Archive Bulanan: Februari 2009

Hari Kasih Sayang

Kasih sayang memang indah. Kasih sayang memang menyejukkan.
Hari ini adalah hari kasih sayang.
Setiap hari adalah hari kasih sayang.
Bahkan setiap saat adalah saat kasih sayang.

Kita ada di sini, di dunia ini, karena Ia Sang Pengasih.
KasihNya menganugerahi kita kehidupan.
KasihNya menganugerahi kita keberlimpahan.
KasihNya menjamin segalanya.

Tetapi Ia bukan hanya Sang Pengasih.
Ia sekaliagus Sang Penyayang.
Sayang dari Nya mengundang kita ke surgaNya.
Sayang dari Nya mengajak kita berkarya.
Sayang dari Nya mengajak kita hidup bahagia selamanya.

Mari kita mulai hari kasih sayang ini:
Dengan Nama Nya yang Maha Kasih dan Maha Sayang…

(Kunjungi tulisan tentang CINTA yang lainnya)

Asyik Belajar Garis Bilangan: Inovasi Pembelajaran Matematika Kreatif APIQ

Sudah 8 tahun Onde Milenium ada di depan mata saya. Onde banyak membantu saya dan tim APIQ mengajarkan konsep bilangan dengan permainan yang menyenangkan. Siswa-siswa APIQ bermain-main tanpa ia sadari ia akan menguasai konsep bilangan dasar dan operasi aritmetika dasar.

Jadi, dengan bersenang-senang anak usia TK akan menguasai konsep:

penjumlahan sederhana seperti 7+2 = …
perkalian sederhana seperti 12×3 = …
pengurangan sederhana seperti 6-2 = …
pembagian sederhana seperti 24:2 = …

Dengan melanjutkan permainan onde yang mengasyikkan maka para siswa APIQ itu akan mampu menguasai operasi aritmetika yang lebih kompleks.

Sekarang, saya menemukan bahwa mainan onde itu dapat kita perluas untuk memperkenalkan konsep bilangan negatif. Umumnya kita mengenalkan konsep bilangan negatif (minus) dengan memakai garis bilangan. Jika kita memakai mainan onde maka konsep bilangan negatif akan menjadi permainan yang menarik.

Saya memberi nama mainan onde ini menjadi: onde bilangan milenium.

Apa yang akan diperoleh siswa dengan permainan onde bilangan milenium?
1. Tentu saja anak bergembira.
2. Anak semakin kreatif melihat sebuah tantangan.
3. Anak menguasai konsep bilangan negatif dan operasinya dan lain-lain.

Jadi anak kita akan menguasai:
7 + (-2) = …
6 – 8 = …
8 – (-6) = …
2 x (-3) = …
-2x(-4) = …
12: (-2) = ….

Tentu saja semua berlangsung dengan riang gembira.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Kursus Matematika Kreatif: APIQ Satu Tahun yang Lalu

Satu tahun yang lalu saya telah menulis artikel dengan tema:

“Kursus Matematika Kreatif”

Silakan mengunjunginya…

Salam hangat…
(agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Kekuatan Mengagumkan Mind Map: Bonus APIQ

Sederhana tetapi dahsyat: Mind Map, Peta Pikiran.

Saya sarankan Anda mencoba kekuatan mind mapping atau pemetaan pikiran. Kadang saya merasa tidak percaya bahwa mind map sedahsyat itu. Tetapi Anda juga akan sulit percaya, seperti saya, bila tidak mencobanya dulu.

Mind map dapat kita coba langsung menggunakan pensil dan kertas. Beberapa software mind map juga dapat kita peroleh free dari internet. Pengalaman saya, pensil dan kertas lebih powerful dari pada menggunakan software.

Bagi civitas akademika APIQ, mind map adalah bonus istimewa. Mind map memang bukan matematika. Tetapi mind map sangat membantu kita memahami sebuah konsep secara utuh. Dalam berbagai kesempatan training APIQ saya selalu mendemokan kekuatan mind map. Siswa di kelas APIQ juga dapat memperoleh manfaat dari mind map dari para pembimbing sebagai bonus APIQ.

Bonus APIQ lainnya yang menarik adalah teknik memori. Dengan teknik memori ini Anda dapat menghafal puluhan atau ratusan item tanpa tertukar. Siswa APIQ dapat saja menghafal nama 100 tokoh dunia dengan urut tanpa tertukar.

Yang menarik dari teknik memori adalah proses belajar dan operasinya menjadikan kita lebih kreatif. Bukan seperti proses menghafal biasa yang membosankan. Teknik memori APIQ justru menantang dan sangat kreatif.

Benar-benar bonus yang mengasyikkan!

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Resume Buku Panduan APIQe: APIQ Digital

Buku Panduan APIQe (APIQ Digital) adalah buku yang secara khusus kami siapkan untuk membantu Anda agar memperoleh manfaat maksimal dari program APIQe. Isi dari Buku Panduan ini di antaranya adalah:

1. Keunggulan dan manfaat yang Anda peroleh dari program APIQe.
2. Cara menggunakan program APIQe secara efektif dan maksimal.
3. Beberapa masalah yang mungkin Anda temukan dan cara mengatasinya.
4. Manfaatkan layanan pendukung: call center, email, blog, dan lain-lain.
5. Program kompetisi dan apresiasi APIQe.
6. Daftar isi dan indeks materi APIQe.
7. Contoh dan Simulasi pemanfaatan program APIQe dengan efektif dan maksimal.

Buku Panduan APIQe ini merupakan kesatuan dari program APIQe. Anda akan memperoleh secara cuma-cuma ketika Anda mengambil program APIQe.

Salam hangat…semoga sukses!

Inovasi APIQ Digital 3 Versi: Inovasi Pembelajaran Matematika Kreatif dengan Komputer

Saat ini saya sendang membuat inovasi media pembelajaran matematika kreatif APIQ digital. Sebelumnya saya sudah merampungkan 25 judul APIQ digital berupa program belajar matematika dengan memanfaat file power point. APIQ digital ini sudah saya launch di pasaran – melalui internet maksud saya.

Sekarang saya sedang membuat penyempurnaan APIQ Digital menjadi 3 Versi:

1. Versi Komputer. Versi ini cocok di mainkan oleh anak di depan komputer. Asyik dengan berbagai macam ilustrasi animasi. Versi Komputer inilah yang sudah saya produksi 25 judul.

2. Versi Cetak. Versi ini cocoknya dicetak dulu atau diprint. Kemudian kita belajar menggunakan print out tersebut.

3. Versi Detil. Versi ini cocok untuk orang tua siswa atau guru. Karena versi ini banyak menyertakan penjelasan dan uraian tentang teori matematika yang melatarbelakangi sebuah konsep.

Mohon doa kawan-kawan semua…

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Melejitkan Produk dan Layanan Anda: CrimBEDSU

Saya teringat beberapa tahun lalu terkagum-kagum dengan buku Ron Kaufman: Up Your Service. Buku ini menjelaskan bagaimana cara kita meningkatkan service dari produk dan layanan kita. Ia membahas mulai dari filosofi dasar sampai menyediakan tool-tool yang diperlukan.

Kaufman sendiri telah berhasil menerapkan ide-idenya untuk layanan Singapore Airline. Seperti kita tahu, Singapore Airline berhasil meraih banyak penghargaan dari kalangan internasional. Cerita dari teman-teman pun memberi afirmasi kehebatan layanan Singapore Airline.

Saya tertarik dengan cara Ron Kaufman menyusun beberapa level layanan. Karena sangat penting bagi saya, saya mengingat level-level itu dengan menyingkatnya sebagai: CrimBEDSU. Saat ini saya berpikir bagaimana caranya menerapkan ide-ide hebat ini ke seluruh lini layanan APIQ. Mohon dukungan teman-teman semua.

Berikut ini adalah level-level layanan yang harus kita daki untuk melejitkan produk dan layanan kita:

1. Criminal. Pantasnya, kriminal berada di penjara. Anda tidak layak berada pada level kriminal ini. Kita harus berusaha agar tidak berada pada situasi ini. Kriminal terjadi ketika sebuah produk atau layanan tidak sanggup memenuhi janjinya.

2. Basic. Seadanya. Kita juga tidak boleh berada pada posisi ini. Pelanggan tidak pernah mau menerima layanan yang “basic” sekedarnya saja. Pada kondisi ini, perusahaan sepertinya sudah memenuhi semua janji tetapi pelanggan tidak akan puas bila hanya sekedarnya saja.

3. Expected. Sesuai dengan yang diharapkan. Bisnis baru bisa mulai berjalan bila layanan kita setidaknya ada di level 3: Expected. Kita memenuhi semua janji kita dan sesuai dengan harapan-harapan para pelanggan.

Misalnya, APIQ menjanjikan siswa akan belajar matematika dengan menyenangkan. Kenyataannya, siswa APIQ memang belajar dengan menyenangkan. Plus siswa terbantu cara belajarnya di sekolah. Dalam hal ini layanan APIQ masuk kategori Expected.

4. Desired. Memenuhi harapan terdalam. Pelanggan merasa senang karena perusahaan kita mampu memberikan layanan terbaik yang diharapkan pelanggan. Meski pelanggan tidak mengungkapkan harapan-harapannya, perusahaan memenuhi harapan tersebut dengan baik.

Misalnya, kemarin pagi salah seorang orang tua siswa APIQ berkunjung ke saya. Ia menceritakan bahwa anaknya, yang menjadi siswa APIQ, bangun tidur sudah ingin berangkat ke APIQ. Tentu saja ia harus sekolah dulu paginya. Sebelum berangkat sekolah, anak itu dengan riang gembira memainkan Kartu Milenium APIQ.

Orang tuanya sangat bahagia melihat anaknya yang dengan semangat dan gembira memainkan kartu milenium APIQ. Seperti sering kita baca dalam tulisan-tulisan saya sebelumnya bahwa memainkan kartu APIQ bermakna mempelajari konsep dasar matematika. Tanpa diminta, tanpa disuruh, anak itu belajar matematika dengan riang gembira.

5. Surprise. Kejutan yang membahagiakan. Sebuah layanan positif yang membuat surprise pelanggan. Pelanggan tidak akan mengira akan menerima layanan sehebat itu. Tetapi perusahaan kita memberikan layanan yang surprise.

Beberapa waktu lalu tim APIQ Cimahi membagi informasi berupa brosur APIQ ke kantin sekolah di Cimahi. Penjaga kantin dengan baik hati membagi brosur APIQ ke pelanggan kantin.

“Ibu, ada informasi kursus matematika yang baik lho…” penjaga kantin menyodorkan brosur APIQ ke salah satu pelanggannya.
“Terima kasih,” jawab pelanggan itu dan melanjutkan,
“O…kalau ini saya sudah tahu!”
“Ini masih baru di Cimahi. Tidak ada sebelumnya,” kata penjaga kantin.
“Anak saya memang tidak ikut belajar APIQ di Cimahi tetapi belajar di APIQ Picung.”
“O…gitu. Sejak kapan Bu, anaknya ikut APIQ di Picung?”
“Sejak TK.”
“Pantas! Anak Ibu pinter begitu!!!”

Ibu, orang tua siswa APIQ itu, menceritakan dengan antusias pengalamannya kepada kami. Baginya itu adalah surprise. Bukan APIQ saja yang mengakuinya. Bahkan penjaga kantin di sekolah mengakui anaknya sebagai anak hebat berkat belajar di APIQ. Surprise untuk Ibu. Terima kasih untuk penjaga kantin dan Ibu orang tua siswa APIQ.

6. Unbelievable! Luar biasa, tidak dapat dipercaya. Layanan yang benar-benar dahsyat!

Sering terjadi pada orang tua siswa APIQ yang anaknya bergabung dengan APIQ sejak TK. Setelah siswa itu belajar di APIQ sekitar 3 bulan dengan bergembira, orang tuanya berkata,

“Aku tidak percaya. Masa anakku yang TK sudah bisa berhitung perkalian dan pembagian?”
“Bagaimana maksud Ibu?”
“Anak saya di rumah cerita bahwa 3×2 itu sama dengan 6. Dan 5×2 itu sama dengan 10. Apa benar ia sudah bisa berhitung perkalian?”
“Benar. Anak Ibu memang sudah bisa berhitung perkalian. Dia anak hebat!”

Beberapa hari kemudian Ibu itu kembali dan berkata,

“Apakah tidak terlalu membebani anak TK bila harus belajar perkalian?”
“Apakah anak Ibu tampak terbebani?”
“Tidak sih…bahkan ia selalu bergembira belajar matematika APIQ.”
“Ibu mau lihat cara anak Ibu belajar matematika?”
“Ya maulah…masa mau dong!”

Kemudian ibu itu mengintip kelas APIQ. Melihat anaknya yang sedang bermain matematika Kreatif APIQ.

“Ya…kalau begitu caranya…ya anak-anak pasti senang belajar matematika. Sama sekali tidak membebani. Bahkan sangat memotivasi,” komentar ibu itu sambil menyimpulkan.

Bagi saya di APIQ, level-level layanan di atas sangat membantu memberi arah. Tantangan saya adalah bagaimana caranya agar APIQ dapat konsisten meningkat dan bertahan di level 4,5, dan 6. Bukan pekerjaan ringan. Butuh perjuangan terus menerus…

Bagaimana dengan Anda?

Salam hangat….
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Jangan Menonton TV

Akhirnya telah kami ambil kesepakatan – dengan proses diplomasi yang panjang dan alot.

“Tidak diijinkan menonton TV sampai batas waktu yang tidak ditentukan.”

Nah… bagi saya tidak ada masalah. Toh saya memang tidak pernah nonton TV. Tetapi bagi beberapa anggota yang sering nonton TV, ini merupakan perjuangan tersendiri. Layaknya berpuasa, berpuasa dari nonton tv. Tetapi belum tahu kapan waktunya berbuka.

Pertimbangan kami adalah nonton tv lebih banyak bahayanya dari pada manfaatnya.

Yang jelas dengan diberlakukannya larangan nonton tv terjadi banyak kemajuan:

1. Anak-anak tambah kenceng dalam kegiatan membaca. Membaca buku sekolah, buku umum, komik, koran, majalah, dan lain-lain.

2. Mereka – anak-anak tersayang- mendirikan perpustakaan khusus buku anak-anak di ruang nonton TV.

3. Mereka menciptakan banyak permainan kreatif seperti mino milenium.

4. Mereka berolahraga, jogging minggu pagi. Bapaknya sih…badminton.

5. dan lain-lain.

Bagaimana dengan Anda?

Salam hangat…

(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Inovasi Pembelajaran Matematika Kreatif Lagi: Mino Milenium APIQ

APIQ terus melakukan terobosan-terobosan inovatif dalam pembelajaran matematika kreatif. Siswa menjadi lebih mudah dan bergembira dalam mempelajari matematika bersama matematika kreatif APIQ.

Sebelum APIQ, kita telah mengenal beberapa inovasi matematika yang mewarnai dunia pendidikan kita seperti kumon, sempoa, jarimatika, dan lain-lain.

Inovasi terbaru APIQ adalah mainan MINO MILENIUM = M2.

Mino berupa kotak-kotak warna-warni yang menarik bagi anak-anak.

1. Mino membantu anak menguasai konsep dasar aritmetika dengan mudah dan menyenangkan: penjumlahan, perkalian, pengurangan dan pembagian.

2. Mino merangsang kreativitas anak-anak. Warna-warni yang beragam. Kotak-kotak yang seperti batu bata dapat disusun oleh anak-anak menjadi rumah-rumahan, mobil, kapal, dan lain-lain.

3. Mino membantu anak menguasai konsep geometri penting dengan fun: konsep luas, keliling, volume, dan lain-lain.

Masih banyak lagi manfaat dari Mino Milenium ini. Beruntunglah siswa-siswa APIQ yang bermain dan belajar menggunakan Mino Milenium. Semoga memberi manfaat yang besar bagi kita semua…

Beberapa inovasi dari APIQ sebelumnya adalah:
1. Dadu Milenium
2. Onde Milenium
3. Kartu Milenium Ular Angka
4. APIQ Digital
5. Dan lain-lain

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Quantum Parenting: Pilihan dari berbagai Sumber

“Mas anakmu berapa?”
“Baru 5 Pak,” jawab saya.
“Lima? Anak lima kok baru?”
“Maksud saya, baru beberapa bulan ini anakku jadi 5. Belum tahu satu tahun atau dua tahun ke depan,” saya sedikit menjelaskan.

Hari gini…anak 5?
Percayalah…tidak mudah menjadi orang tua di jaman seperti ini. (Tapi tidak tahu juga ya, di jaman kita kecil dulu, susah tidak ya jadi orang tua?)

Pengaruh TV sangat membahayakan. Saya termasuk liberal dalam mengatur tontonan TV. Maksudnya, anak-anak saya bebas-bebas saja mau nonton tv mau tidak. Saya sendiri hampir tidak pernah nonton tv sama sekali kecuali tidak sengaja.

Beberapa minggu terakhir ini, kami memberlakukan larangan menonton tv kepada anak-anak saya.
Hasilnya?

Luar biasa…!
Anak-anak bertambah kreatif, inovatif, sehat (jasmani, rohani). Hobi baca bukunya tambah kenceng…

Nah…ceritanya…saya itu mau menulis tentang Quantum Parenting. Tapi belum selesai. Sedangkan saya sudah mengumpulkan banyak ide dari berbagai sumber. Dari pada saya simpan di komputer saya sendiri, mendingan saya simpan di blog saja.

Silakan menikmati…bagi yang berselera. Semoga bermanfaat…

###

If a child lives with criticism,
She learns to condemn.
If a child lives with hostility,
He learns to fight.
If a child lives with ridicule,
She learns to be shy.
If a child lives with shame,
He learns to feel guilty.

If a child lives with tolerance,
She learns to be patient.
If a child lives with encouragement,
He learns confidence.
If a child lives with praise,
She learns to appreciate.
If a child lives with fairness,
He learns justice.
If a child lives with security,
She learns to have faith.
If a child lives with approval,
He learns to like himself.

If a child lives with acceptance and friendship,
She learns to find love in the world.
………..

Jika Anak dibesarkan dengan celaan,
Ia belajar memaki.
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan,
Ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan,
Ia belajar rendah diri.
Jika anak dibesarkan dengan hinaan,
Ia belajar menyesali diri.

Jika anak dibesarkan dengan toleransi,
Ia belajar menghormati.
Jika anak dibesarkan dengan dorongan,
Ia belajar percaya diri.
Jika anak dibesarkan dengan pujian,
Ia belajar menghargai.
Jika anak dibesarkan dengan perlakuan adil,
Ia belajar keadilan.
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman,
Ia belajar menaruh kepercayaan.
Jika anak dibesarkan dengan dukungan,
Ia belajar menyenangi dirinya.

Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan,
Ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.

(Dorothy Law Nolte)

Mau menjadi orang tua efektif dunia akhirat?
Lanjutkan kalimat berikut ini:
• Anak adalah……………………..
• Anak saya cerdas jika……………..
• Anak saya bodoh jika…………………
• Saya berbahagia jika anak saya………….
• Saya mudah jengkel jika anak saya………..
Coba cermati pertanyaan berikut:
1. Anak, banyak memberi atau lebih banyak meminta?
2. Anak-anak semakin nakal atau orangtua semakin tidak sabar?
3. Orangtua memahami anak atau anak memahami orangtua?
4. Siapa anak kita itu?
Setelah anda menjawab semua pertanyaan di atas, tolong cermati yang berikut ini.
Beberapa paradigma alternatif
1. Anak anugerah terindah dalam rumah tangga. (Anda akan sangat bersyukur jika sudah dikaruniani seorang atau lebih anak)
o Anak memberi kebahagiaan sejak lahir. Siapa yang gak bahagia waktu anak kita lahir? Hayo.. angkat jempol!
o Anak banyak mendatangkan rejeki bagi kita.
2. Anak adalah fitrah (Setiap bayi yang lahir itu fitrah, orangtuanyalah yang menjadikannya majusi, nasrani). Pilihan pendidikan anak:
o Anak soleh/solehah
o Anak hiasan dunia (juara kelas, kebanggaan dunia)
o Anak fitnah
o Anak sebagai musuh
3. Setiap anak adalah cerdas
4. Anak ibarat wadah (menampung semua dari indranya)
5. Anak adalah pintu kebaikan kita (pernahkah anda diingatkan oleh anak?!)
6. Anak adalah sahabat baik kita (untuk anak seusia 12 tahun keatas)
Nah, kita juga harus tahu otak manusia. Otak manusia adalah:
• Raksasa tidur.. mau coba membangunkan? tolong diingat kejadian yang sangat mengesankan yang terjadi 20 tahun yang lalu. Anda akan sangat ingat sampai sedetil-detilnya.
• Menakjubkan
• Bukan wadah untuk diisi, tetapi api yang siap untuk dipijarkan –> tolong dipicu dengan dialog dan tanya jawab.
• Otak bagaikan otot tubuh–> perlu dilatih
• Otak tidak pernah istirahat
Potensi Otak
• 1 Trilliun neuron
• 100 milyar sel syaraf akfif
• 900 milyar sel pendukung
• Bekerja secepat kilat
• Tiap-tiap neuron dapat tumbuh hingga 20 ribu cabang
• Ibarat alam semesta mini
Proses pertumbuhan otak
1. Otak embrio menghasilkan neuron atau sel saraf jauh lebih banyak daripada yang dibutuhkan
2. Neuron yang tetap bertahan mengeluarkan akson (sambungan transmisi jarak jauh sistem saraf) . Di ujungnya akson mengeluarkan cabang.
3. Sambungan spontan kegiatan listrik, memperkuat beberapa sambungan ini, sementara lainnya (sambungan yang tidak diperkuat oleh kegiatan) mengalami atrofi (menyusut sampai lenyap).
4. Sesudah kelahiran, otak mengalami lonjakan pertumbuhan kedua, akson (yang mengirim sinyal) dan dendrit (yang menerima sinyal) mengadakan banyak sekali sambungan baru. Kegiatan listrik yang dipicu oleh banjir pengalaman indra, memperhalus peruntaian otak menentukan sambungan mana yang akan dipertahankan
2 Belahan Otak
Kiri menyimpan logika, tulisan, angka, hitungan, urutan, analisa
Kanan menyimpan imajinasi, musik, warna, emosi, bentuk, kreatifitas
3 Lapisan Otak
1. Batang Otak (otak reptil) berfungsi untuk
o Motor sensorik
o Kelangsungan hidup
o Hadapi atau lari
2. Otak Limbik (otak mamalia) berfungsi untuk
o Perasaan/emosi
o Memori
o Bioritmik
o Sistem kekebalan tubuh
3. Otak Berfikir (Neocortex) berfungsi untuk
o Berfikir intelektual
o Penalaran
o Perilaku waras
o Bahasa
4 Gelombang Otak
• BETA (13-28 CPS)
o Kondisi aktif bergerak, pikiran bercabang
• ALFA (7-13 CPS)
o Keadaan relaksasi, tanpa stress
• TETA (3.5-7 CPS)
o Kondisi pikiran kreatif, genius, penyembuhan hebat, inspiratif
• DELTA (0.5-3.5 CPS)
o Tidur nyenyak tanpa mimpi, penyembuhan alamiah, brain cleansing, tumbuh sel-sel baru.
Gelombang-gelombang inilah yang harus kita manfaatkan dengan baik jika menginginkan otak anak kita berkembang dengan sempurna….
Parenting models, tools, philosophies and practices
Conventional models of parenting
• “Rules of traffic” models
It is an instructional approach to upbringing. Parents explain to their children how to behave, assuming that they taught the rules of behavior as they did the rules of traffic.
• “Fine gardening” model
Parents believe that children have positive and negative qualities, the latter of which parents should “weed out” or “prune” into an appropriate shape. The problem in this parenting method is that parents fight with the faults of their child rather than appreciate their current achievements and/or capabilities; a method which may continue through their whole life without success.
• “Reward and punishment” model
“RaP” is a most popular model of parenting based on logic: for a good action – a reward/praise and for a bad action – a punishment/scolding/reprimand.

Modern models of parenting
• Examples of modern parenting models
“Nurturant parent model”
A family model where children are expected to explore their surroundings with protection from their parents.
“Strict father model”
Places a strong value on discipline as a means to survive and thrive in a harsh world.
“Attachment parenting”
Seeks to create strong emotional bonds, avoiding physical punishment and accomplishing discipline through interactions recognizing a child’s emotional needs all while focusing on holistic understanding of the child.
“Taking Children Seriously”
Sees both praise and punishment as manipulative and harmful to children and advocates other methods to reach agreement with them.
“Parenting For Everyone”
The philosophy of Parenting For Everyone considers parenting from the ethical point of view. It analyses parenting goals, conditions and means of childrearing. It offers to look at a child’s internal world (emotions, intelligence and spirit) and derive the sources of parenting success from there. The concept of heart implies the child’s sense of being loved and their ability to love others. The concept of intelligence implies the child’s morals. And the concept of spirit implies the child’s desire to do good actions and avoid bad behavior, avoid encroaching upon anybody’s dignity. The core concept of the philosophy of Parenting For Everyone is the concept of dignity, the child’s sense of worthiness and justice.
Religious parenting
Islamic or Christian Parenting.


In an effort to allay some of the contemporary confusion about the roles of parents and children in families, Ann Landers published the following Twelve Rules for Raising Children:
1. Remember that each child is a gift from God, the richest of all blessings. Each child is an individual and should be permitted to be himself or herself.
2. Do not crush a child’s spirit when he or she fails. Never compare one child with another.
3. Remember that anger and hostility are natural emotions. Help your child find acceptable outlets for these feelings, or they may be turned inward and create physical or emotional problems.
4. Discipline your child with firmness and reason. Do not let your anger throw you off balance. Be fair. Even the youngest child has a keen sense injustice.
5. Avoid situations in which your child can manipulate one adult against another.
6. Do not give your child everything he or she desires. Do not deprive your child of the satisfaction that comes from achievement and from earning something.
7. Do not set yourself up as a model of perfection. Children profit from knowing that their parents make mistakes too.
8. Do not make unrealistic threats in anger or promises in a generous mood. To a child a parent’s word means everything.
9. Do not smother your child with gifts and lavish surprises. The purest love expresses itself in day-in, day-out consistency that builds self-confidence, trust, and a strong base for character development.
10. Teach your child that there is dignity in hard work, whether it is performed with a shovel or with delicate surgical instruments.
11. Do not try to protect your child against every blow and disappointment. Experiencing a few lumps will help your child learn how to handle them.

APIQ Centre: Jalan Picung 109

http://apiqquantum.wordpress.com