari cara mudah menentukan KPK dan FPB.

Akhirnya saya menemukan…sebuah cara yang indah. Saya menyebut cara ini sebagai BINTANG HATI.

Contoh:
Tentukan FPB dan KPK dari

24 dan 18

Jawab:

Faktor-faktor
24: 12, 8, 6, 4, 2
18: 9, 6, 3

FPB = 6
KPK = 6 x (4×3) = 72 (Selesai).

Maksudnya?
Mari kita ulangi dengan contoh lagi.

Tentukan FPB dan KPK dari
24 dan 30

Jawab:
24 = 6×4
30 = 6×5

FPB = 6
KPK = 6 x (4×5) = 120 (Selesai).

“Aku tahu polanya…!” Geo berteriak gembira.

Tentukan FPB dan KPK dari
50 dan 75

Jawab:
50 = 25×2
75 = 25×3

FPB = 25
KPK = 25 x(2×3) = 150 (Selesai).

“Aku bisa….” Meti melompat gembira.
Al memang masih kecil. Kemudian Al melompat-lompat.

“Bagaimana Al?”
“Hore…aku hampir bisa…!” Al juga bergembira.

Mereka terus bergembira bermain-main matematika kreatif. FPB KPK yang biasanya dianggap paling sulit menjadi sesuatu yang lebih mudah… lebih masuk akal.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Rantai Milenium APIQ: Inovasi Pembelajaran Matematika Kreatif

Al, Geo, Meti dengan asyik memainkan rantai milenium. Mereka menyambung-nyambung dan memutus rantai milenium yang warna-warni.

1. Rantai milenium dapat kita gunakan untuk berhitung aritmetika cepat dan mudah.

2. Rantai milenium dapat kita gunakan sebagai permainan untuk menunjukkan bahwa bilangan pi = 22/7.

3. Selanjutnya kita dapat bermain-main menghitung luas dan keliling lingkaran dengan rantai milenium.

Mari terus berkreasi…
Mari terus berinovasi…
Salam APIQ…

Bagaimana menurut Anda?

Mengapa Bagaimana

Mengapa adalah untuk memahami
Bukan untuk interogasi

Bagaimana adalah untuk solusi
Bukan untuk mengelabui

Memudahkan Belajar Matematika: Definisi yang Tak Terdefinisi

Paman APIQ memang cerdik. Tetapi dia tidak cerdik dengan sendirinya. Paman APIQ menjadi cerdik karena banyak belajar dari orang-orang di sekitarnya.

Dari Al, Geo, Meti Paman APIQ belajar bagaimana cara menampilkan matematika dengan mudah dan asyik. Dari komunitas keluarga besar dan komunitas APIQ, Paman APIQ belajar banyak bagaimana memahami masalah dengan baik dan bijak.

Kali ini saya ingin berbagi pandangan Paman APIQ tentang definisi operasi aritmetika pembagian dan sedikit teori limit.

Operasi pembagian adalah operasi hitung yang paling sulit bagi kebanyakan siswa. Tetapi untuk Al, Geo, Meti operasi pembagian adalah perhitungan yang mengasyikkan. Bahkan mereka telah memahami konsep pembagian sejak kanak-kanak. Tentu saja Al, Geo, Meti belajar melalui permainan.

Mari kita mulai…

Pembagian sebagai kebalikan perkalian.

12 : 2 = 6

Maka 6 x 2 = 12

Ambil 12 biji onde milenium. Kemudian taruh ke 2 mangkuk dengan sama banyak. Maka setiap mangkuk mendapat 6 biji. Dengan suasana bermain, Al, Geo, Meti telah menguasai konsep pembagian.

Definisi pembagian seperti di atas, sangat membantu anak-anak menguasai konsep pembagian.

Definisi kedua, pembagian sebagai pengurangan berulang.

12 : 6 = 2

12 – 6 = 6 (1)
6 – 6 = 0 (2)

Jadi 12:6 = 2 karena kita mengurangkan 6 sebanyak 2 kali agar 12 menjadi 0.

Bagi Al, Geo, Meti definisi kedua ini juga menjadi permainan yang menarik. Ambil 12 biji onde milenium. Tempatkan ke mangkuk masing-masing 6 onde. Maka kita akan memiliki 2 mangkuk. Jadi 12:6 = 2.

Dua macam definisi di atas adalah sama benar. Manfaatkan kedua definisi di atas dengan baik. Definisi pertama lebih intuitif dan memudahkan bagi kebanyakan siswa. Sedangkan definisi kedua banyak membantu dalam situasi tertentu.

Bagaimana dengan 12:0 = ?

Pembagian dengan 0 adalah tidak didefinisikan. Jadi, jangan pernah membagi dengan 0.

Tetapi bila kita bicara dalam konsep limit maka dapat saja kita membagi 12/0. Karena pengertion 0 dalam limit adalah bilangan yang mendekati 0 (positif atau negatif). Jadi kita dapat mengatakan bahwa limit mendekati 0 adalah bilangan yang sangat kecil sekali.

Sedangkan bilangan yang sangat besar kita sebut sebagai tak hingga dengan simbol ~ atau angka 8 yang roboh.

Jadi, berapakah…

12/0 = ???
12/~ = ???

Paman APIQ biasa mengilustrasikan contoh di atas dengan suatu cerita.

Misal kita memiliki beras 12 kg. Lalu kita bagikan kepada 2 orang (dengan bagian yang sama). Berapa kg bagian masing-masing?

12/2 = 6 (6 kg)

Bagaimana bila dibagikan kepada 4 orang?

12/4 = 3 (3 kg)

Bagaimana bila dibagikan kepada 12 orang?

12/12 = 1 kg

Bagaimana bila dibagikan kepada 24 orang?

12/24 = 1/2 kg

Bagaimana bila 12 kg dibagikan kepada seluruh penduduk Indonesia?
Berapa kg yang diterima masing-masing penduduk Indonesia?
Ya betul!
Sangat….kecil….!
Sangat kecil mendekati 0.
Banyaknya penduduk Indonesia adalah besar sekali atau tak hingga.

Maka
12/~ = 0.

Dengan sedikit manipulasi aljabar maka
12/0 = ~.

Semua diskusi ini dalam konsep limit.

Dengan memanfaatkan definisi pembagian sebagai pengurangan berulang kita juga memahami dengan baik.

12/2 = 6 (Kita mengurangkan 2 sebanyak 6 kali)
12/1 = 12 (Kita mengurangkan 1 sebanyak 12 kali)
12/0,5 = 24 (Kita mengurangkan 0,5 sebanyak 24 kali)
12/0,25 = 48 (Kita mengurangkan 0,25 sebanyak 48 kali)

Bagaimana dengan…

12/0 = ???

Ya betul!
Tak hingga.

12/0 = ~

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Lautan 0 Milenium: Asyik Belajar Matematika Kreatif

Angka 0 memang menakjubkan.
Bilangan 0 lebih menakjubkan lagi.
0 menyimpan banyak pesona.

Dalam training APIQ kemarin, kami tercetus ide permainan “Lautan 0 Milenium”. Sebuah permainan matematika kreatif yang memudahkan putra-putri kita belajar bilangan bulat negatif.

Dalam acara launching APIQ Ciledug, satu hari setelah training APIQ, juga asyik berdiskusi tentang pesona angka 0. Untuk sementara ini mari kita tidak membedakan antara 0 sebagai angka dan 0 sebagai bilangan.

Mengapa 3^0 = 1 ?
Apakah 0/0 = tak tentu?
Apakah 12/0 = tak hingga?
Mengapa?

Tentu saja saya mengundang Paman APIQ untuk bergabung. Sementara itu, Al, Geo, dan Meti asyik bermain-main.

Paman APIQ mulai ikut berdiskusi.

“Mari kita bermain dengan beberapa contoh.
3^4 = 3x3x3x3 = 81
3^2 = 3×3 = 9

3^4 / 3^2 = 81/9 = 9 = 3^2

Jadi

3^4 / 3^2 = 3^(4-2) = 3^2

Bagaimana dengan 3^0 ?

0 = 2-2 = 3-3 = a-a

Maka sebagai contoh,

3^0 = 3^(2-2) = 3^2 / 3^2 = 9/9 = 1
Jadi
3^0 = 1 (Selesai).

Dengan sedikit generalisasi, maka setiap bilangan bila dipangkatkan 0 maka = 1.

“Oooo…begitu! Terima kasih Paman APIQ atas ilmunya.”

(Tentu saja kecuali 0 pangkat 0. Berapa ayo…0 pangkat 0 ?).

“Bagaimana dengan 0/0 = tak tentu?”

“Dalam contoh ini kita berhubungan dengan limit. Tentu saja, jika bukan limit maka 0/0 adalah tidak didefinisikan.”

Tak tentu artinya adalah tak tentu. (Ya iya lah…). Maksudnya…tak tentu itu dapat saja 0/0 bernilai sama dengan 1 atau 2 atau pi atau berapa saja. Tugasnya teori limit untuk menentukannya.

Demikian juga dengan 12/0 = tak hingga pasti kita menggunakan teori limit. Jika bukan dalam teori limit maka 12/0 adalah tidak didefinisikan. Secara umum, pembagian denga 0 adalah tidak didefinisikan.

“Mari kita sedikit berbicara tentang limit,” Paman APIQ melanjutkan diskusi.

(bersambung…)

Bandung Lautan API… Quantum

Sudah sangat terkenal kota Bandung sebagai…

Bandung lautan api. (Tempo doeloe utawa jadul).

Bandung lautan mode. (Memang pantas, banyak orang kreatif di Bandung).

Bandung lautan macet. (Khususnya sabtu dan minggu apa lagi liburan panjang).

Bandung lautan APIQ. (Mulai saat ini dan seterusnya…)

Bagaimana menurut Anda?
Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)