Dalam sebuah training atau workshop yang saya pimpin, seorang peserta mengatakan,
“Saya heran, mengapa sempoa diajarkan pada anak-anak kecil?”
“Apa masalahnya?”
“Dulu, ketika saya kuliah di IKIP, sempoa hanya diajarkan bagi para tuna netra – orang buta.”
“Pasti sempoa sangat membantu bagi saudara-saudara kita yang tuna netra.”
“Betul. Mereka sangat cepat menguasai sempoa. Tidak harus belajar angka Braile lagi. Bahkan mereka dapat menguasai sempoa lebih cepat dari kita. Mungkin karena mereka telah terlatih menggunakan tangan untuk meraba mengenali berbagai hal.”
”Bagaimana dengan mental aritmetika mereka?”
”Tentu mereka bisa lebih hebat dari kita. Pendengaran mereka lebih peka dari kita. Sehingga setelah kita membacakan soal aritmetika, mereka dapat menyelesaikannya hanya dalam mental.”
”Mengagumkan!”
Ada lagi yang lebih mengagumkan. Inovasi bisnis banyak melahirkan hal-hal baru yang lebih mengagumkan. Sempoa sudah menghilang dari pendidikan umum sejak tahun 1200-an ketika Leonardo Fibonacci memperkenalkan metode Aljabar AlKhawritzmi dari Baghdad ke Eropa. Kemudian metode AlKhawaritzmi menyebar hampir ke seluruh penjuru dunia sampai sekarang.
Sejak saat itu orang meninggalkan sempoa beralih ke AlKhawaritzmi – sistem angka Arab. Perkembangan AlKharitzmi ini memicu kemajuan pada sistem digital. Sehingga kita dapat menyaksikan lahirnya teknologi-teknologi hebat semacam kalkulator, komputer, internet, dan lain-lain.
Tetapi inovasi bisnis membuat sebuah kejutan. Sempoa masuk kembali ke sistem pendidikan umum di Indonesia pada tahun 1990-an dalam bentuk kursus aritmetika – setelah 700 tahun menghilang. Gebrakan sempoa memang menakjubkan. Seorang anak TK yang menguasai matematika dapat berhitung cepat melebihi kalkulator. (Tolong dicatat dalam hati, hitung cepat ini hanya berlaku untuk hitung penjumlahan saja. Dan sedikit hitung pengurangan).
Sempoa berhasil mempesona ibu-ibu yang memiliki anak-anak kecil. Ibu-ibu itu mendaftarkan anak-anaknya ke kursus aritmetika sempoa. Sukses! Sebuah bisnis yang sukses. Apakah sempoa juga merupakan sebuah pendidikan atau pembelajaran matematika yang sukses?
Itu dua hal yang berbeda. Sukses bisnis tidak sama dengan sukses pendidikan.
Saya berpikir tentu saja kita dapat menyatukan sukses bisnis sekaligus sukses pendidikan. Tetapi tidak mudah meraih kedua hal di atas dengan media kursus sempoa.
Mari kembali ke anak-anak ajaib yang mampu berhitung cepat melebihi kalkulator di atas. Bagaimana perkembangan mereka setelah SMP atau SMA? Kita tidak memperoleh kabar yang jelas. Tetapi salah satu tetangga saya, yang waktu kecil juara sempoa, ketika besar justru repot memakai sempoa. Dia terpaksa harus belajar matematika kembali dari dasar.
Jadi berhati-hatilah jika belajar sempoa.
Bagaimana cara belajar sempoa yang baik dan benar?
1. Perhatikan siswa Anda. Apakah tuna netra atau tidak? Jika tuna netra, sempoa akan banyak membantu. Jika tidak, Anda harus lebih hati-hati.
2. Perhatikan apakah siswa Anda sudah menguasai bilangan dasar 1 sampai dengan 100. Jika siswa Anda belum menguasai bilangan – bukan sekedar angka – 1 sampai dengan 100 sebaiknya jangan diajarkan sempoa.
3. Apakah siswa Anda menyukai sempoa? Jika sudah mulai bosan atau tidak suka, hentikan segera. Biasanya, seorang anak suka pada awalnya dan bosan tidak lama kemudian.
4. Tetap bedakan antara sempoa dan matematika. Sempoa bukan matematika dan matematika bukan sempoa. Jadi, jika anak Anda cocok dengan sempoa, ia tetap harus belajar matematika sewajarnya.
5. Posisikan sempoa sebagai pelengkap matematika – bukan pengganti matematika sama sekali. Untuk kemajuan bidang matematika tempatkan kursus sempoa seperti kursus musik atau kursus olah raga. Lagi-lagi, bukan kursus matematika.
6. Setelah poin 1 sampai 5 di atas kita cermati dengan teliti, baru ajarkan sempoa dengan riang gembira. Belajarlah sempoa seperti belajar musik. Jangan belajar sempoa seperti belajar matematika.
7. Selamat menikmati. Semoga sukses.
Jika ada waktu, silakan cari informasi tentang sempoa melalui internet. Di internet banyak orang bercerita pahit-getirnya pengalaman anak-anak mereka kursus sempoa. Tentu, cerita paling indah tentang sempoa adalah yang bersumber dari lembaga-lembaga penyelenggara kursus sempoa. Tetap waspada. Dengarkan juga suara dari para konsumen.
Semoga bermanfaat…
Salam hangat…
(angger: agus Nggermanto; Pendiri APIQ)
Ping-balik: Menyelamatkan Kecerdasan Logika Matematika Anak dari Kursus Matematika « APIQ: Matematika Kreatif Aritmetika Quantum
yup, sempoa emang alat spt halnya kalkulator jd sempoa bukanlah matematika.
ada buku panduannya ngga buat belajar plus cd nya…, mau dong diinfokan kalo emang ada….
Ini ada sebuah produk baru berupa cd tutorial interaktif aritmatika sempoa, di cd tsb diajarkan mulai dari pengenalan sempoa, penggunaan jari, rumus2 pd operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, ada simulai dan quisnya juga. Harganya nggak terlalu mahal koq…cuma 30rb/pcs, utk agen harganya turun 50% jadi hanya 15rb/pcs dgn pemesanan minimal 10pcs.
dimana saya bisa dptkan cd tutorialnya ?
dimana saya bisa membeli CD tutorialnya???
kayaknya sempoa serem banget sich,,
setau saya ga seseram itu kok,,,
betul ray
ini artikel kok rasanya jelek2in sempoa
jangan gitu dong
g obyektif deh
Mental Aritmatika dengan menggunakan sempoa, sebetulnya bertujuan untuk menyeimbangkan penggunaan otak kiri dan otak kanan (tentunya semua tahu maksudnya).
Tetapi karena tolok ukurnya “anak bisa menghitung cepat” (seperti yang banyak didemokan), maka memang menimbulkan penilaian yang demikian (hanya belajar menghitung cepat). Yang sebetulnya kemampuan manusia jauh lebih hebat dari sekedar bisa menghitung.
Sebetulnya kalau kita bisa menempatkan belajar sempoa pada posisi yang lebih baik dari sekedar menghitung tentu besar manfaatnya.
aku jadi takut. krn anakku sekarang ini lagi asik2xnya dg sempoanya. amakku 6,5 th. sdh 1.5 th belakangan iniia ikut sempoa. malah aku kadang ngajari. SESERAM ITUKAH SEMPOA BAGI ANAK
Gak seseram itu ah, belajar apa saja bagus asal sesuai porsinya
belajar sempoa itu artinya belajar menjalankansebuah alat… kebetulan sempoa itu alat hitung yang berhitung itu identing dengan matematika.
Asal tujuan belajar sempoa itu bukan agar jago matematika itu tak akan mendatangkan perbedaan NAMUN bila tujuannya demikian ya akan mendatangkan perbedaan dan kasian pada anak yang menjalaninya… Benar tak ada ilmu yang tak berguna ALLAH Maha Besar!!
emang belajar sempoa seperti kita ikut les musik , atau yang lain dibuat senang,
saya punya murid smk pinter berhitung dengan cepat bahkan sampai perkalian 3 angka, namun apa yg terjadi ketika si anak dihadapkan dengan soal matematika yang lain seperti trignometri, limit, logika, dll selain hitung cepat , si anak tidak bisa apa-apa
jadi Posisikan sempoa sebagai pelengkap matematika – bukan pengganti matematika sama sekali
salam kenal
mohon info saya tertarik tuk buka/gabung apiq di kotabumi lampung utara?
mhon info gabung francihse nya bagaimana?
kenapa di email dan sms gak pernah di jawab, apakah masih exis APIQ ini? mhn info
menurut saya bagus itu sempoa, karena anak lebih cepat berhitungnya.beli bukunya dimana ?karena saya suka mencoba sesuatu yang belum saya bisa .kalau cocok dan okeeeeeeeeeee,saya akan lesin anak sayaterima kasih.
Ini ada produk baru berupa cd tutorial interaktif aritmatika sempoa, dilengkapi dg animasi dan teks suara yg menjelaskan cara2 berhitung dgn sempoa mulai dari pengenalan, rumus2, simulai, dan quis jg ada.
wah padahal lagi browsing mau cari kursus sempoa untuk anak saya yang 7 tahun, eh kok baca artikel ini. jadi ragu2 nich…
window shopping lagi ah.
gimana dengan kumon, abacus, dllsb
wah jadi bingung nih…bnyk comment masalah sempoa… pro dan kontra… emang lebih baik dikomposisikan sesuai dengan minat anak juga sih.
Ada saran dari saudara2 yg berkenan membantu saya untuk menimbang lebih jauh sempoa itu apakah bagus untuk diterapkan umur waktu masuk SD apa TK A. terima kasih
emang sempoa kayaknya sedikit rumit bagi anank TK,sy punya keponakan ikut sempoa awalnya sih dia suka karena gampang tapi begitu masuk materi yang pake logika dan perlambang wah dia mulai kebingungan karena pada dasarnya dia belum ngerti bilangan,jadi kayaknya sempoa lebih cocok bagi anak yang udah ngerti bilangan 1 – 100,ya
Saya pernah tengok orang menggunakan sempoa. Sangat menarik. Tapi pendedahan tersebut kurang diberikan pada orang dewasa. Kemahiran lebih pantas dari menggunakan kalkulator.
anak sekolah dak perlu tu cepat cepat menghitung
krn tidak dituntut untuk cepat,yang penting cara cara mengerjakanya
Saya sangat setuju dengan pendapat di atas, karena kecepatan berhitung yang tidak di imbangi dengan pemahaman yang bagus akan kurang begitu berarti.
Assalamualaikum
Untuk beli buku sempoa n bli alat nya untuk di bandung dimana ya??
Mkasih
MAU BISA SEMPOA (ABACUS) insya Allah saya bisa membantu, SAYA MEMPELAJARI sempoa secara OTODIDAK (ADA JUGA REFERENSINYA). SEPERTINYA HASIL RISET SAYA LEBIH EFISIEN DAN LEBIH KOMPLIT DIBANDINGKAN DENGAN YANG ADA DI TEMPAT KURSUS DI INDONESIA. ASAL BUKAN UNTUK TUJUAN KOMERSIAL AKAN SAYA KASIH TUTORIALNYA. E-BUKU BUATAN SAYA GRATIS. MATERINYA: a) operasi dasar y.i +, -, x, /; kemudian b) revisi pembagian; c) angka negatif; d) perkalian dengan banyak angka pengali ( multifactorial multiplicand); e) konversi desimal ke biner, hexadesimal ataupun sebaliknya. SEPERTINYA point d dan e tidak ada di tempat2 kursus. Perpangkatan dan akar walaupun tidak saya tulis di buku saya tapi pada dasarnya gampang-gampang saja bila sdh menguasai materi a dan b. no hp saya: 08562017543 (adi).
Menurut saya anda keliru memahami sempoa saya adalah guru sempoa, sebenarnya sempoa?aritmatika hanya bagian kecil dari matematika dan tujuan sempoa adalah bukan untuk pintar matematika tetapi untuk melatih kosentrasi!!!..kalau tidak tau apa itu sempoa jangan buat artikel tentang itu pak….
Saya setuju dengan pak Stenli…….Belajar SEMPOA itu bukan supaya pinter matematika.Padahal SEMPOA itu sangat bagus untuk anak2 kecil (usia 5-10 th),dengan SEMPOA kan dapat melatih konsentrasi anak,mengembangkan potensi otak kanan anak,menyeimbangkan kerja otak kiri dan otak kanan bahkan dapat meningkatkan kreativitas anak.
Saya ingin belajar lebih banyak mengenai sempoa dengan anda,terima kasih…………
semua ilmu bagus (sempoa,kumon dll)…yg tidak bagus yg tdk belajar & tdk mau tau atau saling caci maki…tidak ada kecap no 2
wah makin mantap aja..
sempoa talah merubahnya..
sukses ya
inilah jadinya kalo tidak tahu tapi sudah banyak bicara. ngaco……………buannnnnnget.
bisa tau materi dan metode apa yang di ajarkan oleh Apiq? sehingga artikelnya menyudutkan sempoa?
APIQ mirip pelajarannya dengan kumon ya?
dari sekian banyak komentar yang masuk, alangkah baiknya moderator menanggapinya agar tidak timbul salah paham pada para pembaca.
mksh.
sempoa atau metode matematika apapun pada dasarnya tujuannya semua baik… tergantung cara pengajarnya aja bisa nyesuaikan diri sama anak didik…. buka anak yg nyesuaikan dngan guru.. heeee……
sy prnh bljr smpoa d pare, kediri jatim,, menurut saya sempoa bnyk inovasiny, ada jarimatika, kumon, sakamoto dll trmsuk anda Apiq, jd anda menulis dgn nada sok sbg ahli jg smata2 krn bisnis to? biar org prgi belajar lwat metode apiq hasil inovasi anda,, menurut saya apapun metodenya semua sama-sama punya kelebihan dan kekurangan, prtnyaanny skrg apakah anak didik anda pernah menang olimpiade sempoa?
Terima kasih teman-teman atas komennya di artikel saya yang ini.
Diskusi tertulis, menurut saya sangat bagus karena dapat dipertanggungjawabkan.
Bagi Anda yang hendak memberi penilaian silakan copy-paste bagian tulisan saya lalu beri pendapat Anda – setuju, tidak setuju, perlu tambahan info atau lainnya.
Sehingga saya dan teman-teman lain dapat menanggapi penilaian Anda yang jelas tersebut.
Selamat berdiskusi…
Salam hangat…
waduh pak….saya sgt tdk setuju dgn penilaian bpk mengenai sempoa. saya orang tua yg telah memetik hasil dr anak sy yg mengikuti sempoa. anak sy ikut sempoa dr tk besar( umur 4,5 thn) sampai selesai. yg saya dpt dr anak sy selama dia belajar s/d sekarang ini (umur anak sy 13 thn): anak sy tdk hanya cepat berhitung dan pintar mtk ( nilai mtk di sekolah bagus dan nilai ujian mtk bernilai 100) tapi dia cepat sekali dlm menghafal pelajaran lain. selain itu krn terbiasa juga menggunakan otak kiri selain otak kanannya juga dia sgt kreatif dlm bdg kesenian dan ketrampilan . saya sbg orang tua yg sdh mengkursuskan anak sy di sempoa merasa tersinggung dgn tulisan bpk bhw sempoa lebih cocok u/ tuna netra dan hati hati bila digunakan u/ yg bukan tuna netra. anak saya bukan tuna netra! lain kali tolong kalau buat tulisan ditelaah lagi . kalau blm meneliti jangan membuat tulisan spt itu. terima kasih.
Terima kasih Bu Hermin,
Dengan data BU Hermin kita memperoleh data tambahan yang berarti. Semoga Ibu dan keluarga senantiasa sukses.
Ibu berhak tersinggung dengan tulisan saya. Tetapi saya hanya menyampaikan data saya. Jadi data saya juga tetap sah meski data Ibu juga sah. Dan saran saya kita tetap harus waspada dan hati-hati dengan pembelajaran putra-putri kita demi kebaikan bersama.
Bagi tuna netra sempoa memang sangat membantu.
Salam hangat…
Kalau sempoa bagus untuk tuna netra, berarti kalau APIQ bagus untuk orang idiot seperti ANDA donk ya ?
mohon informasinya kl sempoa daerah jak-tim d mana ya dan biaya kursu biasanya brapa??mohon maaf tdnya saya ngak mau ngomentarin ini tp alangkah baiknya jika kemajuan/teknik berhitung dan kebebasan berpendapat tidak di barengi cacian. idiot ataupun tidak anak tetap memiliki kelebihan n kekurangannya.
saya sangat setuju sempoa dimasukan kurikulum SD, karena belajat sempoa itu sangat mudah & menyenagkan anak-anak.., mari kita lihat >>
http://www.facebook.com/group.php?gid=73497159703&ref=mf
Sempoa masuk curuculum sd????? ga salah tu!!!!ga ada tu dalam sejarah anak kls vi/smp menang lomba sempoa lawan anak TK.
itu menandakan ada yg salah!!.
Hidup P Agus!!! teruslah berkarya, bangsa ini butuh orang2 seperti bapak, shg bangsa ini punya karya yg bisa d pertggjwbkan, tdk hanya berisi orang2 yg bisanya hanya mengatai IDIOT, tnpa punya karya apa2.
Ada buku terbaru pak?
Td sy br berdebat dgn tmn ttg sempoa. Eh, d rmh bc tulisan ini. Pas bener, hehe
Menurut pengalaman pribadi memang usia ideal belajar sempoa adl 5-12 tahun, di atas usia itu pasti kita bisa menghitung krn menghafal. saya bljr sempoa waktu kuliah tp tetep gak secepat ponakan saya yang belajar dari TK dlm menghitung..walaupun gak masuk kurikulum SD sempoa tetap amat sangat layak diajarkan ke anak
selama itu positif,kenapa harus ribet
sempoa bagus
semua tergantung prasangka kita, kalo kamu anggap sempoa ga baik buat anda, maka anda akan selamanya berpikir negatif terhadap sempoa, begitu juga sebaliknya, semua yang manusia katakan hanyalah pendapat, yang lebih tau tentang baik atau buruk adalah Tuhan Semesta Alam, jadi belajarlah sebanyak mungkin, jangan memperdulikan omongan orang yang jelas jelas memiliki pandangan yang negatif
sempoa itu bagus, tapi kenapa terjadi seperti yang kamu jelaskan ? karena orang indonesia memiliki otak yang mahal, sedangkan seperti bangsa jepang yang ahli sempoa memiliki otak yang murah karena telah rusak akibat setiap harinya terpakai…
tutup saja blog ini
salam hangat, artikel yang menarik pak, saya dapat poinnya
u/ all: menurut saya, sesungguhnya pak agus sudah sangat jelas menjelaskan dari posisi mana beliau melihat masalah sempoa ini dan didukung dengan pengalaman subyektifnya yang didengar dari pengalaman beberapa orang tentang sempoa… nah, tentu saja tidak pada tempatnya jika rekan2 semua mengomentari tulisan diatas dengan caci maki, pretensi negatif, tersinggung berat, dsb. Justru adanya blog dan ruang diskusi, kita semua ingin saling sharing, saling mengingatkan, menambahkan, utk manjadi lebih baik (semangat utk perbaikan kontinu) dengan cara-cara yang juga baik mengingat background dan input informasi ke dalam diri kita sangat beragam tiap orangnya. Terlebih pak agus juga sudah sangat terbuka terhadap data/input2/kritik saran dari rekan2..
u/ pak agus, saya cuma ingin mengomentari pernyataan berikut: “Jika ada waktu, silakan cari informasi tentang sempoa melalui internet. Di internet banyak orang bercerita pahit-getirnya pengalaman anak-anak mereka kursus sempoa” Secara sosiologis, saya menelaah bahwa terdapat kecenderungan pada masyarakat kita untuk menuliskan lebih banyak keluhan negatif daripada hal-hal pujian terhadap suatu hal di ruang online (internet), pak agus bisa mulai mencoba-coba mencari pada tema lain (misalnya searching tentang diplomat kita, kebanyakan isinya jelek2in). Ini mengingat terdapat kecenderungan sosial seseorang utk kerap lupa menghargai positif suatu hal, namun sangat cepat jika ada keluhan yang bikin gak enak dirinya (apalagi kalo sedang kesel/kecewa/emosi, jadi makin gak logis karena lebih kebawa ego). Sialnya, kalo yang enak-enak jarang ditulis, yang jelek2 ditulis hehe. Jadi, perlu diperhatikan kembali untuk menimbang-nimbang suatu data sosiologis tentang suatu hal jelek yang diambil dari internet
Terima kasih Adionggo,
Anda telah memberi contoh diskusi online yang bagus dan santun.
Patut menjadi teladan.
Salam hangat…
SEMPOA tetap cipppp dech……………..
semua ilmu hanya alat yang netral, mau dibuat hitam atau putih tergantung (niat dan motivasi) penggunanya.
jika belajar sempoa dimaksudkan hanya sebagai alat bantu oleh orang yang sudah benar2 memahami konsep perhitungan untuk tujuan lain yang lebih filosofis dan mendasar (penyeimbangan otak kanan-kiri) maka sempoa itu baik.
tapi jika belajar sempoa dimaksudkan hanya untuk tujuan rendah demi mengejar gengsi adu cepat berhitung dan digunakan oleh orang yg belum mengerti konsep berhitung, akibatnya memang benar seperti yang ditulis di atas.
bisa dianalogikan orang yang baru diperkenalkan angka tapi belum tahu konsep matematika dan lalu diberi kalkulator, ya jadi melaslah kaya cerita diatas.
saya sudah buka kursus sempoa 10 thn lamanya,suka duka byk saya alami. saya senang jika anak dapat belajar sempoa dgn baik dan target tercapai. tpi ada kalanya kta kecewa anak ga mau lgi nerusin belajar sempoa krn bosan,positipnya anak yg pernah belajar sempoa sedikitnya sudah tau dasar duh banyak dampak positifnya, anaknya nalar, cepat tanggap dan pintar.
Terima kasih Dellamora,
Anda memberi informasi tambahan yang berguna bagi kita semua.
Sukses untuk Anda…
Salam…
sungguh……tak ada salahnya anak kita belajar sempoa…….lebih baik lagi….belajar sempoa dan matematika……..stuju gak?…
Tolong dengerin untuk bapak yang nulis tentang kesinisan bapak (terkesan seperti itu) akan sempoa. Harusnya sebelum menulis ada penelitiannya dahulu, juga minta masukkan orang lain. Jangan di pukul rata bahwa belajar sempoa harus hati-hati. Tetapi ditambahkan saja sempoa untuk pendukung matematika dan pendukung cara berpikir saja, tidak usah di tambah hati-hati.
Diibaratkan tulisan diatas seperti contoh, pesepak bola(sebagai matematika)perlu berlari kencang . Agar dapat berlari kencang perlu latihan lari kencang( diibaratkan sempoa contonya).Jadi hal ini adalah pendukung. suatu contoh riil adalah Cristiano Ronaldo menerapkan hal ini dengan belajar lari kencang ke juara lari U Bolt. Yang berguna dalam mengejar bola yang lebih cepat dengan lawan.
Berarti apa yang diharapkan dari si penulis terlalu berharap yang muluk sedangkan penulis sendiri tidak tahu kekhususan maksud tujuan belajar sempoa. PENELITIAN DAHULU SEBELUM MENULIS YANG SEKADAR PENDAPAT SENDIRI….
menurut sy emang tdk salah ikutin anak sempoa,tp yg pas umurny,minimal 5 tahun….krn itukan butuh konsentrasi dan saya pikir anak 5 tahun dengan kecerdasan rata2 dah ngerti….yg buat artikel ini ya ndak apa,jng dihujat dong idiot lah….apalah,emang kamu nyg menghujat nggak blooon punya otak yg cuma bisa ngatain orang,moral itu lebih penting bos….kasian bangetb negara ioni cuma punya org yg komentar sembarang,klau tidak setuju ya kasih alasan..biasa toh beda pendapat…..sy sih ndak kenal dnga yg buat artikel tp kok panas ya liat komentar2 yg ndak bermoral padahal pada sudah tua semua
sempoa adalah pelajaran yang baik dan mengasyikan
Anak ku sejak tk b kursus sempoa, dilatih cara berhitung cepat, dan ajaib ketika SD nalarnya lebih cepat ketimbang teman-temannya, kalo ngafal sekali lewat sudah ingat, sampe-sampe gurunya bilang cara berfikir dia jauh kedepan ketimbang anak seusianya, cuma kurang diasah ^^ (karna akunya kerja). wkt tk dulu sudah ngerti soal nilai uang, malah sudah bisa main game farm freezy, dan yg lebih membuat aku kagum, utk mencapai target nilai uang di game tsb, cara yg dilakukan adalah menjual ternak-ternaknya sehingga dia bisa selesai 1 game dgn cepat agar dapat gold, bagi aku sempoa membuat anak berfikir cepat dengan hasil maksimal 100 (karna di sempoa nilai harus 100 dengan waktu tercepat), kekurangannya, yach … segala sesuatu dikerjakan dengan cepat pula, makan paling cepat ^^ (kadang aku omelin, takut kunyah gak halus, BAHAYA …), bahkan mewarnai mo-nya cepat-cepat … seninya kurang … jadi aku pikir mesti dikursusin musik kali y …
sempoa ok, saya aja tertarik untuk memberikannya pd anak saya, apiq juga bagus, kalo emang ada kursus untuk anak2 pengen juga masukin, dimana ya? jakartabrt ?
Wah jadi seru ya pembahasannya.
Saya merasa punya kompetensi untuk memberikan masukan dalam diskusi ini karena saya adalah guru matematika untuk anak sd selama 8 tahun dan belakangan menjadi guru sempoa selama 10 tahun. dan saya pernah menjadi kepala sekolah di sebuah tk selama 7 tahun. latar belakang saya adalah sekolah pendidikan.
saya akan memberikan comment thd tulisan bapak yang berisi :
1. sempoa hanya cocok untuk tuna netra :
Belajar sempoa cocok untuk semua anak baik yang normal ataupun yang memiliki kebutuhan khusus ataupun keterbatasan tubuh. mengapa ? karena sempoa mengajarkan konsep angka kepada anak. sempoa mengajarkan konsep menambah dan konsep mengurung, setelah dasar2 penggunaan sempoa dikuasai oleh anak, anak akan belajar konsep perkalian dan konsep pembagian. Anak ketika bekerja dengan menggunakan sempoa dia harus menggunakan tangannya. yang nota bene adalah cara belajar yang paling tepat bagi anak usia dini. dan sempoa bermain di koridor konsep sebagai awal. ini menanamkan gagasan awal ttg angka yang tanpa pemahaman konsep awal menjadi bias dan menakutkan bagi anak.
2. Sempooa untuk matematika ? kayaknya salah besar. krn sempoa bukan untuk matematika tapi aritmatika. suatu contoh : tidak cocok kalau Bapak/Ibu menyuruh anak anda les piano tapi setelah les piano selama beberapa waktu ortu menuntut si anak harus pintar main drum. tidak nyambung bukan. Sempoa mengajarkan aritmatika sebagai instrumen yang dapat melatih kerjasama kedua belahan otak, konsentrasi, daya ingat thd angka, berpikir cepat dan problem solving. sehingga dapat dikatakan sempoa adalah Brain training. matematika adalah ilmu yang kompleks, yang membutuhkan bukan hanya kemampuan aritmatika yang kuat tetapi juga daya analisa, kemampuan logika dan penalaran, kemampuan pemahaman soal yang nota bene harus dilatih secara terus menerus. sangat wajar bahwa anak yang sangat ahli berhitung di sempoa tidak secara otomatis jago matematika. krn sempoa tidak melatih kemampuan logika anak yang adalah kemampuan otak kiri manusia, tetapi sempoa melatih kerjasama antar kedua belahan otak.
3. ‘Jadi berhati-hatilah jika belajar sempoa.’
. tapi percaya atau tidak saya setuju dengan pendapat Pak agus. mengapa ?
.
serem ya
harus diingat sempoa itu adalah Brain Training atau pelatihan otak. seperti ibaratnya body training, brain training perlu berhati hati juga. misalnya kalau kita berlatih senam/gym kt perlu yakin bahwa pelatih atau instruktur kita adalah orang yang memiliki sertifikasi yang cocok dan apakah pengetahuannya ttg otot dan tulang benar atau tidak. tidak semua gerakan senam atau alat di gym boleh digunakan sembarangan bukan ? Nah demikian juga dengan brain training sempoa. guru atau pelatih yang mengajarkan sempoa harus mereka yang mengerti tentang keseluruhan program sempoa, mengerti cara mengajarnya dengan benar dan mengrti bagaimana melatih anak sehingga mahir di sempoa. ini butuh pelatihan khusus dengan metode yang benar. Banyak yang “jualan” sempoa adalah guru otodidak atau mereka yang belajar sempoa dr satu yayasan dan setelah merasa diri cukup “bisa” lgs jualan. Guru seperti ini menghasilkan anak anak yang akhirnya menjadi trauma thd angka dan akhirnya discalculic atau number phobia. Karena ilmu sempoa sumbernya adalah negara cina dan jepang, pastikan tempat belajar anak anda mendapatkan kurikulum atau minimal berafiliasi ke kedua negara ini. Apalagi pemerintah cina dan jepang 5 tahun belakangan ini banyak mensponsori guru2 sempoa dr seluruh dunia untuk belajar ttg sempoa secara menyeluruh dan mendalam secara gratis ke negara mereka ( saya sendiri pernah di latih di 2 negara ini dan saya menemukan sempoa tidak sesederhana yang dipikirkan banyak orang). Mungkin hasil produksi guru guru sempoa gadungan inilah yang pak agus temukan
3. untuk menguasai sempoa harus bisa angka 1 -100.
. Di negara Cina, sempoa diberikan kepada semua anak yang belum belajar angka sama sekali (umur 2 tahun). Justru karena sempoa adalah jembatan antara sesuatu yang nyata seperti konsep dan abstrak seperti angka maka sempoa sangat cocok dijadikan alat untuk mengenalkan angka pada anak2. Nah makin keliatan kan guru yang gak capable sebagai guru sempoa pasti menuntut anak menguasai angka dulu br boleh belajar sempoa. Siswa saya belajar sempoa dari usia 3 tahun dan notabene tidak kenal angka sama sekali.
Wah ini SALAH KAPRAH yang terbesar
4. Tolong dicatat dalam hati, hitung cepat ini hanya berlaku untuk hitung penjumlahan saja. Dan sedikit hitung pengurangan).
ini salah kaprah yang lebih parah lagi pak. mungkin tetangga bapak belajar di kursus sempoa ‘abal abal’ kali ya. Dalam metode sempoa yang benar semua anak akan belajar sempoa mulai dari konsep angka, konsep penempatan angka di sempoa, konsep tambah – kurang, konsep kali – perkalian dasar, perkalian multiple digit, konsep bagi – pembagian multiple digit, konsep akar pangkat 2- akar pangkat 2 multiple digit, akar pangkat tiga sampai penerapan sempoa pada ilmu dagang. semua program ini selesai dalam waktu minimal 4 – 5,5 tahun. Yang uniknya di sempoa, semua anak akan dapat menguasai semua ilmu di atas tanpa terkecuali ( sekalipun anak tersebut mengalami retardasi mental maupun autis…. kaget ? ya tepat anak yang disebut ‘idiot’ pun bisa berhitung pake sempoa lbh cepat dr kalkulator
) yang membedakan adalah lama tahun belajarnya. mereka yang dikarunia dengan kemampuan visualisi yang kuat ( bukan yang pinter) dan rajin berlatih akan menguasai ini semua dalam waktu 4 – 4.5 tahun, dan mereka yang kemampuan logikanya sangat kuat (sangat kiri = pintar menurut ukuran sekolah) atau malas latihan akan butuh waktu lebih lama. Apakah bisa di aplikasi ke dalam pelajaran sekolah……. murid saya menjawab mereka yang belajar terus menerus selama paling sedikit 2,5 tahun dapat mengaplikasikan penggunaan mental aritmatik mereka sampai tamat kuliah
. mereka yang belajar dibawah 2 tahun akan kehilangan kemampuan mental aritmatiknya setelah 2 tahun ( ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan di china ). Biasanya dalam kasus siswa saya (jlhnya cuma 528 anak saja) problem terjadi karena guru sekolah menuntut muridnya untuk membuat jalan apakah bersusun panjang atau bersusun pendek, sedangkan murid sempoa saya sdh bisa menghasilkan jawaban otomatis dan mereka menjadi ‘wegah’ kalau disuruh buat jalan. sehingga rekan2 guru matematika saya jadi suka kesal menghadapi anak2 yang belajar sempoa. Cara ini saya atasi dengan kompromi, mengajarkan kepada anak menyelesaikan tugas matematika mereka dengan sempoa way dan school way. Dan hasilnya tetap lebih tepat dan cepat dibanding teman2 mereka yang hanya punya school way.
5. Sempoa “menghilang ”
. Di Indonesia “muncul” sampai “meledak” di tahun 1997an.
kayaknya gak tuh pak Agus, Sempoa tetap dipakai di Jepang dan Cina sampai sekarang
Saran untuk Pak Agus :
karena ini Blog pribadi sangat sah untuk menulis apa saja yang Pak agus mau tulis, apa lagi bapak lakukan wawancara dgn tetangga, teman dan orang orang yang radiusnya cukup ‘dekat’ dengan Bapak. Tapi kalau kita bergerak di dunia pendidikan secara “NURANI’ sangat salah kalau kita memberikan informasi yang tidak lengkap karena bisa-bisa menjadi “PEMBOHONGAN PUBLIK”. Untuk bahan research pak agus saya copy beberap link yang mungkin dapat memberikan manfaat utk tulisan dlm blog Bapak :
http://www.shuzan.jp/english/index.html
(terutama ttg hasil risetnya ya pak)
ttp://www.sorobancymru.co.uk/
(baca tulisan dari G.Griffiths B.A.hons, B.Ed.hons, DFPS, PGD (special needs), ATS British Dyslexia Association.)
http://zsxh.mof.gov.cn/English/waamaenglish.asp
)
(ini seluruh riset ttg sempoa dr asosiasi sempoa dunia, WAAMA, ini NGO non profit ya pak.
kalau mau versi cinanya : http://zsxh.mof.gov.cn/index.asp
oh ya kalau mau lebih komplit search di google dibawah tulisan soroban. banyak pakar pendidikan dunia mulai melirik dan sangat menghargai sempoa
.
sekian dulu dari saya…
wasalam
Ade.
wah, belajar berhitung pake sempoa asik kok. apalagi ada kursus sempoa yg menyelipkan pelajaran matematika sprti di skolah kok. ditambah ada seni melipat kertas jg. jd gak bosen tuh belajarnya. ada nih profilnya http://www.facebook.com/pages/Lembaga-Pendidikan-Kursus-Sempoa-Kids-plus-Origami/111011065596901
smg brmanfaat
Thx
inovasi yang menarik tuh…!
Salam,
ada gak Tutorial. atw PDF yang mempelajari Sempoa,,
Sempoa memang bukan ditujukan untuk menggantikan matematika. Pengalaman saya yang terjadi adalah ketidakmengertian orang tua ttg sempoa.Dalam benak mereka jika mereka mengikutkan anaknya dalam kursus sempoa, otomatis nilai-nilai matematik akan menjadi bagus.ketika mendapati nilai matematika anaknya jeblok,mulailah kisah negatif ttg sempoa berkembang. Keponakan saya mengalami hambatan dalam belajar berupa shiftted attention (menurut dokter) konsentrasi mudah beralih. dengan mengikuti kursus sempoa secara intensif,gangguan konsentrasinya membaik.Bahkan yg dulunya gak pernah masuk 10 besar (gara-gara gak bisa konsentrasi) sekarang selalu masuk 5 besar. bahkan pernah kakak saya dipanggil ke sekolah untuk sharing ttg apa yg terjadi sehingga anaknya mengalami perubahan positif yg luar biasa. Jadi menurut saya sempoa itu bagus,sayangnya dampak yg baik jarang di ceritakan sehingga yg paling banyak muncul adalah cerita ttg pahit getirtnya belajar sempoa.Hal ini makin menjadi – jadi karena menjadi komoditas dalam rangka mendongkrak nama lembaga-lembaga pendidikan informal lainnya. BAGI ORANG TUA YANG ANAKNYA MENGIKUTI KURSUS SEMPOA JANGAN KWATIR. SEMPOA TIDAK SESEREM CERITA ORANG.COBA AMATI TINGKAT KONSENTRASINYA DAN HAL2 POSITIF LAIN YG DIPEROLEH DARI SEMPOA,JANGAN TERLALU MERISAUKAN CERITA NEGATIF PENGELOLA LEMBAGA KURSUS LAINNYA!!
TERIMAKASIH
Saya hanya ingin menyampaikan kepada semua yang di sini, bahwa saya sangat kagum dengan pelaku hitung dengan sarana sempoa. Kenapa? Karena calculator yang saya pakai menghitung sepertinya menghasilkan perolehan yang lebih lambat, kalah cepat dibandingkan pemilik toko paruh baya lebih yang menggunakan sempoa yang mana mampu menunjukkan hasil hingga sekian angka di belakang koma. Sama dengan hasil yang saya peroleh. Itu sebabnya kenapa saya ingin mengetahui rahasia belajar sempoa. Alasannya Kagum. Sayang sekali, di sini yang saya dapatkan malah orang berdebat. Apa saya yang salah ya…?!
aku cari cara belajar bisa ng penting baget nih
belajar aritmetika sempoa banyak manfaatnya, seperti yg sdh bnyk ditulis oleh teman2 . ditambah dngn origami,, anak2 jd seneng…
Anak cepat berhitung merupakan salah satu dampak dari belajar sempoa di samping dampak lainnya, seperti keseimbangan otak kanan dan kiri, anak jadi kreatif, satu yg terpenting anak akan cepat menghafal dan cepat memahami mata pelajaran lainnya.
Mohon ada tanggapan positif dari pak agus atas komentar-komentar di atas.
Jualan boleh, tapi tidak dengan memberikan data yang salah.
Toh jadi nampak kelihatan lembaga bapak kurang siap menghadapi kompetitor secara sportif. Jadi belajar lagi ya pak!
Hei…catherin…
Bisa dijelaskan dasar pemikirannya?
Salam…
Hi, lagi pak,…
Dasar pemikirannya sederhana koq,…saya pernah mengikuti Konfrensi International sempoa di china, yang dihadiri oleh pakar sempoa dunia ( China,Jepang,Taiwan,Tunisia,Brunai,Amerika dan banyak lagi yg gak mungkin sy nulis semua) dan kunjungan kesekolah dari sekolah inklusi s/d formal…
Ada beberapa informasi di blog bapak yang benar namun lebih banyak yang menyesatkan. Sebagai insan yang belajar sempoa , saya agak terganggu dengan info diatas. Beberapa komentar dari teman-teman yg lebih dulu menyampaikan hal yg positif ttg sempoa, sy rasa dah cukup untuk informasi kepada bapak bhw ada sesuatu yg harus di klarifikasi. Tapi kalo bpk gak merasa perlu…ya gak apa-apa..kan beda pendapat boleh toh! hahaha…maksud sy belajar lagi untuk mempelajari sempoa, jadi lebih paham…gitu!!!
oke..salam lagi.
Nah itu pemikiran yang lebih jelas…!
Mari sama-sama belajar sempoa dan matematika juga.
Semoga sukses.
Salam…
alow semua….
menurutku sempoa tuh ilmu yang aneh dan ajaib, yang gak tau sempoa sangat rugi pastinya…
anak yang katanya bodoh di sekolah ternyata bisa juga belajar sempoa…
ehem.. sempoa bisa lho mengoptimalkan otak kanan..dan bisa mencegah kepikunan…coba aja…gak rugi kok…
Salam dan Sukses untuk Semuanya…
Komentar saya…
Selamat Belajar ya, yang salah itu adalah yang tidak mau belajar dan sudah MERASA PINTAR..hehehe
salam SUKSES
setuju dg pendapat stenli, yulia dan adionggo
saya akan memulai mengajar sempoa kpd anak SD kls 1 s/d 3, bagaimana cara / metode yang cocok untuk dapat diajarkan kepada anak SD tersebut, mohon bantuannya…TRIM’S
anak sy baru hari ini belajar sempoa, dah bisa ngjarin sy cara ngitung cepet….
berdasarkan pengalaman, sy setuju bahwa ‘jgn belajar sempoa sebelum paham matematika’
karena berapa kali anak saya kursus aritmatika dan sempoa, malah menjadi amburadul. Padahal sebelumnya sudah lumayan utk anak ukuran SD dlm penjumlahan dan pengurangan.
Akhirnya sy hentikan semua kursus, dan kembali pada kursus matematika.
thanks atas sharing dan masukannya.
salam
Setidaknya kita dapat mempertimbangkan suatu hal secara rasional dan secara empiris untuk sampai pada kesimpulan yang ilmiah. Secara rasional Pak Agus mengemukakan “hubungan” antara : sempoa, aritmatika, matematika, peserta didik sempoa, pendidik dan orangtua. Dan secara empiris disebutkan kejadian-kejadian yang sesuai dengan “hubungan” tersebut. Hingga sampai ke kesimpulan “Bagaimana cara belajar sempoa yang baik dan benar?” yaitu 6 poin yang disampaikan. Maka hingga di sini pak Agus sudah menyampaikan sesuatu secara ilmiah.
Ketika kita tidak rasional atau tidak empiris … maka kita menjadi irrasional dan melawan/menyombongkan diri pada kenyataan. Misalnya, bukankah tidak rasional kalau kita memaksakan pendapat bahwa sempoa itu serba bagus, tidak ada kekurangan sama sekali, tidak boleh disebutkan kelemahannya, diakui ada kelemahannya tapi hanya boleh disampaikan yang positifnya saja, dll. Dan ada sejumlah kenyataan yang dialami ketika belajar sempoa, lalu hanya kisah positifnya yang boleh diterima?. Lagi pula toh latar belakang penjelasan Pak Agus ternyata telah menghantarkan beliau pada “kesimpulan” yang baik dan bisa dijadikan perbandingan.
Insyaflah saudara2ku, respon anda pada Pak Agus sangat berlebihan, dan akhirnya mempertanyakan reputasi anda sebagai para pelajar sempoa yang bisa dijadikan teladan/ikutan/contoh.
Saya seringkali miris melihat orang-orang yang belajar eksakta, tetapi kurang dalam hal filsafat dan humaniora, terlebih lagi kalau tidak mendalami agama …. ini artinya kita harus bergerak ke berbagai disiplin, sehingga perspektif/sudut pandang/cara pandang kita tidak membatasi kesimpulan-kesimpulan kita.
Salam,
Terima kasih Khairan dan kawan-kawan, Anda telah membuka cakrawala wawasan lebih luas lagi.
Salam hangat…
salam kenal dari saya…saya prihatin atas beberapa pendapat yg menytakan bahwa sempoa itu hanya diperuntukan untuk tuna netra, sy saja sdh sarjana ingin sekali belajar sempoa…dimulai pada saat saya diterima di sebuah yayasan aritmatika yg memberikan kursus sempoa.saya sarjana komputer, tapi setelah melihat anak-anak didik di yayasan itu dengan cara perhitungan yg begitu cepat saya merasa saya tdk lebih pintar dari anak TK…rasanya sarjana saya g d’ artinya.
saya mw dan ingin sekali belajar sempoa boleh g d bantu….
salam hangat….
anak saya lagi mengikuti kursus sempoa,tapi belakangan ini dia asyik belajar jarimatika apakah kursus sempoanya harus dihentikan, tapi anak saya juga suka belajar sempoa mohon pendapatnya terimakasih
Salam kenal. Saya saat ini sedang mengajarkan sempoa kepada anak saya yang masih duduk di TK. Dan hasilnya anak saya adalah yang tercepat dalam berhitung. Jauh mengungguli kawan sekelasnya. Manfaat sempoa pada anak saya sangat terlihat jelas.
1. Dia sangat Percaya Diri dengan kemampuannya dalam berhitung.
2. Dia menjadi sangat mencintai berhitung. Hampir setiap malam dia meminta saya membuatkan soal penambahan dan pengurangan kemudian dia menjawabnya dengan menggunakan sempoanya dan kemudian saya memberinya ponten seperti di sekolahnya. Dan dia sangat bangga menunjukkan nilai yang diperolehnya kepada bundanya.
3. Dia memiliki tingkat konsentrasi yang sangat tinggi. Dia bisa memainkan game Zuma di komputer yang saya belikan untuknya hingga level 7, Game Feeding Frenzy hingga level 15, Game Need for Speed most wanted black edition dalam quick race dia selalu juara satu.
4. dia mampu memecahkan semua puzzle yang baru saya beli kurang dari 15 menit.
Saya berharap mudah2an dengan kemampuan sempoanya didukung dengan pelajaran matematikanya di sekolah kelak, dia akan menjadi anak yang sangat pintar dalam bidang matematika.
Sempoa memang bukan matematika. Tetapi saya yakin dengan menguasai sempoa akan membuat anak lebih cerdas dalam belajar. Saya berencana mengajarkan rubik padanya setelah dia masuk SD agar kemampuan spasial dan konsentrasinya lebih terasah lagi.
Apapun ilmunya pasti akan bermanfaat asal diajarkan dan diterapkan dengan benar. Maha Benar Allah yang telah menciptakan ilmu dan Maha Suci Ia dari berbuat kesia2an.
Semoga kita semua dijauhkan dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia.
AMIIIN
ingincepat pintar skrng jgf supayah bisa semua pelajar sahatsampai kulia
Salam Heroe,
Pemahaman Anda bahwa sempoa bukan matematika itu sangat penting dan sangat bagus. Bahkan Anda juga hendak mengajarkan rubik, itu bagus sekali.
Saya yakin jika seseorang memperlakukan sempoa sebagai alat sebagaimana rubik hasilnya akan lebih bagus.
Saya sendiri belajar sempoa, rubik, dan tentu matematika!
Salam hangat…
Ping-balik: Sempoa: Sukses Bisnis dan Kursus | APIQ: Anak Lebih KREATIF & Berprestasi
http://www.sempoakreatif.com
di sempoa kreatif menggunakn metode yg lain dr yg lain.dgn mengedepankan metode sempoa bayangan, maka imajinasi anak dapt terbantukan. alumni dari sempoa kreatif, sungguh menakjubkan dan spektakuler.bukstikan segera
Sy ucapkan terimkasih untuk rubrik ini,krn wawasan sy jadi terbuka tentang sempoa,smoga smuanya bermanfaat
anak saya baru les les sempoa di sekolahnya, dan sepertinya dia sangat tretarik,mudah mudahan les sempoa yang akan ia jalani bermanpaat untuk masa depannya kelak,saya sangat berterimakasih dengan adanya kursus sempoa ada di kota kecil,,kota kandis-riau, makasih buat pak rudi n smua guru2″… sd pelita hati “.
@RINI: IDIOT tanpa karya apa2 lebih baik dari pada orang yang berkaya tapi demi karya dia maju malah jelek2in SEMPOA! belajar SEMPOA itu bermanfaat bagi anak2 maupun orang dewasa.. orang dewasa yang otaknya sudah melemah itu bisa membantu juga.. itu bisa merangsang otak orang yang sudah tua untuk bekerja lagi walau tidak semaksimal sewaktu muda.. tetapi itu tetap saja membantu.. kalau tidak percaya silahkan dicoba.. jika memang itu tidak ada perubahan nah berarti andalah IDIOT YANG SEBENARNYA!
sempoa bukanlah serem. tapi saya sudah belajar di sempoa.. hasilnya? MENGGAGUMKAN! Nilai MTK saya 100 semua. karena, sempoa bisa dilengkapi juga dengan matematika. kan, kalau matematika ada rumus. pastinya ada perkalian kan? disempoa ini saya sudah diajarkan perkalian melalui sempoa, bahkan sudah di pikiran otak (tidak memakai sempoa tapi sudah di otak) dan, bahkan lebih cepat daripada dihitung oleh tangan. saya sudah termasuk anggota sempoa di BOBNAS di tempat les Sempoa Sip
hmmm…… anak gw lagi kursus sempoa tuh. semoga sukses yahhhh…
komentarnya beragam bagus sekali, namun dapat ditarik benang merahnya: bahwa semua ilmu itu datangnya dari inovasi dan kreatifitas otak manusia dan kemauan Pencipta pastinya bermanfaat masa kini maupun masa yang akan datang jadi bagi siapa saja yang alergi atau memberikan penyataan negatif atau merasa benar sendiri terhadap adanya ilmu pengetahuan yang ada atau baru maka sesungguhnya orang tersebut sedang ‘sakit’ otaknya/pikirannya sungguh kasihan.
yuppp…
info yg sangat berharga.
Pantas saja saya tidak diajarin sempoa, padahal keluarga saya guru semua.
sempoa memang bukan matematika. melainkan alat bantu hitung yang manfaatnya lebih dari sekedar bagaimana cara menghitung cepat. berlatih dengan sempoa dapat menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri kita. selama ini dalam kehidupan sehari-hari kita, cara berpikir otak kiri kita lebih dominan dari pada otak kanan kita.
sempoa sangat beperan dalam penyeimbangan otak kanan kita, karena apa? selain otak kita dituntut untuk berpikir/menghitung, otak kanan kita lah yang berperan dalam memainkan manik dengan rumus2 yg ada pada sempoa.
saya banyak menemui anak2 yg telah mengikuti kursus dengan metode sempoa. bahkan orang terdekat saya, dulu pernah mengikuti kursus sempoa sampai selesai, sekarang sangat terlihat manfaat dari belajar metode sempoa. memang cara berpikir mereka jauh lebih kreatif, paham tanpa berpikir (cepat memahami), selalu ada ide2 dan inovasi terbaru, lebih giat dalam bekerja/belajar, memiliki rasa ingin tahu yang amat besar.
jadi sangat salah kaprah jika anda berpendapat seperti di atas.
“Di internet banyak orang bercerita pahit-getirnya pengalaman anak-anak mereka kursus sempoa. Tentu, cerita paling indah tentang sempoa adalah yang bersumber dari lembaga-lembaga penyelenggara kursus sempoa. Tetap waspada. Dengarkan juga suara dari para konsumen.”
yaa..anda bisa baca sendiri bagaimana pendapat konsumen sempoa yg mengomentari artikel ini….kalo anda bukan tuna netra sih…
Dari komentar-komentar yang ada Anda juga dapat melihat sopan santun setiap orang mengungkapkan ide-idenya. Bahkan sopan santun itu menjadi sangat utama.
Tentu saja saya dengan mudah dapat menghapus semua komentar yang tidak berkenan. Tetapi saya membiarkan apa adanya. Agar setiap dari kita dapat belajar dari kenyataan yang ada.
Semoga sukses!
apakah kursus sempoa dan mental aritmatika di sekolah sudah ada izin dari kementerian pendidikan nasional ? jika ada tolong kirimkan nomornya, kami akan mengecek kebenaran izin tsb. kami kira anak kelas satu SD belum saatnya berpikir yang berat-berat, jadi kami memerlukan penjelasannya.
hehehe …
saya curiga yang ngedumel itu guru sempoa. mungkin orang tua yang anaknya belajar sempoa. tapi sekaligus sebagai guru sempoa. hehehe …
tapi respons yang santun (dan argumentatif) justru membuat saya tertarik dengan sempoa,meskipun blog ini adalah competitornya, dan kalau tidak hati-hati ambil benang merah, kok kayaknya anti banget. kalau komen yang banyakan marahnya, saya cuma bisa ambil kesimpulan: sekedar persaingan bisnis. hehehe lagi.
saya punya buku cerdas jenaka cara nobelis fisika, (tentang fisikawan Richard Feynmann). ceritanya seorang ahli sempoa menantang si jenius itu beradu aritmatika. just aritmatika lho, bukannya matematika yang konon butuh banyak logika. tapi dasar jenius, menang. dan ketika dia didatangi lagi oleh si ahli sempoa untuk menjelaskan caranya menghitung lebih cepat, dia menyadari sesuatu.
yang ingin saya kutip, komentarnya (halaman 222)
“aku menyadari sesuatu. Dia tidak paham angka! Dengan sempoa, kita tidak perlu menghafalkan banyak kombinasi aritmetika; kita cuma perlu belajar bagaimana menggerakkan butir-butir pada sipoa itu. kita tidak perlu ingat bahwa 9+7=16; kita cuma perlu tahu bahwa waktu kita menambahkan sembilan, kita memindahkan biji sempoa untuk angka sepuluh, naik, dan satu biji satuan turun. jadi, kalau soal aritmetika dasar, kita lebih lambat, tapi kita paham tentang angka.”
ya itu si kata profesor Richard Feynmann, yang ahli fisika/matematika. kesan pribadi. tapi agak inline dengan yang pak agus sampaikan di blog ini. ya kan?
tapi tetap saya tidak anti sempoa. orang jepang dan china yang diajari sempoa juga tidak lantas bodoh matematikanya. ya kan?
Salam Bapak Maie
Saya setuju dengan Anda. Yang Anda sampaikan menurut saya benar.
Saya sendiri tidak anti dengan sempoa. Hanya saja saya mengusulkan agar sempoa diposisikan dengan tepat sehingga dapat memberi manfaat terbesar bagi kemanusiaan.
Sangat menarik pengalaman Prof Feynmann di atas yang ahli matematika/fisika. Anak kita perlu belajar matematika.
Terima kasih…
saya sudah 5 tahun ngajar simpoa
menghilangkan kegalauan saya tuk menentukan kursus tuk anak saya… makasih APIQ
pengen belajar sempoa(abacus) gimana caranya?