Inovasi bisa terjadi begitu saja. Di APIQ juga sering terjadi inovasi spontan karena stimulus dari siswa. Lebih sering lagi stimulus siswa itu berupa masalah.
Seorang guru APIQ menghadapi masalah:
Siswa-siswa bermain congkak (dakon) dengan asyiknya. Tentunya bermain congkak adalah permainan kreatif sambil berhitung. Anak-anak sambil bermain tanpa sadar belajar berhitung dasar manik-manik congkak (dakon).
Masalah timbul ketika siswa yang lebih besar tertarik untuk gabung. Untuk anak TK memang bagus main congkak. Tetapi untuk anak kelas satu atau dua SD? Mereka kan sudah lancar berhitung dasar? Khususnya bila mereka adalah siswa APIQ.
“Anggap saja sebagai latihan motorik halus!”
“Motorik halus mereka sudah matang.”
“Kalau begitu anggap saja sebagai permainan yang bikin fun!”
“Memang bisa begitu tapi apa nilai tambahnya di APIQ?”
Bener juga ya… Jika hanya main congkak (dakon) biasa kan bisa main di mana saja.
Langsung terpikirkan…
“Bedakan nilai manik-manik dakon tersebut!”
“Maksudnya?”
“Pilih manik dengan warna beragam. Setiap warna memiliki nilai yang berbeda-beda. Misal hijau = 1, biru = 10, merah = 100, dan kuning = 1.000″
Jadilah sebuah permainan yang menarik, menantang sekaligus belajar matematika.
Inovasi dadakan yang menghasilkan model permainan matematika kreatif. Anda tahu, apa nama permainan di atas?
Tepat! Seperti Anda tebak.
Nama permainan tersebut menjadi DAKON MILENIUM….
Bagaimana menurut Anda?
Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)