Arsip Harian: Maret 29, 2009

Manfaat dan Petunjuk Mino Milenium: Inovasi Pembelajaran Matematika Kreatif APIQ

Mino Milenium sangat memancing berbagai ide kreatif. Baik ide matematis-logis, emosi, seni, dan lain-lain.

Berikut ini adalah sedikit petunjuk untuk memainkan Mino Milenium dan manfaat-manfaatnya.

1. Menjadikan anak (dan orang tua) bertambah kreatif.
Mainkan Mino dengan kreativitas tanpa batas. Susunlah mino menjadi rumah, menjadi mobil, menjadi apa saja sekreatif kita.

2. Membangkitkan semangat eksplorasi.
Eksplrorasi Mino dengan memanfaatkannya untuk membuat suatu bentuk, untuk hitung aritmetika, untuk permainan aritmetika, permainan horison nilai, dan lain-lain.

3. Melatih aritmetika dasar dengan menyenangkan.
Gunakan Mino sebagaimana Onde Milenium. Anda dapat bermain dengan anak Anda berhitung penjumlahan, perkalian, pengurangan, dan pembagian. Gunakan satu mino sebagai satu satuan. Atau gunakan mata titik mino sebagai satuan.

(Bersambung…)

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Dora The Explorer dan Onde Milenium

Anda pasti pernah melihat film anak-anak Dora The Explorer.

Bagaimana pendapat Anda?

Pendapat saya, ketika awal nonton Dora, adalah Dora film yang aneh – untuk memperhalus istilah sebagai film yang tidak logis. Tetapi saya tahu Dora adalah film anak-anak. Sedangkan saya berpikir sebagai orang dewasa. Tentu berbeda cara berpikir orang dewasa dengan anak-anak.

Saya justru tertarik untuk meneliti lebih jauh film Dora. Benar saja, Dora sangat cocok untuk anak-anak. Saya langsung yakin waktu itu bahwa Dora akan menjadi film anak-anak yang sangat sukses. Seperti akhirnya kita ketahui Dora memang menjadi sangat sukses.

Saya berpikir mengapa ada bagian belajar bahasa Spanyol di film Dora. Mengapa tidak kita ganti saja dengan belajar bahasa Inggris saja? Ternyata saat ini belajar bahasa Spanyol sudah diganti dengan belajar bahasa Inggris. Salut!

Saya kagum dengna Dora karena pembuat film itu saya paham dengan dunia anak-anak. Mereka berpikir dari sudut pandang anak-anak.

Saya di APIQ mengamati mainan Onde Milenium adalah mainan paling powerful bagi anak-anak. Tetapi bila saya menunjukkan ke orang tua tentang Onde Milenium kebanyakan dari mereka akan meremehkan Onde Milenium. Orang tua itu berpikir dari sudut pandang orang dewasa.

Bagaimana pun saya yakin, Onde Milenium akan sangat sukses sebagaimana film Dora The Explorer. Semoga…!

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Seberapa Pentingkah Orisinalitas (Keaslian) Sebuah Karya Matematika?

Dari judulnya saja, tulisan ini berupa kalimat tanya. Sehingga saya berharap dapat beberapa masukan dari tulisan ini. Masukan itu sendiri dapat berupa pertanyaan lagi.

Seberapa pentingkah keaslian sebuah inovasi?
Seberapa pentingkah orisinalitas sebuah kreasi?
Seberapa pentingkah kebaruan sebuah karya?

Awalnya, saya tidak begitu memperhatikan masalah orisinalitas. Karena saya memang senang mempelajari karya-karya tokoh masa lalu, wajar saja bagi saya mengutip para tokoh tersebut. Yang terpenting bagi saya adalah tetap menyebutkan kredit para tokoh tersebut.

Tetapi saat ini, tidak sesederhana itu. Penemuan sebuah proses (algoritma, prosedur, dan lain-lain) dapat dipatenkan. Konsekuensi dari hak paten ini tentu saja masalah uang dan hukum.

Bahkan ketika kita menemukan suatu inovasi matematika secara asli dari diri sendiri. Tanpa mencotek karya orang lain. Tanpa membaca temuan orang lain sebelumnya. Tetapi ternyata di belahan dunia yang lain ternyata sudah ada orang yang menemukan inovasi yang kita temukan itu. Dan dia telah mematenkan temuannya maka kosekuensinya kita tidak dapat memakai temuan kita itu. Kita terkena hukum paten dan wajib mematuhinya.

Dalam sejarah matematika, kita telah mengetahui konterversi intelektual terbesar sepanjang jaman: Newton dan Leibniz. Siapakah penemu teori kalkulus pertama kali?

Apakah Isaac Newton, yang telah memaparkan kalkulus pada tahun 1693 (sebagian) dan 1704 (lengkap)?

Ataukah Leibniz yang telah mempublikasikan karya kalkulus pada tahun 1684?

Newton sendiri dapat membuktikan bahwa dia telah menemukan kalkulus sejak tahun 1666. Meskipun karya Newton tersebut belum dipublikasikan secara umum di tahun 1666.

Kabarnya, akhirnya pengadilan memenangkan Newton sebagai penemu teori kalkulus. Sedangkan akhir-akhir ini kita semakin jelas bahwa kedua tokoh matematika tersebut (Newton dan Leibniz) menemukan kalkulus secara independent tanpa saling mencotek.

Isu kontroversi intelektual di atas masih sebatas intelektual di penghujung abad ke-17 dan awal abad ke-18. Tetapi untuk jaman kita sekarang, kontroversi tidak akan sebatas intelektual. Kontroversi meluas ke ranah hukum dan bisnis.

Bagaimana menurut Anda?