APIQ berfokus kepada Inovasi Pembelajaran Matematika Kreatif. Ketika APIQ sudah menetapkan fokus, di dalam fokus itu sendiri ternyata sangat luas, dalam, dan beragam.
APIQ memilih fokus kepada matematika kreatif level anak usia dini (PAUD) sampai siswa SMA plus pre-university. Untuk level anak usia dini APIQ telah melakukan berbagai inovasi seperti Onde Milenium, Ular Angka, Kartu Milenium, Dadu Milenium. Sedangkan untuk inovasi di tingkat yang lebih tinggi, APIQ banyak berinovasi di aritmetika cepat seperti perkalian cepat teknik bintang, pangkat dan akar 2, pangkat dan akar 3. Sedangkan untuk level siswa yang lebih matang APIQ banyak berinovasi di bidang geometri dan aljabar seperti hitung kilat segitiga pythagoras (phytagoras), aljabat 3 variabel, deret, dan lain-lain.
APIQ tidak pernah merasa cukup berinovasi. APIQ terus menerobos berinovasi pada bidang matematika kreatif.
Ketika kami berfokus kepada matematika kreatif, bagaimana dengan sikap open mind? Berpikiran terbuka?
Bagaimana pun kami memiliki pemikiran-pemikiran yang melampaui matematika kreatif.
1. Mengapa tidak mengembangkan metode mind map (peta pikiran) yang sudah kita mulai sejak tahun 2000 dan sudah kita terbitkan pada buku Quantum Quotient?
2. Mengapa tidak mengembangkan teknik memori quantum yang kaya dengan local content sebagaimana juga sudah tertulis pada buku Quantum Quotient?
3. Mengapa tidak mengembangkan teknik speed reading yang lagi-lagi juga sudah terrumuskan pada buku Quantum Quotient?
4. Mengapa tidak mengembangkan kecerdasan secara utuh, holistik, sebagaimana formula buku SEPIA?
5. Mengapa tidak mengembangkan bimbingan belajar untuk berbagai macam pelajaran sekolah?
6. Mengapa tidak mengembangkan bisnis dengan model MLM melalui internet?
7. Mengapa…mengapa…mengapa…?
Saya sendiri tetap ingin fokus. Di saat yang sama saya ingin tetap open mind, berpikiran terbuka.
Bagaimana menurut Anda?
Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)