Belajar Matematika (Aljabar) Menyenangkan dengan Tebak-tebakan

“EXperience before label” adalah prinsip sederhana untuk belajar matematika secara kreatif. Dalam belajar secara umum juga berlaku. Alami dulu baru kemudian berteori. Tetapi yang sering terjadi adalah kebalikan. Awalnya teori, tengahnya teori, baru kemudian…

Belajar aljabar apalagi. Biasanya dipenuhi dengan teori-teori yang membosankan bagi banyak siswa. Mari kita cari inovasi untuk membuat aljabar lebih ramah. Anda siap…?

Pertama mari kita pikirkan tebak-tebakan. Biarkan anak menebaknya dengan riang gembira. Salah atau benar bukan menjadi yang utama dalam tahap ini. Tetapi pengalaman anak-anak menebak dan berpikir itu yang paling penting.

Paman APIQ telah banyak melakukan riset di bidang aljabar ini.

“Timbanglah 1 buah durian dengan beberapa mangga…” perintah Paman APIQ.
Al, Geo, dan Meti mengikuti perintah Paman APIQ akan menimbang durian menggunakan timbangan manual.
” 1 durian masih lebih berat dari 1 mangga…2 mangga…3 mangga…”
“Berhasil…1 durian seimbang dengan 5 mangga…!” teriak Al girang.

“Bagus…sekarang timbanglah 1 mangga dengan rambutan,” perintah Paman APIQ.
“Siapa takut…” sahut Geo ringan.
“Berhasil lagi, 1 mangga seimbang dengan 10 rambutan,” kata Meti.

“Tantangan terakhir…timbanglah 1 durian dengan rambutan,” perintah Paman APIQ berikutnya.

Geo dan Meti langsung bersemangat menimbang durian dengan rambutan. Tapi Al malah diam. Al tampak berpikir keras.

“Aku tahu…aku tahu…aku tahu!” Al berteriak.

Geo dan Meti berhenti menimbanh 1 durian yang masih lebih berat dari beberapa rambutan itu.

” 1 durian…pasti seimbang dengan 50 rambutan, ” Al menjelaskan dengan masih agak ragu.

Al melirik ke arah Paman APIQ berharap mendapat dukungan. Paman APIQ hanya senyum kecil tidak jelas apa maksudnya.

“Kamu yakin Al?” Geo bertanya.
“Hmmm…yakin sih…aku yakin. 1 durian pasti seimbang dengan 50 rambutan,” Al agak yakin agak ragu.
“Coba saja kita cek dengan menimbangnya yuk…” ajak Meti.

“Berhasil…seimbang.”
“Walah, banyak banget rambutannya!”

Mereka sibuk menghitung rambutan yang memang sangat banyak.

“Betul…Al betul…1 durian seimbang dengan 50 rambutan! ” teriak Geo semangat.
“Paman APIQ, itu ternyata Al memang benar. 1 durian seimbang dengan 50 rambutan, ” ungkap Meti.
“Memang dari tadi Al sudah benar. Siapa bilang kalau Al salah?”
“Huuu…” Al, Geo, dan Meti mengeroyok Paman APIQ.

Mereka bergembira. Mereka bermain-main. Di saat yang sama Paman APIQ memperkenalkan konsep dasar aljabar.

x = 5y …. (1)
y = 10 z …. (2)

Dengan substitusi persamaan (2) ke persamaan (1) kita peroleh

x = 5(10z)
x = 50 z

x adalah durian
z adalah rambutan

1 durian seimbang dengan 50 rambutan.

Jika berat sebuah rambutan adalah 1 ons maka berapakah berat 1 durian?

Jawab:
x = 50z
= 50 x 1 ons
= 50 ons.
Jadi berat 1 durian adalah 50 ons atau 5 kg.

Berapakah berat 1 mangga?
Jawab:
y = 10z
= 10 x 1 ons
= 10 ons
Jadi berat 1 mangga adalah 10 ons atau 1 kg.

Paman APIQ terus membimbing mereka dengan riang gembira. Belajar matematika aljabar pun dapat berlangsung menyenangkan.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

About these ads

3 responses to “Belajar Matematika (Aljabar) Menyenangkan dengan Tebak-tebakan

  1. Tulisan yang menarik dan inspiratif, Pak.

    Benar juga ya, Pak Agus. Memang memberikan pemahaman tentang sesuatu hal yang kita mengerti ke orang lain (terutama anak-anak) akan optimal hasilnya kalau ada media dan cara penyampaian materi yang menyenangkan bagi mereka (tidak hanya untuk bidang matematika, tapi juga untuk bidang ilmu yang lain).

    Contoh, saya sendiri yang sampai sekarang masih nggak paham dan nggak senang dengan sesuatu yang berbau ekonomi/akuntansi gara-gara di SMA dulu cara ngajar gurunya nggak enak dan pemberian materi di kelas sangat tidak menyenangkan. Hehee… :P

    Semoga semakin banyak guru/pengajar di sekolah dasar maupun menengah di negara kita yang menyadari hal ini, sehingga akan makin banyak juga anak-anak Indonesia yang menggemari matematika :D


    Regards,
    Diaz

  2. asyik juga pengajaran matematika dengan penerapan dalam keseharian sehingga anak bisa belajar tidak angka abstrak saja tapi bentuk nyatanya. salut untuk metode ini mudah-mudahan bisa terus berkembang lagi…. Tetap semangat Pak Agus membuat terobosan baru dan tentu saja bagi-bagi dalam tulisan seperti ini. :)

  3. pak,,
    metode ini sangat membantu sekali,,
    tetapi mengapa jika tanpa metode ini, sepetinya aljabar itu terlihat susah ya??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s