Archive Bulanan: Juni 2009

Semangat APIQ

Salam semangat…!
Semakin dahsyat lagi…!
Semakin hebat lagi…!

Putra-putri Indonesia patut kita banggakan
Buat Indonesia bangga dengan karya kita
Mari terus berkarya untuk kemajuan bersama

Salam APIQ…!

Bandung, Aku Datang Lagi

Malam ini aku datang lagi ke Bandung.
Kota penuh sesak inspirasi.
Memacu kreasi inovasi.
Inovasi Pembelajaran Matematika Kreatif.
Salam APIQ…

Bangga Kepada Pengunjung Blog APIQ

Sudah beberapa hari ini tulisan paling sering dikunjungi di blog APIQ adalah halaman belajar math.

Saya bangga. Hal ini menunjukkan bahwa para pengunjung blog APIQ atau internet mempunyai tujuan untuk belajar.

Karena APIQ adalah blog matematika kreatif, tentu saja mereka jadi belajar matematika kreatif.

Ayo terus belajar….!

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…

(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Bertumpuk-tumpuk Pekerjaanku di APIQ

Dari hari ke hari perkejaanku di APIQ semakin menumpuk saja. Apakah saya perlu membuat model matematika untuk tumpukan pekerjaanku di APIQ ini ya?

Jika saya akan membuat model matematisnya maka saya akan menggunakan teori antrian – walah, matematika tingkat tinggi nih. Data-data yang aku butuhkan adalah kecepatan kedatangan pekerjaan (arrival time), waktu pengerjaan (time prossessing), dan kapasistas maksimum.

Ah…jangan, jangan! Pendekatan itu terlalu kompleks. Saya pilih model yang lebih praktis saja deh:
pendekatan Little’s Law:

t = W/C

t: adalah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.
W: banyaknya pekerjaan dalam proses.
C: rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan (capacity)

Tujuan kita adalah membuat t kecil, yang artinya kita dapat menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan berkualitas.

Dari model di atas ada dua pendekatan yang dapat kita pilih:

1. Meningkatkan C, menambah kerja keras kita, menambah mesin produksi kita, menambah jam kerja kita, dan lain-lain.

2. Memperkecil W, membatasi jumlah pekerjaan kita, mengurangi beban pekerjaan kita, dan lain-lain.

Kebanyakan orang memilih pendekatan 1, meningkatkan C. Tetapi pendekatan ini sering menimbulkan masalah.

Justru pendekatan yang lebih baik adalah alternatif 2, memperkecil W, membatasi banyaknya pekerjaan yang kita proses.

Nah… itu dia…pekerjaan saya di APIQ kok bertambah banyak? W semakin besar? Harus hati-hati nih! Apa saja sih yang sedang menjadi W tersebut?

1. Berinovasi mengembangkan pembelajaran matematika kreatif – hehehe…sudah klise, memang itu kerjaan saya hari ke hari.

2. Menulis novel matematika kreatif.

3. Karena pekerjaan nomor 2 cukup besar, saya mulai dengan menulis cerpen matematika kreatif.

4. Menulis buku APIQ seri berikutnya. APIQ 2, APIQ 3 dan seterusnya.

5. Menulis – dan menggambar? – komik matematika kreatif APIQ.

6. Menulis – mengkaji – naskah matematika kreatif untuk acara TV.

7. Membuat program animasi matematika kreatif APIQ. Dan lain-lain.

Ternyata banyak juga ya…?

Semoga bermanfaat bagi kemajuan kita bersama.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Pengumuman: Kedua Jadi Pertama

Saya berencana mengganti nomor hp saya yang pertama 08xxx…321 dengan nomor hp saya yang kedua 08xx6000xxxx.
Mohon maaf atas ketidaknyamanan tersebut.

Salam
Agus Nggermanto…

Keajaiban Bermain Matematika Angka 9: Dari Aritmetika Menuju Aljabar

Matematika memiliki tiga anak kandung: aritmetika, geometri, dan aljabar.

Matematika adalah raja ilmu pengetahuan, sedangkan rajanya matematika adalah aritmetika.

Berpikir cerdas yang paling berlaku secara luas adalah berpikir geometri.

Ujung tombak matematika paling hebat adalah aljabar. Barang siapa belum mengenal aljabar, sebaiknya jangan mengaku mengenal matematika.

Matematika Kreatif APIQ secara konsisten selalu memperkenalkan matematika secara utuh: aritmetika, geometri, dan aljabar. Semua berlangsung dengan suasana yang kreatif.

Ahya, siswa APIQ yang berumur 7 tahun, mengejutkan beberapa orang dewasa dengan permainan kreatifnya:

1. “Pikirkan satu angka dari 1 sampai dengan 9,” kata Ahya.
(Misal, kita sebagai orang dewasa memilih 7.)

2. “Kalikan bilangan tersebut dengan 4.”
(Kita hitung 7 x 4 = 28.)

3. “Kalikan lagi dengan 2.”
(Kita hitung 28 x 2 = 56.)

4. “Tambahkan hasilnya dengan bilangan yang semula dipilih.”
(Kita hitung 56 + 7 = 63.)

5. “Apakah sekarang kamu punya dua angka?” kata Ahya.
“Ya.”
“Sebutkan salah satunya,” perintah Ahya.
“3,” jawab kita.
“Berarti angka yang disembunyikan adalah 6.”
“Betul, kok bisa?” kita sebagai orang dewasa heran.

Setelah kita analisa, kita tahu permainan Ahya tadi adalah permainan angka 9. Bilangan berapa pun dikali 9 maka hasilnya pasti 9 – bila angka-angkanya dijumlahkan, kecuali 0.

Tetapi yang menarik bagi saya, Ahya membuat permainan tersebut dengan imajinasinya sendiri. Bukan dari guru, bukan dari buku.

Bila permainan matematika Ahya tadi kita pelajari dari orang lain atau dari buku maka permainan tersebut menjadi permainan aritmetika. Tetapi bila kita menemukan sendiri permainan matematika Ahya di atas maka permainan tersebut menjadi permainan aljabar.

Inilah poin penting bagi saya, “Aljabar dapat dipelajari oleh seorang anak usia 7 tahun. Bahkan dengan cara permainan.”

Proses aljabar apa saja yang terlibat dalam pemikiran permainan matematika Ahya?

1. Misal kita pilih bilangan a.
2. Kalikan dengan 4 x a = 4a.
3. Kalikan lagi dengan 2 x 4a = 8a.
4. Tambahkan dengan bilangan semula 8a + a = 9a.

Jadi hasil akhirnya adalah 9a, perkalian dengan bilangan 9.

Mengapa perkalian dengan bilangan 9 selalu hasilnya tetap 9?

Mari kita perhatikan perkalian sebagai penjumlahan berulang.

9 x 3 = 9 + 9 + 9

Kita tahu
9 = 10 – 1

Perhatikan 10 -1, berapa jumlah angkanya?
10 jumlah angka = 1 + 0 = 1
1 jumlah angka = 1

10 – 1 , jumlah angka = 1 – 1 = 0

Sehingga,
9 x 3 = 9 + (10 – 1) + (10 – 1), jumlah angka tetap 9.

9 x n = 9 + (10 – 1) + (10 – 1) + …., jumlah angka tetap 9.

Jadi setiap perkalian (bilangan asli) dengan 9 akan menghasilkan jumlah angka tetap 9.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

APIQ Tidak Seperti Dulu Lagi

Kemarin, 7 Juni 2009 berlangsung silaturahmi APIQ di Bandung. Acara berlangsung dengan ramai, riuh, bahkan chaotic – seru deh!

Terima kasih saya sampaikan kepada seluruh rekan-rekan yang telah hadir. Diantaranya hadir keluarga besar APIQ dari Jakarta dan Bandung.

APIQ saat ini sudah tidak lagi seperti APIQ 3 bulan yang lalu. Sekitar 3 bulan yang lalu, APIQ juga menyelenggarakan silaturahmi di Bandung. Banyak ide-ide kreatif muncul dari silaturahmi tersebut. Tetapi silaturahmi APIQ 7 Juni kemarin berbeda. Bukan hanya ide yang banyak muncul, tetapi memang anggota keluarga besar APIQ sendiri telah bertambah banyak. Jauh lebih banyak dari 3 bulan yang lalu.

Sekali lagi terima kasih kepada segenap masyarakat Indonesia yang terus mendukung dan memberi kepercayaan kepada APIQ.

Karena APIQ lebih besar dari yang kami perkirakan, maka dalam beberapa aspek pelayanan acara silaturahmi kemarin pasti ada ketidaknyamanan tertentu. Saya mewakili APIQ minta maaf yang setulus-tulusnya atas ketidaknyamanan tersebut kepada seluruh rekan-rekan.

Dari sudut pandang yang berbeda, kini APIQ makin besar, maka kontribusi APIQ kepada masyarakat harus lebih besar lagi. Mari terus berinovasi untuk memajukan masyarakat kita…!

Kelak, berkat dukungan rekan-rekan semua, APIQ akan semakin besar. Konsekuensinya, semakin besar pula tanggung jawab kita kepada masyarakat.

Beberapa ide kreatif dari silaturahmi APIQ kemarin adalah:

1. Bermain angka dengan gaya sulap masih tetap memikat – bahkan semakin memikat.
2. Bermain sulap dadu untuk hitung dasar selalu menarik.
3. Permainan kunci cerdas tetap membuat kita penasaran.
4. Membuat paket-paket (kit) permainan APIQ untuk diproduksi secara besar-besaran.
5. Membuat acara silaturahmi APIQ serupa tidak hanya di Bandung. Tetapi juga di Jakarta, Jawa Timur, Yogya, dan lain-lain.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Ketika Cinta Bertasbih, The Movie: Mengagumkan dan Mengecewakan

Pecinta film Indonesia telah lama menantikan kehadiran film Ketika Cinta Bertasbih. Saya sendiri sangat berharap dapat segera menonton film itu. Kabarnya KCB akan tampil perdana 11 Juni 2009.

Akankah KCB sukses?
Akankah KCB sesukses novelnya?
Ataukan KCB akan lebih sukses dari novelnya?

Saya sendiri yakin KCB akan sangat sukses. Saya sendiri belum tahu akankah KCB masuk daftar 5 besar film Indonesia terbaik versi saya.

Tetapi saya yakin akan banyak orang kecewa dengan film KCB ini. Film KCB akan benar-benar mengecewakan.

Mengapa?

Bukan karena kesalahan film KCB. Menurut saya KCB akan mengecewakan ribuan penonton karena penonton tersebut telah membaca novelnya dengan baik. Lalu penonton tersebut membandingkan film KCB dengan imajinasinya ketika membaca novel.

Tentu imajinasi baca novel jauh lebih hebat dari menonton film KCB.

Saran saya, bagi Anda yang sudah membaca novel KCB, lupakan sejenak novel tersebut. Nikmatilah film KCB sebagai sebuah karya seni yang mandiri. Niscaya kita akan menikmati film KCB dengan lebih baik.

Saya sendiri memandang film KCB sebagai karya seni mandiri lepas dari novel KCB.

Saat ini, hampir setiap di perjalanan saya selalu mendengarkan soundtrack film KCB. Asyik juga menurut saya. (Mengapa Rossa tidak menjadi salah satu vokalisnya ya…?)

Inilah daftar film Indonesia terbaik menurut saya:

1. Nagabonar Jadi 2
2. Laskar Pelangi
3. Ayat-Ayat Cinta
4. Ada Apa Dengan Cinta
5. Petualangan Sherina

Setelah menonton KCB, akan berubah?

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Selamat Pagi…

Selamat pagi…!
Semangat pagi…!
Olah raga pagi…!

Permainan Matematika Hitung Cepat: Penting Tidak Penting

Bagi ahli matematika tidak penting tapi bagi kebanyakan orang sangat penting.

Bagi kebanyakan orang tidak penting tapi bagi ahli matematika sangat penting.

Sering terjadi terbalik-balik.

Waktu itu saya masih muda – sebagai seorang guru matematika. Sedang belajar untuk menjadi ahli matematika.

“Nah…itu yang kami butuhkan,” kata orang tua siswa.
“Yang mana Pak?” saya balik bertanya.
“Cara berhitung cepat itu…!”

Saya berpikir… Sepertinya saya tidak memperkenalkan cara berhitung cepat sama sekali. Tapi orang tua siswa tersebut seakan-akan sudah mendapatkan apa yang ia butuhkan: cara berhitung cepat.

Yang dimaksud berhitung cepat oleh Bapak itu adalah berhitung perkalian dengan 10 dan pangkatnya.

Suatu bilangan bila dikalikan 10 maka tambahkan 0 di belakangnya.

Contoh:
3 x 10 = 30
12 x 10 = 120
212 x 10 = 2120

Suatu bilangan bila dikalikan 100 maka tambahkan 00 di belakangnya.

Contoh:
4 x 100 = 400
254 x 100 = 25400

Bagi saya, yang guru matematika, perhitungan di atas bukanlah berhitung cepat. Itu hanyalah proses berhitung biasa. Tidak ada yang menarik dalam hal ini.

Tetapi bagi orang kebanyakan, seperti orang tua siswa di atas, cara berhitung tersebut justru sangat penting. Perhitungan di atas adalah petunjuk kehebatan matematika.

Apa yang tidak penting bagi ahli matematika mungkin justru penting bagi orang kebanyakan.

Sebaliknya juga berlaku. Bagi saya, sebagai seorang guru matematika, pemahaman fungsi eksponen dan logaritma adalah penting. Tetapi bagi orang kebanyakan fungsi eksponen logaritma tidaklah penting.

Perlu saling memahami antara pecinta matematika dan masyarakat umum. APIQ mencoba berusaha menjembatani ini. APIQ menciptakan berbagai macam inovasi pembelajaran matematika yang menakjubkan. Semoga memberi manfaat bagi kita semua.

Berikut ini sebuah permainan aritmetika yang menarik. Tetapi apakah penting permainan berikut?

Bagi orang kebanyakan sangat penting. Bagi para siswa pemula sangat penting.

Bagaimana bagi ahli matematika? Semoga juga penting, setidaknya untuk memperkenalkan matematika kepada umum.

Hitunglah pengurangan…

1000
234
—– -

Sulitkan?
Kita harus meminjam beberapa kali. Siswa sering kesulitan melakukannya. Bila menggunakan sempoa atau jari (aritmatika jari) lebih sulit lagi.

Mari kita mulai permainannya…
1000 = 990 + 10
234 = 230 + 4
—————– -
= 766 (Selesai.)

Contoh:

1000
432
—- —
568 (Selesai.)

Prosesnya:
10 – 2 = 8
9 – 3 = 6
9 – 4 = 5
Jawab: 568 (Selesai)

Mari berlatih:

1.000
538
—– -

1.000
555
—– -

1.000
875
—– -

(Jawaban: 125, 445, 462)

Selamat berlatih…selamat bergembira…salam sukses!

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)