Archive Bulanan: Mei 2009

Orang Baik Mati Muda

Saya punya saudara yang baik sekali. Beliau mati muda. Saya juga masih punya saudara yang juga sangat baik. Beliau juga mati mati muda.

Apakah benar ungkapan “orang baik mati muda”?

Kemarin saya mendapat pelajaran bahwa pahlawan gugur di medan perang. Yang menjadi pejabat, pada akhirnya, adalah dia yang bersembunyi ketika terjadi peperangan. Sehingga dia selamat. Usai perang, ia menjadi penguasa bahkan bisa menjadi presiden, katanya.

Apakah benar begitu?

Saya tertegun, setengah tidak percaya bahwa salah satu temanku meninggal 6 bulan lalu. Kami memang jarang bertemu. Tadi pagi, saya dengan keluarga berkunjung ke rumah temanku itu. Ditemui oleh istri dan anaknya dan menceritakan bahwa suaminya telah meninggal.

Innalilahi…

Semoga arwahnya diterima dan diridloi Allah SWT. Segala dosa memperoleh ampunanNya dan segala amal memperoleh balasan yang berlipat ganda…AMIN.

Saya tahu teman saya itu baik. Saya tahu dia masih muda. Sehingga saya ingat ungkapan orang baik mati muda.

Repotnya lagi, saya juga selalu berusaha untuk jadi orang baik. Apakah juga akan mati muda – ah…itu kan takdir!

Untungnya, saya tidak selalu berhasil untuk menjadi selalu baik. Jadi masih punya peluang untuk berumur panjang. Semoga sehat, barokah, dan bermanfaat bagi sesama..

Bila saya amati teman-teman yang aktif di APIQ, mereka hampir semuanya selalu berusaha untuk menjadi baik. Jadi saya berkepentingan untuk mengetahui bagaimana tetap menjadi orang baik dan berumur panjang.

Apakah ada yang punya pengalaman?

Analasis saya adalah cukup beralasan bila orang baik itu mati muda. Mengapa?

1. Ketika orang baik mati muda, banyak orang merasa kehilangan. Jadi masyarakat akan mudah mengenangnya. Sedangkan bila orang jahat mati muda, bagi masyarakat tidak terlalu berarti. Sehingga tidak menjadi perhatian masyarakat.

2. Orang baik sering ikhlas menanggung beban atau risiko demi kebaikan bersama. Bila hal ini sering terjadi, tentu saja peluang orang baik mati muda menjadi lebih besar.

3. Orang baik sering merasa bertanggung jawab terhadap kemajuan masyarakat. Setiap ada masalah di masyarakat, ia merasa ikut bertanggung jawab atas masalah itu. Bagaimana pun rasa tanggung jawab ini dapat saja menjadi beban tersendiri.

Jadi…apakah ada yang ingin menjadi orang baik?
Mengapa tidak?
Mati muda atau mati tua toh kematian pasti akan datang…!

Tapi ngomong-ngomong, saya masih punya banyak PR yang belum saya rampungkan.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Tanggung Jawab, Kreativitas, dan Kemauan Belajar

Ketika saya masih muda dulu, saya berpikir,
“Sikap apa yang harus saya tanamkan ke anak saya kelak?”

Tentu saja waktu itu saya belum punya anak. Istri saja belum punya. Tapi keponakan saya sudah banyak.

Saya berpikir bahwa sikap yang penting dimiliki oleh anak-anak sejak usia dini adalah:

1. Tanggung jawab. Anak mulai mengerti tentang tanggung jawab pribadi. Menjaga kebersihan diri. Merapikan kamar sendiri. Minta maaf bila terjadi kesalahan dan lain-lain.

Di APIQ, kami mengajak para siswa untuk berlatih tanggung jawab. Belajar di APIQ, siswa memanfaatkan banyak permainan. Di akhir belajar pasti banyak tercecer mainan-mainan kreatif APIQ. Para pembimbing/guru APIQ akan mengajak para siswa untuk bersama-sama merapikan lagi mainan-mainan itu.

Bukan tujuannya untuk berbagi beban kerja bersama siswa. Apalagi mau eksploitasi tenaga kerja anak-anak. Tentu tidak. Tetapi tujuannya adalah untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab anak-anak sejak usia dini.

Baguskan, bila belajar matematika kreatif APIQ sekaligus belajar bertanggung jawab?

2. Kreativitas. Kreatif mencari terobosan-terobosan baru yang memberi nilai tambah bagi masyarakat. Ya betul. Kreativitas adalah fokus utama dari matematika kreatif APIQ.

3. Kemauan belajar. Bukan seberapa banyak pelajaran yang telah anda kuasai. Tetapi seberapa mahir Anda dapat belajar lagi. Di jaman serba canggih seperti sekarang ini, kemaua untuk terus belajar menjadi hal yang paling penting.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Hari Pendidikan Nasional

Mari majukan pendidikan nasional Indonesia…!
Mari majukan Indonesia…!
Hiduplah Indonesia Raya…!