Quantum Parenting: Pilihan dari berbagai Sumber

“Mas anakmu berapa?”
“Baru 5 Pak,” jawab saya.
“Lima? Anak lima kok baru?”
“Maksud saya, baru beberapa bulan ini anakku jadi 5. Belum tahu satu tahun atau dua tahun ke depan,” saya sedikit menjelaskan.

Hari gini…anak 5?
Percayalah…tidak mudah menjadi orang tua di jaman seperti ini. (Tapi tidak tahu juga ya, di jaman kita kecil dulu, susah tidak ya jadi orang tua?)

Pengaruh TV sangat membahayakan. Saya termasuk liberal dalam mengatur tontonan TV. Maksudnya, anak-anak saya bebas-bebas saja mau nonton tv mau tidak. Saya sendiri hampir tidak pernah nonton tv sama sekali kecuali tidak sengaja.

Beberapa minggu terakhir ini, kami memberlakukan larangan menonton tv kepada anak-anak saya.
Hasilnya?

Luar biasa…!
Anak-anak bertambah kreatif, inovatif, sehat (jasmani, rohani). Hobi baca bukunya tambah kenceng…

Nah…ceritanya…saya itu mau menulis tentang Quantum Parenting. Tapi belum selesai. Sedangkan saya sudah mengumpulkan banyak ide dari berbagai sumber. Dari pada saya simpan di komputer saya sendiri, mendingan saya simpan di blog saja.

Silakan menikmati…bagi yang berselera. Semoga bermanfaat…

###

If a child lives with criticism,
She learns to condemn.
If a child lives with hostility,
He learns to fight.
If a child lives with ridicule,
She learns to be shy.
If a child lives with shame,
He learns to feel guilty.

If a child lives with tolerance,
She learns to be patient.
If a child lives with encouragement,
He learns confidence.
If a child lives with praise,
She learns to appreciate.
If a child lives with fairness,
He learns justice.
If a child lives with security,
She learns to have faith.
If a child lives with approval,
He learns to like himself.

If a child lives with acceptance and friendship,
She learns to find love in the world.
………..

Jika Anak dibesarkan dengan celaan,
Ia belajar memaki.
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan,
Ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan,
Ia belajar rendah diri.
Jika anak dibesarkan dengan hinaan,
Ia belajar menyesali diri.

Jika anak dibesarkan dengan toleransi,
Ia belajar menghormati.
Jika anak dibesarkan dengan dorongan,
Ia belajar percaya diri.
Jika anak dibesarkan dengan pujian,
Ia belajar menghargai.
Jika anak dibesarkan dengan perlakuan adil,
Ia belajar keadilan.
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman,
Ia belajar menaruh kepercayaan.
Jika anak dibesarkan dengan dukungan,
Ia belajar menyenangi dirinya.

Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan,
Ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.

(Dorothy Law Nolte)

Mau menjadi orang tua efektif dunia akhirat?
Lanjutkan kalimat berikut ini:
• Anak adalah……………………..
• Anak saya cerdas jika……………..
• Anak saya bodoh jika…………………
• Saya berbahagia jika anak saya………….
• Saya mudah jengkel jika anak saya………..
Coba cermati pertanyaan berikut:
1. Anak, banyak memberi atau lebih banyak meminta?
2. Anak-anak semakin nakal atau orangtua semakin tidak sabar?
3. Orangtua memahami anak atau anak memahami orangtua?
4. Siapa anak kita itu?
Setelah anda menjawab semua pertanyaan di atas, tolong cermati yang berikut ini.
Beberapa paradigma alternatif
1. Anak anugerah terindah dalam rumah tangga. (Anda akan sangat bersyukur jika sudah dikaruniani seorang atau lebih anak)
o Anak memberi kebahagiaan sejak lahir. Siapa yang gak bahagia waktu anak kita lahir? Hayo.. angkat jempol!
o Anak banyak mendatangkan rejeki bagi kita.
2. Anak adalah fitrah (Setiap bayi yang lahir itu fitrah, orangtuanyalah yang menjadikannya majusi, nasrani). Pilihan pendidikan anak:
o Anak soleh/solehah
o Anak hiasan dunia (juara kelas, kebanggaan dunia)
o Anak fitnah
o Anak sebagai musuh
3. Setiap anak adalah cerdas
4. Anak ibarat wadah (menampung semua dari indranya)
5. Anak adalah pintu kebaikan kita (pernahkah anda diingatkan oleh anak?!)
6. Anak adalah sahabat baik kita (untuk anak seusia 12 tahun keatas)
Nah, kita juga harus tahu otak manusia. Otak manusia adalah:
• Raksasa tidur.. mau coba membangunkan? tolong diingat kejadian yang sangat mengesankan yang terjadi 20 tahun yang lalu. Anda akan sangat ingat sampai sedetil-detilnya.
• Menakjubkan
• Bukan wadah untuk diisi, tetapi api yang siap untuk dipijarkan –> tolong dipicu dengan dialog dan tanya jawab.
• Otak bagaikan otot tubuh–> perlu dilatih
• Otak tidak pernah istirahat
Potensi Otak
• 1 Trilliun neuron
• 100 milyar sel syaraf akfif
• 900 milyar sel pendukung
• Bekerja secepat kilat
• Tiap-tiap neuron dapat tumbuh hingga 20 ribu cabang
• Ibarat alam semesta mini
Proses pertumbuhan otak
1. Otak embrio menghasilkan neuron atau sel saraf jauh lebih banyak daripada yang dibutuhkan
2. Neuron yang tetap bertahan mengeluarkan akson (sambungan transmisi jarak jauh sistem saraf) . Di ujungnya akson mengeluarkan cabang.
3. Sambungan spontan kegiatan listrik, memperkuat beberapa sambungan ini, sementara lainnya (sambungan yang tidak diperkuat oleh kegiatan) mengalami atrofi (menyusut sampai lenyap).
4. Sesudah kelahiran, otak mengalami lonjakan pertumbuhan kedua, akson (yang mengirim sinyal) dan dendrit (yang menerima sinyal) mengadakan banyak sekali sambungan baru. Kegiatan listrik yang dipicu oleh banjir pengalaman indra, memperhalus peruntaian otak menentukan sambungan mana yang akan dipertahankan
2 Belahan Otak
Kiri menyimpan logika, tulisan, angka, hitungan, urutan, analisa
Kanan menyimpan imajinasi, musik, warna, emosi, bentuk, kreatifitas
3 Lapisan Otak
1. Batang Otak (otak reptil) berfungsi untuk
o Motor sensorik
o Kelangsungan hidup
o Hadapi atau lari
2. Otak Limbik (otak mamalia) berfungsi untuk
o Perasaan/emosi
o Memori
o Bioritmik
o Sistem kekebalan tubuh
3. Otak Berfikir (Neocortex) berfungsi untuk
o Berfikir intelektual
o Penalaran
o Perilaku waras
o Bahasa
4 Gelombang Otak
• BETA (13-28 CPS)
o Kondisi aktif bergerak, pikiran bercabang
• ALFA (7-13 CPS)
o Keadaan relaksasi, tanpa stress
• TETA (3.5-7 CPS)
o Kondisi pikiran kreatif, genius, penyembuhan hebat, inspiratif
• DELTA (0.5-3.5 CPS)
o Tidur nyenyak tanpa mimpi, penyembuhan alamiah, brain cleansing, tumbuh sel-sel baru.
Gelombang-gelombang inilah yang harus kita manfaatkan dengan baik jika menginginkan otak anak kita berkembang dengan sempurna….
Parenting models, tools, philosophies and practices
Conventional models of parenting
• “Rules of traffic” models
It is an instructional approach to upbringing. Parents explain to their children how to behave, assuming that they taught the rules of behavior as they did the rules of traffic.
• “Fine gardening” model
Parents believe that children have positive and negative qualities, the latter of which parents should “weed out” or “prune” into an appropriate shape. The problem in this parenting method is that parents fight with the faults of their child rather than appreciate their current achievements and/or capabilities; a method which may continue through their whole life without success.
• “Reward and punishment” model
“RaP” is a most popular model of parenting based on logic: for a good action – a reward/praise and for a bad action – a punishment/scolding/reprimand.

Modern models of parenting
• Examples of modern parenting models
“Nurturant parent model”
A family model where children are expected to explore their surroundings with protection from their parents.
“Strict father model”
Places a strong value on discipline as a means to survive and thrive in a harsh world.
“Attachment parenting”
Seeks to create strong emotional bonds, avoiding physical punishment and accomplishing discipline through interactions recognizing a child’s emotional needs all while focusing on holistic understanding of the child.
“Taking Children Seriously”
Sees both praise and punishment as manipulative and harmful to children and advocates other methods to reach agreement with them.
“Parenting For Everyone”
The philosophy of Parenting For Everyone considers parenting from the ethical point of view. It analyses parenting goals, conditions and means of childrearing. It offers to look at a child’s internal world (emotions, intelligence and spirit) and derive the sources of parenting success from there. The concept of heart implies the child’s sense of being loved and their ability to love others. The concept of intelligence implies the child’s morals. And the concept of spirit implies the child’s desire to do good actions and avoid bad behavior, avoid encroaching upon anybody’s dignity. The core concept of the philosophy of Parenting For Everyone is the concept of dignity, the child’s sense of worthiness and justice.
Religious parenting
Islamic or Christian Parenting.


In an effort to allay some of the contemporary confusion about the roles of parents and children in families, Ann Landers published the following Twelve Rules for Raising Children:
1. Remember that each child is a gift from God, the richest of all blessings. Each child is an individual and should be permitted to be himself or herself.
2. Do not crush a child’s spirit when he or she fails. Never compare one child with another.
3. Remember that anger and hostility are natural emotions. Help your child find acceptable outlets for these feelings, or they may be turned inward and create physical or emotional problems.
4. Discipline your child with firmness and reason. Do not let your anger throw you off balance. Be fair. Even the youngest child has a keen sense injustice.
5. Avoid situations in which your child can manipulate one adult against another.
6. Do not give your child everything he or she desires. Do not deprive your child of the satisfaction that comes from achievement and from earning something.
7. Do not set yourself up as a model of perfection. Children profit from knowing that their parents make mistakes too.
8. Do not make unrealistic threats in anger or promises in a generous mood. To a child a parent’s word means everything.
9. Do not smother your child with gifts and lavish surprises. The purest love expresses itself in day-in, day-out consistency that builds self-confidence, trust, and a strong base for character development.
10. Teach your child that there is dignity in hard work, whether it is performed with a shovel or with delicate surgical instruments.
11. Do not try to protect your child against every blow and disappointment. Experiencing a few lumps will help your child learn how to handle them.

APIQ Centre: Jalan Picung 109

http://apiqquantum.wordpress.com

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s