Archive Bulanan: Januari 2009

Jarimatika Dulu, Kini, dan Masa Depan

Di tahun 90-an saya menekuni jarimatika – saat itu namanya bukan jarimatika. Seingat saya namanya adalah berhitung cepat dengan jari waktu itu. Saya kagum dengan inovasi-inovasi berhitung cepat dengan jari itu. Kelak kita mengenalnya sebagai jarimatika.

Apa yang saya kenal tahun 90-an itu agak berbeda dengan jarimatika sekarang. Hitung cepat pakai jari itu masih fokus pada hitung perkalian cepat. Belum membahas penjumlahan (dan pengurangan.)

Baru di akhir 90-an, konsep penjumlahan dengan jari masuk ke dalam hitung cepat jarimatika. Saya mengenalnya dari seorang teman yang guru sempoa. Ia mau mengajar sempoa tetapi alat sempoanya kurang. Lalu ia berinovasi mengganti sempoa dengan 10 jari kita. Jadi, prinsip jarimatika ini adalah mengganti butir-butir sempoa dengan jari tangan.

Hmmm….inovasi yang sangat kreatif.

Perkembangan jarimatika saat ini, menurut saya, sangat mengagumkan. Jarimatika datang pada saat yang tepat. Ketika masyarakat mulai meninggalkan sempoa – terutama di wilayah kota besar – tidak ada pilihan lain. Hanya ada dua pilihan: Kumon atau Jarimatika.

Tentu beberapa orang memilih Kumon. Beberapa orang yang lain memilih Jarimatika. Sedangkan APIQ baru muncul sebagai alternatif beberapa tahun terakhir ini. Masyarakat yang menginginkan belajar matematika secara kreatif, mereka memilih APIQ.

Bagaimana masa depan Jarimatika?

Menurut saya akan mirip dengan sempoa. Kecuali jarimatika membuat terobosan-terobosan inovasi yang fundamental. Saran saya, sebaiknya mulai memasuki nalar atau logika aritmetika tidak sekedar alat aritmetika. Saya telah menulisnya di tulisan saya yang lain. Termasuk dampak dari belajar jarimatika.

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Taktik Lengkap Setelah Download Lengkap Soal UN 2009 (SD, SMP, SMA)

Mau sukses UN 2009?
Sukses Unas 2009?
Sukses UASBN 2009?

Setahun yang lalu saya telah menulis :
Taktik Lengkap Setelah Download Lengkap Soal UN 2008 (SD, SMP, SMA).

Saya pikir tulisan saya itu masih bermanfaat untuk tahun 2009, 2010 dan seterusnya. Silakan mengunjunginya…

Anak-anak Kecil Belajar Aljabar, Geometri, dan Aritmetika

Awalnya, saya mengira yang paling cocok untuk anak-anak adalah belajar aritmetika (aritmatika). Tetapi saya harus mengoreksi pemikiran saya itu.

Beberapa hari lalu saya bereksperimen mengajarkan aljabar dan geometri kepada siswa-siswa APIQ. Para siswa yang terdiri dari siswa SD itu ternyata menyenangi belajar aljabar dan geometri. Bahkan di antara siswa APIQ itu ada siswa yang masih berusia 6 tahun.

Siswa APIQ itu belajar dengna riang gembira:

1. Aritmetika; perkalian sampai ribuan dan kuadrat sampai ribuan. Memang kalau yang aritmetika ini kami sudah sering melakukan. Bahkan anak TK juga sudah ada yang mahir.

2. Geometri; kami memilih menentukan sisi segitiga siku-siku sesuai teorema Phytagoras. Melibatkan perhitungan kuadrat dan akar kuadrat.

3. Aljabar; persamaan linier dengan 3 variabel.

Ternyata mereka bisa….
Yang terpenting kita belajar dengan riang gembira!

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto)

Onde Milenium APIQ Dimensi 2

Biasanya saya sangat mengandalkan mainan edukatif dimensi 3. Onde Milenium adalah mainan edukatif kebanggaan APIQ. Onde warna-warni ini sangat menarik bagi anak-anak. Membantu menguasai konsep aritmetika (aritmatika) dasar dengan sangat baik.

Anak-anak usia TK (4 tahun) sampai SD kelas 1 hanya main-main dengan mainan onde itu. Mereka bergembira. Setelah selesai bermain, mereka mengerti konsep aritmetika.

“Gampang ya…perkalian itu,” kata seorang siswa TK.
“Aku lebih suka pembagian…asyik membagi-bagi ondenya,” sahut siswa TK yang lain.

Seorang ibu mengajukan keberatan,
“Apakah tidak terlalu membebani anak TK bila harus belajar perkalian dan pembagian?”
“Coba saja Ibu tanyakan kepada anak-anak langsung…”
“O…kalau cara belajarnya sambil bermain begitu..ya tidak memberatkan. Menyenangkan anak-anak malahan!” si Ibu itu mengambil kesimpulan.

Di APIQ, anak-anak riang gembira belajar sambil memainkan Onde Milenium atau mainan lainnya.

Apa yang saya ceritakan di atas adalah onde milenium dimensi 3. Kemarin, ketika di Jakarta, saya memperoleh ide dari seorang teman tentang berhitung cepat.

“Mas sudah tahu cara berhitung cepat yang baru?”
“Belum. Bagaimana itu?” Saya selalu menjawab belum. Meski pun kadang saya sudah tahu. Saya memang senang belajar dari orang lain.

Teman saya itu dengan semangat menjelaskan cara berhitung yang unik. Saya dengan pemikiran terbuka terus menyimak apa yang ia jelaskan.

Setelah diskusi itu, saya terpikir untuk mengembangkan onde milenium versi dimensi 2. Dan saat ini saya telah merampungkan konsep onde milenium dimensi 2 dan telah mengujinya ke beberapa siswa APIQ. Hasilnya….sangat mengagumkan.

1. Onde milenium dimensi 2 memiliki konsep nalar logika aritmetika mirip dengan onde milenium (dimensi 3). Jadi Onde Milenium adalah tool mainan edukatif yang mengajak anak berpikir dengan logika aritmetika, bukan memainkan mesin aritmetika. Dengan onde, logika aritmetika anak kita berkembang. Berbeda dengan mesin aritmetika semisal sempoa, kalkulator, aritmetika jari (jarimatika), atau komputer yang berperan sebagai alat bantu belaka.

2. Onde milenium dimensi 2 menjangkau operasi bilangan yang lebih besar dari onde milenium dimensi 3. Jika onde dimensi 3 membantu siswa sampai aritmetika puluhan atau ratusan maka onde dimensi 2 dapat membantu siswa untuk aritmetika ribuan. Tentu saja kita dapat meluaskan jangkauan sampai jutaan. Tetapi kita di APIQ sudah memiliki tool edukatif untuk aritmetika jutaan, yang lebih efektif, yaitu aritmetika teknik bintang.

3. Onde milenium dimensi 2 melatih motorik halus anak. Hal ini sangat membantu bagi putra-putri kita yang mulai belajar mengenal alat tulis.

4. Onde milenum dimensi 2 tampil dengan visualisasi yang kreatif dengan mengambil beragam bentuk onde. Para siswa dapat mengembangkan imajinasinya untuk memilihkan bentuk onde yang paling ia minati.

5. Dan lain-lain.

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Geomatika: Geometri dalam Matematika

Saya sedang punya ide untuk mengumpulkan pengalaman-pengalaman saya dalam mempelajari matematika kreatif khususnya bidang geometri. Saya lihat, anak-anak selalu menyukai geometri karena banyak gambar-gambar dan ilustrasinya. Setelah mencoba mengumpulkan ide-ide tersebut, ternyata banyak juga ya…

Saya ingin memberi nama ide saya ini dengan Geomatika: Geometri dalam matematika. Wah, agak-agak mirip dengan Jarimatika deh.

1. Konsep luas bidang datar segi empat
2. Konsep keliling bidang datar segi empat
3. Konsep luas bidang datar segi tiga
4. Konsep keliling bidang datar segi tiga
5. Segi tiga Phytagoras
6. Sudut dan lingkaran
7. Volume kubus dan balok
8. Deret-deret (artimetika dan lain-lain) dengan solusi geometri
9. Aljabar dengan ilustrasi geometri

Dan masih banyak yang lainnya lagi.

Ayo…nulis…berkarya….

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Inovasi-inovasi Terhebat: Kumon, Sempoa, Jarimatika, dan APIQ

Hanya ada dua tugas utama dalam bisnis: marketing dan inovasi.

Pastikan Anda sedang melakukan dua tugas utama di atas atau setidaknya salah satu di antaranya. Apakah Anda sedang marketing? Apakah Anda sedang berinovasi?

Bagi saya, saya memperoleh banyak pelajaran dari inovasi-inovasi pembelajaran matematika terdahulu. Kumon telah berhasil membuat pembelajaran matematika menjadi tahap-tahap. Tentu APIQ belajar dari pengalaman itu. APIQ menyusun pembelajaran matematika bertahap, sistematis dan menyenangkan.

Sempoa berhasil menciptakan sarana belajar matematika berupa tool fisik. APIQ juga berinovasi dengan menciptakan tool permainan edukatif matematika yang kreatif. Dadu milenium, super marble, dan kartu milenium adalah beberapa contoh tool permainan edukatif yang menjadi andalan APIQ.

Sementara itu, Jarimatika menggemparkan masyarakat Indonesia dengan memanfaatkan jari-jari tangan untuk belajar berhitung. APIQ juga terus berinovasi memanfaatkan jari-jari tangan untuk berhitung dengan bijak.

Lebih dari itu, APIQ berkomitmen mengembangkan inovasi pembelajaran matematika kreatif secara holistik, sistematis. APIQ menekuni AlGAr yaitu Aljabar, Geometri, dan Aritmetika.

Dalam bidang aritmetika, APIQ mengembangkan teknik berhitung yang cepat dan mudah. Misalnya teknik bintang untuk menghitung kuadrat. Dengan teknik bintang kita dapat menghitung kuadrat dengan cepat sampai 5 digit atau 10 digit sekali pun.

Tetapi aritmetika bukan sekedar teknik berhitung. Aritmetika juga mengembangkan logika atau kecerdasan aritmetika. Jadi anak-anak kita menjadi lebih cerdas berpikir aritmetika setelah belajar aritmetika APIQ. Logika atau kecerdasan aritmetika inilah yang paling penting, yang tidak dapat digantikan oleh kalkulator atau mesin hitung lainnya.

Dalam geometri, APIQ merumuskan berbagai inovasi-inovasi menarik. Misalnya mendalami konsep segitiga Phytagoras. Seorang anak usia 6 tahun, siswa APIQ, dapat saja jatuh cinta dengan segitiga Phytagoras. Ia dengan senang menghitung sisi-sisi segitiga siku-siku dengan mudah. Tentu saja hal ini mengejutkan bagi orang dewasa. Bukankah menghitung segitiga Phytagoras melibatkan konsep kuadrat dan akar kuadrat?

Dalam aljabar, APIQ terus mencari terobosan-terobosan. Hasilnya? Anak-anak kita ternyata juga menyenangi aljabar. Tentu saja cara penyajian aljabar ini bisa menjadi lebih penting dari pelajaran aljabar itu sendiri. Kita harus terus ingat bahwa kita sedang mengenalkan aljabar untuk anak-anak. Rasa gembira dan takjub siswa kita menjadi yang paling utama.

Mari terus berinovasi…!

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

(Lanjutan) Hebatnya Jarimatika: Mengembangkan Logika Aritmetika/Matematika?

Sebelumnya, saya telah menulis tentang hebatnya jarimatika. Dalam tulisan saya itu memang saya cantumkan beberapa persoalan aritmetika (aritmatika) yang sulit diselesaikan dengan mesin aritmetika semacam sempoa, aritmatika jari, kalkulator atau pun komputer. Tetapi soal itu akan mudah kita selesaikan dengan nalar atau logika aritmetika (aritmatika). Atau saya menyebut logika aritmetika tersebut sebagai kecerdasan aritmetika.

Putra-putri kita perlu belajar kecerdasan aritmetika. Tidak cukup hanya belajar mengoperasikan mesin aritmetika saja seperti sempoa, aritmatika jari, kalkulator atau komputer. Setelah anak kita belajar logika atau kecerdasan aritmetika maka ia dapat berlatih bagaimana memanfaatkan mesin aritmetika dengan baik.

Dalam tulisan saya terdahulu saya hanya memberikan contoh soal saja tanpa membahas. Salah seorang teman bertanya bagaimana cara menyelesaikan soal tersebut?

Berikut ini adalah soalnya:

Berapakah jumlah dari:
1/(1×2) + 1/(2×3) + 1/(3×4) + 1/(4×5) + … … … + 1/(2008×2009) = ?

Pembahasannya adalah sebagai berikut ini.

Cara pertama:
gunakan pengenalan pola.

Misal hitung jumlah satu suku = 1/(1×2) = 1/2
jumlah 2 suku = 1/2 + 1/6 = 4/6 = 2/3
jumlah tiga suku = 1/2 + 1/6 + 1/12 = 9/12= 3/4

dan seterusnya….
Anda berhasil menemukan jawabannya kan?

Cara kedua:
Uraikan setiap suku menjadi penjumlahan dari dua pecahan.

1/(1×2) = 1/1 – 1/2
1/(2×3) = 1/2 – 1/3 [atau 3/6 - 2/6]
1/(3×4) = 1/3 – 1/4

dan seterusnya….
Lalu jumlahkan semuanya. Antara bilangan positif dan negatif saling menghilangkan.

Jadi, kita berhasil menemukan jawabannya kan?

Anda lebih suka cara pertama atau kedua?

Sekali lagi saya tekankan: putra-putri kita perlu belajar logika aritmetika (kecerdasan aritmetika). Tidak cukup hanya belajar mesin aritmetika.

Bagaimana cara belajar logika aritmetika?

Itulah yang terus saya tekuni di APIQ. Saya di APIQ mengembangkan logika aritmetika, logika aljabar, logika geometri dan lain-lain. Secara sederhana, di APIQ, kami memngembangkan logika matematika secara komprehensif.

Salam hangat…

(angger: agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Tulisan saya sebelumnya berjudul sama: Hebatnya Jarimatika.

Masih Perlukah Belajar Matematika?

Sekarang kan sudah ada kalkulator. Masihkah perlu belajar matematika?
Apalagi sekarang sudah ada komputer, masihkah perlu belajar matematika?
Mesin tersebut – kalkulator dan komputer – sudah kita bawa ke mana-mana berupa handphone, masihkah perlu belajar matematika?

Pertanyaan di atas dapat kita perluas menjadi:
Masih perlukah belajar aritmatika (aritmetika)?
Masih perlukah belajar sempoa?
Masih perlukah belajar sempoa jari (jarimatika)?
Masih perlukah belajar kumon?
Masih perlukah belajar apiq?

Bagaimana menurut teman-teman?

Rekan saya, Budi Rahardjo, telah memunculkan pertanyaan semacam itu sebelumnya.

Capek…tapi Puas: Training Instruktur APIQ Quantum

Dua hari ini saya full mengikuti training instruktur APIQ. Keren…mantap…capek…tapi puas hasilnya.

Saya bangga melihat generasi muda kita yang bersemangat unjuk kemampuan dalam forum training instruktur APIQ itu.

Apa saja ya…yang sudah kita pelajari kemarin?

1. Berpikir kreatif: think out of the box.
2. APIQ mempelajari matematika utuh dengan fun: Aljabar, Geometri, Aritmetika.
3. POWERful Presentation.
4. Aritmetika Cepat: Magic of Math.
5. Kecerdasan Aritmetika bukan sekedar tool aritmetika.
6. Cara mudah menyelesaikan soal-soal sulit Aljabar, Geometri, dan Aritmetika.
7. Berhitung cepat kuadrat dan akar kuadrat.
8. Berhitung cepat pangkat 3 dan akar kubik.
9. Berpikir jenius gaya Einstein.
10. Kemampuan ajaib otak multicerdas
11. Strategi marketing
12. Strategi mengajarkan matematika untuk balita
13. Permainan matematika
14. Segitiga Phytagoras
15. Aljabar Sistem Persamaan

Wah…kok sudah banyak yang kita pelajari?
Tidak masalah. Semua kita pelajari dengan suasana fun, bergembira, dan menyenangkan.

Dan masih banyak materi yang lain juga lho!

Training instruktur APIQ ini terbuka untuk umum. Anda juga bisa bergabung untuk mengikuti training instruktur APIQ. Silakan menghubungi saya melalui email:

quantumyes@yahoo.com

Biaya training Rp 750.000,- untuk gelombang pertama.
GRATIS mengikuti training gelombang berikutnya sepuasnya. (Tentu saja biaya makan siangnya ditanggung masing-masing ya…)

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Power Point Matematika Kreatif APIQ Lengkap yang Siap Anda Gunakan

Saat ini kami telah memproduksi 25 judul file power point matematika kreatif APIQ yang siap Anda gunakan bersama keluarga. Dengan animasi sederhana khas power point akan membuat Anda bergembira belajar matematika kreatif.

Untuk memesan power point matematika kreatif APIQ tersebut, silakan menghubungi kami melalui email:
quantumyes@yahoo.com

Berikut ini power point matematika kreatif APIQ yang sudah siap:

25. Konsep Dasar dan Hitung Pecahan bagian 3 (kode: 25)

Memperkenalkan konsep dasar pecahan dengan animasi bidang datar warna-warni yang sangat menarik. Menjadikan konsep dasar pecahan sebagai sebuah benda nyata. Operasi penjumlahan sederhana dengan menyamakan penyebut juga di bahas pada bagian ini. Kemudian melangkah dengan konsep hitung perkalian pecahan.

24. Konsep Dasar dan Hitung Pecahan bagian 2 (kode: 24)

Bagian ini adalah dasar dari kode 25. Menyederhanakan bilangan pecahan dengan ilustrasi grafik yang indah.

23. Konsep Dasar dan Hitung Pecahan bagian 1 (kode: 23)

Membahas konsep pecahan dari pemahaman yang paling fundamental. Memulai dengan ilustrasi gambar animasi yang membuat kita lebih penasaran. Bagian ini merupakan dasar utama bagi pembahasan-pembahasan selanjutnya – kode 24 dan kode 25.

1. Tambah Dasar 1 Sampai Dengan 9 (kode: 01)
Pengenalan konsep dasar penjumlahan untuk putra-putri kita yang masih usia TK (4 tahun) atau awal-awal memasuki SD. Lengkap dengan ilustrasi warna-warni dan animasi menarik.

2. Tambah Dasar 5 Sampai Dengan 10-an (kode: 02)
Lanjutan dari kode 01. Dengan konsep bertahap. yang menantang siswa. Bagi siswa SD dapat berpindah dengan cepat dari kode 01 ke kode 02. Tetapi bagi anak TK atau yang lebih muda, tidak harus buru-buru. Berulang-ulang bermain kode 01 terus, baru setelah mantap beranjak ke kode 02.

3. Tambah Dasar 10-an Sampai Dengan 100 (kode 03)
Lanjutan dari kode 01 dan kode 02.

4. Kali Dasar 1 Sampai Dengan 5 dan 10 (kode 04)
Pengenalan konsep dasar perkalian. Sesuai untuk anak SD kelas 2 atau lebih. Tetapi bila anak Anda berusia lebih muda dan sudah siap, dapat pula bermain kode 04 dengan riang gembira. Banyak siswa APIQ yang bermain kode 04 sejak usia TK.

5. Kali Dasar 5 Sampai Dengan 10 (kode 05)
Lanjutan dari kode 04.

6. Pengurangan Dasar 1 Sampai Dengan 10 (kode: 06)
Pengenalan konsep dasar pengurangan untuk putra-putri kita yang masih usia TK (4 tahun) atau awal-awal memasuki SD. Lengkap dengan ilustrasi warna-warni dan animasi menarik.

7. Pembagian Dasar 2, 3, dan 10 (kode: 07)
Pengenalan konsep dasar pembagian untuk putra-putri kita yang masih usia TK (4 tahun) atau kelas 2 SD. Lengkap dengan ilustrasi warna-warni dan animasi menarik.

8. Perkalian 2 Digit Cara Cepat (kode: 08)
Petualangan aritmetika taktis yang menakjubkan. Cara-cara cepat menghitung perkalian. Teknik khusus perkalian Bintang dibahas pada bagian ini. Sesuai untuk anak-anak mulai kelas 3 atau 4 SD, siswa SMP, SMA, dan dewasa.

9. Kuadrat 2 Digit Cara Cepat (kode: 09)
Petualangan aritmetika taktis yang menakjubkan. Cara-cara cepat menghitung kuadrat. Teknik khusus perkalian Bintang dibahas pada bagian ini untuk menghitung kuadrat. Sesuai untuk anak-anak mulai kelas 3 atau 4 SD, siswa SMP, SMA, dan dewasa.

10. Akar Kuadrat Cara Cepat (kode: 10)
Lagi-lagi petualangan aritmetika taktis yang menakjubkan. Cara-cara cepat menghitung akar kuadrat. Teknik khusus pada bagian ini efektif untuk menghitung akar kuadrat. Sesuai untuk anak-anak mulai kelas 3 atau 4 SD, siswa SMP, SMA, dan dewasa.

11. Kubik 2 Digit Cara Cepat ( kode 11)

Cara menghitung pagkat 3 dengan cepat dan kreatif. Tidak hanya dengan metode konvensional, APIQ memperkenalkan cara menghitung pangkat 3 cepat dengan menggunakan sebuah cerita tentang sang Satria dan Sang Putri.

12. Kubik 2 Digit Cara Cepat Bagian 2 (kode 12)

Lanjutan dari cerita kode 11.

13. Akar Kubik Cara Cepat (kode 13)

Kebalikan dari menghitung pangkat 3, bagian ini adalah menghitung akar pangkat 3. Dengan cara kreatif, menghitung akar pangkat 3 menjadi tugas yang paling menyenangkan.

14. Otak Ajaib (kode 14)

Berbeda dengan bagian lain, kode 14, berkisah bagaimana cara memanfaatkan keajaiban otak kita untuk meraih sukses. Sukses belajar matematika dan juga untuk sukses dalam hidup.

15. Deret Aritmetika (kode 15)

Deret aritmetika adalah bagian dari matematika yang sangat penting sekaligus menarik. Siswa SMP dan SMA terus-menerus menghadapi tema deret aritmetika. Dengan cara kreatif, kita dapat mempelajari deret aritmetika yang asyik. Kode 15 ini juga dapat mulai dipelajari oleh siswa SD tertentu.

16. Deret Begambar (kode 16)

Kode 16 mulai memadukan disiplin aritmetika dengan geometri. Bagaimana menghitung sebua deret dengan pendekatan gambar-gambar geometri. Pasti asyik!

17. Latihan Math SMA (kode 17)

Kode 17 berisi aneka ragam latihan matematika untuk tingkat SMA. Baik untuk persiapan matematika UN, SPMB, SNM PTN, atau ujian masuk perguruan tinggi faforit Anda. Dengan tampilan khas power point, membuat belajar lebih asyik.

18. Persiapan Math SMA (kode 18)

Lanjutan dari kode 17.

19. Latihan Math SMA Bagian 2 (kode 19)

Lanjutan dari kode 17 dan 18.

20. Math Game (kode 20)

Berbagai macam permainan matematika yang mengasyikkan ada pada kode 20 ini. Permainan yang tampaknya mudah tapi sulit. Atau yang tampaknya sulit tapi mudah. Bermainlah dengan matematika. Selamat menikmati!

21. Latihan Math UN SD (kode 21)

22. Latihan Math UN SD bagian 2 (kode 22)