Archive Bulanan: Juli 2009

Bukan yang Dulu

Semakin tua
Bukan yang dulu lagi

Tulang semakin rapuh
Pandangan kabur
Pendengaran lemah

Tapi jiwa terus bertumbuh
Tulang jiwa semakin teguh
Pandangan batin semakin bening
Pendengaran batin semakin peka

Penggaris Milenium: Belajar Aljabar Semakin Asyik dengan Inovasi APIQ

Mohon maaf…setelah diskusi panjang dengan Al, Geo, Meti, dan Paman APIQ tentang inovasi pembelajaran matematika, saya menemukan inovasi cara belajar aljabar yang sangat asyik ketika di kamar mandi. Inovasi ini saya beri nama PENGGARIS MILENIUM.

Tentu saja anak-anak semakin suka belajar aljabar. Lebih-lebih tiga anak kreatif Al, Geo, dan Meti.

1. Penggaris milenium ini memiliki beragam satuan, mm, cm, inchi, 1/2 cm, dan lain-lain.

2. Mainkan dengan mengkombinasikan dadu dan kubus milenium.

3. Minta anak-anak untuk mengukur tumpukan-tumpukan kubus dan dadi. Mintalah mereka main tebak-tebakan. Pasti asyik…!

4. Nah…anak-anak tanpa sadar telah menghayati konsep-konsep penting dalam aljabar.

5. Tiba saatnya mulai memperkenalkan notasi simbol-simbol aljabar yang baku.

Selamat bermain…
Selamat bergembira…
Salam matematika kreatif APIQ…!

(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Tentang Aljabar

Saya sedang terpikir terus untuk menulis aljabar. Tidak tahu apa sebabnya. Tentu saya akan mulai dari pengenalan aljabar dasar sampai aljabar yang lebih rumit – aljabar abstrak.

Untungnya saya punya teman-teman yang banyak membantu: Al, Geo, Meti, dan Paman APIQ.

Hidup aljabar…!
Hidup matematika…!
Hidup APIQ….!

Training APIQ di Lantai 1

Tempat training APIQ 18 Juli 2009

Hotel Golden Flower Bandung
Jalan Asia Afrika no 15-17 Bandung
Ruang Meeting Aster 3 lantai satu

Selamat berinovasi…!

Belajar Aljabar Lebih Asyik dengan Ilustrasi Nyata

“Aku punya timbangan digital, asyik…” Al bergembira.
“Apa bedanya dengan yang lain? ” Geo bertanya.
“Pasti lebih keren..! Namanya saja digital! ” Meti menimpali.

Paman APIQ seperti biasa selalu senyum-senyum melihat tiga anak didiknya yang lucu-lucu berdiskusi.

“Coba kalian timbang nih… 1 kubus dan 1 bola!” perintah Paman APIQ.
” 1 kubus tambah 1 bola beratnya adalah… 5 ons,” jawab Meti setelah menimbangnya.
“Coba sekarang kamu timbang 1 kubus dan 2 bola!” kata Paman APIQ.
” 1 kubus tambah 2 bola beratnya adalah… 8 ons,” Geo ikut nimbrung.
“Sekarang timbang 1 bola saja!” Paman APIQ melanjutkan.
“Aku tahu…” Al menyela.

Geo dan Meti behenti sejenak. Tidak jadi menimbang 1 bola.

“Berat 1 bola adalah… 3 ons!” teriak Al.

Geo dan Meti langsung menimbang 1 bola.

“Yang benar…berat 1 bola adalah… 3 ons,” kata Meti sambil melihat timbangan.
“Hebat…! Al bisa tahu tanpa menimbangnya!” Geo memuji.

“Coba timbang satu kubus…” kata Paman APIQ.
“Aku juga tahu,” Al menyela lagi.
“Berat 1 kubus adalah… 2 ons,” Al menebak.

“Aku cek ah… Betul… 2 ons!” kata Geo.

Al, Geo, dan Meti melanjutkan bermain-main bergembira. Mereka menimbang bermacam-macam benda dengan timbangan digital itu.

Kemudian Paman APIQ memperkenalkan konsep matematika – aljabar. Sebuah sistem persamaan linier 2 variabel.

x + y = 5 … … … (1)
x + 2y = 8 … … …(2)

Eliminasi x dengan mengurangkan persamaan (2) dikurangi persamaan (1).
Maka
2y – y = 8 – 5
y = 3 … …. …. (3)

Jadi kita peroleh y=3 atau berat bola adalah 3 ons seperti kata Al.

Substitusikan (3) ke persamaan (1).
Maka

x + 3 = 5
x = 2 (Selesai)

Jadi kita peroleh x=2 atau berat kubus adalah 2 ons seperti tebakan Al semula.

Mari bergembira belajar aljabar…
Mari bergembira belajar matematika…
Matematika memang asyik dan…kreatif.

Bagaimana menurut Anda?

(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Training APIQ di Bandung 2 Hari Lagi

Tak terasa waktu berjalan terus. Sabtu, 2 hari lagi, 18 Juli 09 kita akan berjumpa dalam training Instruktur APIQ Quantum di Hotel Golden Flower jalan Asia Afrika no 15-17 Bandung.

Saya sendiri telah menyiapkan berbagai macam inovasi terbaru dari APIQ. Saya sangat senang dengan forum training ini. Karena dari training kita banyak memperoleh ide-ide inovatif dan tambah saudara.

Selamat datang di Bandung…

Memulai Tidak dari Nol

Memulai dari langkah pertama
Memulai dari titik nol
Tidak selalu bisa

Luka masa lalu
Prasangka
Bekas goresan

Memulai dari negatif
Menuju nol
Mengapa tidak?

Semakin Efektif

Belajar terus
Coba sana coba sini
Memilih yang terbaik
Melatih diri
Membiasakan diri
Menjadi lebih efektif

Engkau ditakdirkan menjadi sukses
Tidak percaya?
Buktikan saja sendiri!

Mendaki

Ayunkan kaki
Mendaki
Kepakkan sayap
Terbang tinggi

Suburkan imajinasi
Raih mimpi-mimpi
Singkapkan diri
Wahai pemberani

Belajar Matematika (Aljabar) Menyenangkan dengan Tebak-tebakan

“EXperience before label” adalah prinsip sederhana untuk belajar matematika secara kreatif. Dalam belajar secara umum juga berlaku. Alami dulu baru kemudian berteori. Tetapi yang sering terjadi adalah kebalikan. Awalnya teori, tengahnya teori, baru kemudian…

Belajar aljabar apalagi. Biasanya dipenuhi dengan teori-teori yang membosankan bagi banyak siswa. Mari kita cari inovasi untuk membuat aljabar lebih ramah. Anda siap…?

Pertama mari kita pikirkan tebak-tebakan. Biarkan anak menebaknya dengan riang gembira. Salah atau benar bukan menjadi yang utama dalam tahap ini. Tetapi pengalaman anak-anak menebak dan berpikir itu yang paling penting.

Paman APIQ telah banyak melakukan riset di bidang aljabar ini.

“Timbanglah 1 buah durian dengan beberapa mangga…” perintah Paman APIQ.
Al, Geo, dan Meti mengikuti perintah Paman APIQ akan menimbang durian menggunakan timbangan manual.
” 1 durian masih lebih berat dari 1 mangga…2 mangga…3 mangga…”
“Berhasil…1 durian seimbang dengan 5 mangga…!” teriak Al girang.

“Bagus…sekarang timbanglah 1 mangga dengan rambutan,” perintah Paman APIQ.
“Siapa takut…” sahut Geo ringan.
“Berhasil lagi, 1 mangga seimbang dengan 10 rambutan,” kata Meti.

“Tantangan terakhir…timbanglah 1 durian dengan rambutan,” perintah Paman APIQ berikutnya.

Geo dan Meti langsung bersemangat menimbang durian dengan rambutan. Tapi Al malah diam. Al tampak berpikir keras.

“Aku tahu…aku tahu…aku tahu!” Al berteriak.

Geo dan Meti berhenti menimbanh 1 durian yang masih lebih berat dari beberapa rambutan itu.

” 1 durian…pasti seimbang dengan 50 rambutan, ” Al menjelaskan dengan masih agak ragu.

Al melirik ke arah Paman APIQ berharap mendapat dukungan. Paman APIQ hanya senyum kecil tidak jelas apa maksudnya.

“Kamu yakin Al?” Geo bertanya.
“Hmmm…yakin sih…aku yakin. 1 durian pasti seimbang dengan 50 rambutan,” Al agak yakin agak ragu.
“Coba saja kita cek dengan menimbangnya yuk…” ajak Meti.

“Berhasil…seimbang.”
“Walah, banyak banget rambutannya!”

Mereka sibuk menghitung rambutan yang memang sangat banyak.

“Betul…Al betul…1 durian seimbang dengan 50 rambutan! ” teriak Geo semangat.
“Paman APIQ, itu ternyata Al memang benar. 1 durian seimbang dengan 50 rambutan, ” ungkap Meti.
“Memang dari tadi Al sudah benar. Siapa bilang kalau Al salah?”
“Huuu…” Al, Geo, dan Meti mengeroyok Paman APIQ.

Mereka bergembira. Mereka bermain-main. Di saat yang sama Paman APIQ memperkenalkan konsep dasar aljabar.

x = 5y …. (1)
y = 10 z …. (2)

Dengan substitusi persamaan (2) ke persamaan (1) kita peroleh

x = 5(10z)
x = 50 z

x adalah durian
z adalah rambutan

1 durian seimbang dengan 50 rambutan.

Jika berat sebuah rambutan adalah 1 ons maka berapakah berat 1 durian?

Jawab:
x = 50z
= 50 x 1 ons
= 50 ons.
Jadi berat 1 durian adalah 50 ons atau 5 kg.

Berapakah berat 1 mangga?
Jawab:
y = 10z
= 10 x 1 ons
= 10 ons
Jadi berat 1 mangga adalah 10 ons atau 1 kg.

Paman APIQ terus membimbing mereka dengan riang gembira. Belajar matematika aljabar pun dapat berlangsung menyenangkan.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)